Oleh: Andri Safrizal, S.AB
Alumnus STIAPEN
Aceh 2021 merupakan sebuah buku yang ditulis oleh beragam kalangan, mulai dari akademisi, praktisi, hingga politisi, yang keseluruhannya merupakan putra-putri Aceh. Para penulis dalam buku ini bukan hanya memahami Aceh dari sisi pengalaman lokal, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual dan rekam jejak kepenulisan yang kuat. Mereka aktif menulis dan terlibat dalam diskursus ilmiah maupun kebijakan publik, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Salah satu contohnya adalah Miswardi yang pada tahun 2020 telah menghasilkan sekitar 40 artikel ilmiah yang terindeks Scopus, Sinta dan berbagai basis data akademik lainnya.
Melalui buku ini, isu sumber daya alam Aceh tidak hanya dibahas sebagai potensi ekonomi semata, tetapi juga dikaji dalam kaitannya dengan relasi kekuasaan, kebijakan politik dan kepentingan para aktor yang terlibat. Politik pengelolaan sumber daya alam, mulai dari sektor pertambangan, perkebunan, hingga kelautan, dibedah secara kritis dengan menempatkan Aceh sebagai ruang yang sarat dengan sejarah konflik, otonomi khusus dan negosiasi kepentingan. Dengan latar belakang penulis yang beragam dan kompeten, Aceh 2021: Sumber Daya Alam dan Politik menjadi bacaan penting untuk memahami bagaimana kekayaan alam Aceh berkaitan erat dengan praktik politik dan arah pembangunan daerah.
Pengelolaan sumber daya alam tidak pernah berdiri sendiri, melainkan selalu berkaitan erat dengan peran negara dan relasi kekuasaan yang menyertainya. Negara, melalui pemerintah, memiliki kewenangan utama dalam mengatur, mengelola, dan menentukan arah pemanfaatan sumber daya alam, yang idealnya harus selalu berpijak pada konstitusi dan prinsip keadilan sosial. Dalam konteks inilah buku ini hadir dengan memperlihatkan potongan-potongan realitas empiris tentang bagaimana sumber daya alam dikelola, diperebutkan dan dimaknai di Aceh. Realitas yang dihadirkan dalam buku ini bukan sekadar gambaran normatif, tetapi menjadi cermin bagi pembaca untuk menilai sejauh mana praktik pengelolaan sumber daya alam telah sejalan dengan cita-cita kesejahteraan bersama.
Buku ini menunjukkan bahwa sumber daya alam memiliki dua wajah dalam pembangunan. Di satu sisi, kelimpahan sumber daya alam dapat menjadi modal besar bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun di sisi lain, jika tidak dikelola dengan tata kelola yang baik dan politik yang berpihak pada kepentingan publik, kelimpahan tersebut justru dapat berubah menjadi kutukan yang dapat memicu konflik, ketimpangan, kerusakan lingkungan, serta ketidakadilan distribusi manfaat. Perspektif inilah yang dibahas secara kritis oleh para penulis, dengan menempatkan politik sebagai variabel kunci dalam manajemen dan tata kelola sumber daya alam.
Dalam konteks Aceh, relasi antara sumber daya alam dan politik memiliki kekhasan tersendiri. Sejarah konflik, status otonomi khusus, serta dinamika hubungan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi latar penting yang mempengaruhi arah kebijakan pengelolaan sumber daya alam. Melalui beragam sudut pandang penulis baik akademisi, praktisi, maupun politisi, buku ini mengulas bagaimana kebijakan, kepentingan elite dan partisipasi masyarakat saling terikat dalam menentukan nasib kekayaan alam Aceh. Pembaca diajak untuk memahami bahwa persoalan sumber daya alam tidak semata soal teknis pengelolaan, tetapi juga soal pilihan politik dan keberpihakan.
Pada akhirnya, buku ini menjadi sebuah upaya reflektif untuk melihat Aceh pada satu titik waktu: apakah kekayaan alam yang dimilikinya telah membawa keberkahan bagi rakyat, atau justru menyisakan kutukan dalam bentuk persoalan struktural yang berulang. Dengan latar belakang penulis yang beragam dan pendekatan yang kritis, buku ini layak dibaca oleh siapa pun yang ingin memahami Aceh secara lebih jernih, baik sebagai wilayah yang kaya sumber daya alam maupun sebagai ruang politik yang terus bernegosiasi antara harapan dan realitas pembangunan.
Judul buku: Aceh 2021: Sumber Daya Alam Dan Politik
Penulis: Affan Ramli, Ayu ‘Ulya, Bahrul Ulum, Cut Asmaul Husna, Fuad Mardhatillah, Helmi Abu Bakar, Iswadi Arsyad, Juanda Djamal, Mahmudi, Miswari, Muhammad, Aminullah, Muhammad Isa, Rahmad Syah Putra, Raihal Fajri, Ruqaiyah, Saiful Akmal, T. Nazaruddin, Taufiq A. Rahim
Editor: Sulaiman Tripa & Mukhlisuddin Ilyas
Pengantar: Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
Penerbit: Bandar Publishing
ISBN: 978-623-7936-85-5
Jumlah halaman : xxviii + 376 halaman
Pemesanan buku : +62811-688-801



















