• Tentang Kami
Saturday, August 1, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Masjid Cut Meutia Jakarta

Dr. M. Adli Abdullah, SH, MCL by Dr. M. Adli Abdullah, SH, MCL
March 20, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Masjid Cut Meutia Jakarta
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M Adli Abdullah
Dosen Universitas Syiah Kuala, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Pada suatu kesempatan, saya shalat dhuhur di masjid cut Meutia, Menteng Jakarta, suasana beribadah di masjid ini terasa tenang dan nyaman walaupun bentuknya tidak seperti masjid biasa yang berkubah, tetapi seperti bentuk gedung peninggalan kolonial. Hal inilah yang menyebabkan saya ingin tahu untuk menelusuri sejarah masjid yang diberi nama Cut Meutia pahlawan nasional dari Aceh ini.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Setelah salat, saya beristirahat di dalam masjid, maklum habis makan siang di warung samping masjid, jadi kekenyangan. Tanpa sengaja saya duduk dan beriktikaf ada seorang lelaki separuh baya, langsung saya dampingi dan memperkenal diri. Nama beliau H Herry Heriawan, rupanya beliau kepala pengurus harian Madjid Cut Meutia ini.

Sejarah masjid ini menurut pak Herry,  cukup panjang rupanya. Masjid yang berlokasi  Jl. Taman Cut Meutia No.1, Menteng, Jakarta Pusat, awalnya adalah kantor NV De Bouwpleg, kantor para arsitek Belanda. Dulunya, menurut pak Herry, bangunan ini selain dijadikan kantor para arsitek, juga pernah dijadikan kantor Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada masa Jenderal Johannes Benedictus van Heutsz (1851-1924), sebelum dibangun Istana Negara, tempat presiden RI sekarang.

Jenderal  van Heutsz ini, tidak asing dalam sejarah perang Aceh Belanda. Dia lahir pada tanggal 3 Februari 1851 di Coevorden, Belanda memimpin genocida pembunuhan  rakyat Aceh, mulai di Bateeiliek, sampai ke pedalaman dataran tinggi Gayo. Dia dikirim ke Aceh sebagai subaltern (bawahan) pada tahun 1873 dan memperoleh promosi dengan cepat. Kemudian ketika tahun 1887, memperoleh kenaikan pangkat menjadi kepala staf, dan selanjutnya tahun 1899, Van Heutsz diangkat sebagai gubernur militer dan sipil Aceh yang harus menghadapi perang Aceh (1898–1903). Atas prestasinya membantai rakyat Aceh, dia dianugerahi jabatan tertinggi di Hindia Belanda (Indonesia sekarang), Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1904 sd 1909 menggantikan W. Rooseboom (1898–1904). Van Heutsz mati pada 10 Juli 1924 di tempat peristirahatannya di Montreux, Swiss. Salah satu monumen Van Heutsz sampai sekarang masih berada di Bateeiliek dikenal dengan Van Heutsz Bank.

Herry Heriawan dalam diskusi selanjutnya dengan penulis juga menjelasakan bahwa masjid Cut Meutia ini adalah gedung bertingkat pertama yang dibangun di daerah Menteng. Pada zaman pendudukan Jepang, gedung ini dijadikan Markas Besar Angkatan Laut. Paska kemerdekaan gedung kolonial Belanda ini dijadikan kantor Wali kota Jakarta Pusat. Pada 1966 dijadikan Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dibawah pimpinan Abdul Haris Nasution. Setelah MPRS pindah ke Gedung MPRRI-DPRRI Senayan gedung ini dijadikan rumah ibadah setelah dipindahtangankan kepada anggkatan 66 yonif Yo Sudarso. Baru pada tahun 1987dengan SK gubernur no. 5184/1987 gedung peninggalan kolonial ini, resmi menjadi masjid Cut Meutia sempena nama seorang pahlawan nasional yang dikejar kejar oleh pasukan Van Heutsz dulunya.

Pada 1984, Masjid Cut Meutia  dilakukan renovasi besar-besaran. Untuk memberikan kesan luas, sebagian anak tangga dipotong dan dipindahkan keluar. Selain itu arah kiblat dimiring 15 derajat ke arah kanan. Tempat imam di Masjid Cut Meutia terpisah dari tempat mimbar. Menurut Pak Herry tidak ada dalil yang menyatakan mihrab dan mimbar yang harus berdampingan. Genteng yang semula sirap diganti menjadi genting beglazur. Lantai pun dipasangi marmer. Semula Masjid Cut Meutia tidak mempunyai halaman ataupun tempat parkir. Namun atas usaha Edi Nala Praya, Wakil Gubernur DKI Jakarta (1984-1987), taman yang berada di depan Masjid Cut Meutia yang semula milik dinas pertaman, dibagi menjadi sehingga Masjid Cut Meutia pun mempunyai halaman.

Inilah sekelumit kisah masjid Cut Meutia yang berada dikawasan Menteng, Jakarta, semoga dengan penamaan Cut Meutia pada masjid ini, akan dapat mengenang kisah perjuangan Cut Meutia yang syahid ditangan pasukan marsose yang dipimpin W.J. Mosselman pada 25 Oktober 1910. Pemberian nama gedung yang pernah menjadi kantor Van Heutsz ini menjadi masjid Cut Meutia dapat menjadi renungan bagi generasi kini dan kedepan untuk tidak melupakan jasa jasa para syuhada yang telah mengorbankan dirinya, hartanya demi berjuang untuk negeri dan agamanya. Al-fatihah.[]

Tags: AcehCut Meutiamasjid
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Dr. M. Adli Abdullah, SH, MCL

Dr. M. Adli Abdullah, SH, MCL

Staf Khusus Bidang Hukum Adat Menteri ATR/BPN Republik Indonesia.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

July 30, 2026
LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

July 29, 2026
Setelah Panggung Dibongkar

Setelah Panggung Dibongkar

July 28, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Ajakan Terbuka Menulis untuk Rubrik Seni SagoeTV.com

Ajakan Terbuka Menulis untuk Rubrik Seni SagoeTV.com

July 6, 2025
Calvin Ho

Pariwisata Tanpa Kedaulatan: Skandal Struktural dari Bali dan Pelajaran bagi Aceh

July 30, 2026
Balai Bahasa Aceh Hadirkan Pojok Buku Profesor Sulaiman Tripa, Wujud Pelestarian Karya dan Penguatan Literasi

Balai Bahasa Aceh Hadirkan Pojok Buku Profesor Sulaiman Tripa, Wujud Pelestarian Karya dan Penguatan Literasi

July 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Usung “Meutaloe”: Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

July 31, 2026
UIA dan IKDAR Malaysia Resmi Jalin Kerja Sama, Gelar International Guest Lecture

UIA dan IKDAR Malaysia Resmi Jalin Kerja Sama, Gelar International Guest Lecture

July 28, 2026

EDITOR'S PICK

Memberi Ruh pada Mesin: Navigasi Baru Sarjana Seni Aceh

Memberi Ruh pada Mesin: Navigasi Baru Sarjana Seni Aceh

March 20, 2026
USK Beri Pendampingan Pendidikan Anak Pengungsi Bencana, Prioritaskan Pemulihan Psikososial

USK Beri Pendampingan Pendidikan Anak Pengungsi Bencana, Prioritaskan Pemulihan Psikososial

December 12, 2025
Kemenag Aceh Kerahkan Relawan Bersihkan Masjid dan Madrasah Terdampak Banjir

98 Persen Masjid dan Musala Terdampak Banjir di Aceh Kembali Berfungsi

February 8, 2026
Fenomena Gen Z dan Tantangan Dakwah di Era Digital

Fenomena Gen Z dan Tantangan Dakwah di Era Digital

March 1, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.