• Tentang Kami
Tuesday, September 15, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Masjid Cut Meutia Jakarta

Dr. M. Adli Abdullah, SH, MCL by Dr. M. Adli Abdullah, SH, MCL
March 20, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Masjid Cut Meutia Jakarta
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M Adli Abdullah
Dosen Universitas Syiah Kuala, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Pada suatu kesempatan, saya shalat dhuhur di masjid cut Meutia, Menteng Jakarta, suasana beribadah di masjid ini terasa tenang dan nyaman walaupun bentuknya tidak seperti masjid biasa yang berkubah, tetapi seperti bentuk gedung peninggalan kolonial. Hal inilah yang menyebabkan saya ingin tahu untuk menelusuri sejarah masjid yang diberi nama Cut Meutia pahlawan nasional dari Aceh ini.

BACA JUGA

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Setelah salat, saya beristirahat di dalam masjid, maklum habis makan siang di warung samping masjid, jadi kekenyangan. Tanpa sengaja saya duduk dan beriktikaf ada seorang lelaki separuh baya, langsung saya dampingi dan memperkenal diri. Nama beliau H Herry Heriawan, rupanya beliau kepala pengurus harian Madjid Cut Meutia ini.

Sejarah masjid ini menurut pak Herry,  cukup panjang rupanya. Masjid yang berlokasi  Jl. Taman Cut Meutia No.1, Menteng, Jakarta Pusat, awalnya adalah kantor NV De Bouwpleg, kantor para arsitek Belanda. Dulunya, menurut pak Herry, bangunan ini selain dijadikan kantor para arsitek, juga pernah dijadikan kantor Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada masa Jenderal Johannes Benedictus van Heutsz (1851-1924), sebelum dibangun Istana Negara, tempat presiden RI sekarang.

Jenderal  van Heutsz ini, tidak asing dalam sejarah perang Aceh Belanda. Dia lahir pada tanggal 3 Februari 1851 di Coevorden, Belanda memimpin genocida pembunuhan  rakyat Aceh, mulai di Bateeiliek, sampai ke pedalaman dataran tinggi Gayo. Dia dikirim ke Aceh sebagai subaltern (bawahan) pada tahun 1873 dan memperoleh promosi dengan cepat. Kemudian ketika tahun 1887, memperoleh kenaikan pangkat menjadi kepala staf, dan selanjutnya tahun 1899, Van Heutsz diangkat sebagai gubernur militer dan sipil Aceh yang harus menghadapi perang Aceh (1898–1903). Atas prestasinya membantai rakyat Aceh, dia dianugerahi jabatan tertinggi di Hindia Belanda (Indonesia sekarang), Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1904 sd 1909 menggantikan W. Rooseboom (1898–1904). Van Heutsz mati pada 10 Juli 1924 di tempat peristirahatannya di Montreux, Swiss. Salah satu monumen Van Heutsz sampai sekarang masih berada di Bateeiliek dikenal dengan Van Heutsz Bank.

Herry Heriawan dalam diskusi selanjutnya dengan penulis juga menjelasakan bahwa masjid Cut Meutia ini adalah gedung bertingkat pertama yang dibangun di daerah Menteng. Pada zaman pendudukan Jepang, gedung ini dijadikan Markas Besar Angkatan Laut. Paska kemerdekaan gedung kolonial Belanda ini dijadikan kantor Wali kota Jakarta Pusat. Pada 1966 dijadikan Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dibawah pimpinan Abdul Haris Nasution. Setelah MPRS pindah ke Gedung MPRRI-DPRRI Senayan gedung ini dijadikan rumah ibadah setelah dipindahtangankan kepada anggkatan 66 yonif Yo Sudarso. Baru pada tahun 1987dengan SK gubernur no. 5184/1987 gedung peninggalan kolonial ini, resmi menjadi masjid Cut Meutia sempena nama seorang pahlawan nasional yang dikejar kejar oleh pasukan Van Heutsz dulunya.

Pada 1984, Masjid Cut Meutia  dilakukan renovasi besar-besaran. Untuk memberikan kesan luas, sebagian anak tangga dipotong dan dipindahkan keluar. Selain itu arah kiblat dimiring 15 derajat ke arah kanan. Tempat imam di Masjid Cut Meutia terpisah dari tempat mimbar. Menurut Pak Herry tidak ada dalil yang menyatakan mihrab dan mimbar yang harus berdampingan. Genteng yang semula sirap diganti menjadi genting beglazur. Lantai pun dipasangi marmer. Semula Masjid Cut Meutia tidak mempunyai halaman ataupun tempat parkir. Namun atas usaha Edi Nala Praya, Wakil Gubernur DKI Jakarta (1984-1987), taman yang berada di depan Masjid Cut Meutia yang semula milik dinas pertaman, dibagi menjadi sehingga Masjid Cut Meutia pun mempunyai halaman.

Inilah sekelumit kisah masjid Cut Meutia yang berada dikawasan Menteng, Jakarta, semoga dengan penamaan Cut Meutia pada masjid ini, akan dapat mengenang kisah perjuangan Cut Meutia yang syahid ditangan pasukan marsose yang dipimpin W.J. Mosselman pada 25 Oktober 1910. Pemberian nama gedung yang pernah menjadi kantor Van Heutsz ini menjadi masjid Cut Meutia dapat menjadi renungan bagi generasi kini dan kedepan untuk tidak melupakan jasa jasa para syuhada yang telah mengorbankan dirinya, hartanya demi berjuang untuk negeri dan agamanya. Al-fatihah.[]

Tags: AcehCut Meutiamasjid
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Dr. M. Adli Abdullah, SH, MCL

Dr. M. Adli Abdullah, SH, MCL

Staf Khusus Bidang Hukum Adat Menteri ATR/BPN Republik Indonesia.

Related Posts

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali
Artikel

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

by SAGOE TV
September 10, 2026
Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

September 11, 2026
Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

September 11, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

September 10, 2026
Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

September 12, 2026
Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

September 12, 2026
Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

September 11, 2026
Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

September 12, 2026
Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

September 14, 2026
Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

September 11, 2026

EDITOR'S PICK

Ketika Istana Negara Tenggelam

Ketika Istana Negara Tenggelam

December 15, 2025
Gas Raksasa Andaman: Titipan Damai, Harapan Sejahtera untuk Aceh

Gas Raksasa Andaman: Titipan Damai, Harapan Sejahtera untuk Aceh

June 16, 2026
Pemain Asal Aceh Siap Berikan yang Terbaik untuk Bhayangkara FC di Final Liga 2 Lawan PSIM

Pemain Asal Aceh Siap Berikan yang Terbaik untuk Bhayangkara FC di Final Liga 2 Lawan PSIM

February 25, 2025
Detik-detik Puluhan Tahanan Kabur dari Lapas Kutacane Aceh Tenggara

Detik-detik Puluhan Tahanan Kabur dari Lapas Kutacane Aceh Tenggara

March 11, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.