MEUREUDU | SAGOE TV – Universitas Syiah Kuala memulai pembangunan Meunasah USK sekaligus meluncurkan program Ramadhan Ceria bagi warga penyintas banjir di Pidie Jaya. Program yang berlangsung hingga 6 Maret ini tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan, tetapi juga trauma healing untuk anak-anak serta dukungan ekonomi bagi masyarakat yang masih berupaya bangkit pascabencana.
Bertempat di Desa Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Rektor USK Prof Marwan, meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Meunasah USK sekaligus membuka program “Ramadhan Ceria Bersama Penyintas” pada Sabtu (28/2/2026).
Prof Marwan menegaskan bahwa peran universitas tidak boleh berhenti di dalam ruang kelas atau laboratorium riset semata. Menurutnya, USK memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah penderitaan rakyat.
“USK bukan sekadar institusi akademik, tetapi juga pilar solidaritas sosial. Pembangunan Meunasah ini adalah bukti komitmen kami dalam penguatan nilai kemanusiaan. Melalui Rumah Amal Masjid Jamik USK, kami berikhtiar memastikan bantuan menyentuh akar rumput,” ujarnya di hadapan warga dan tokoh masyarakat.
Berdasarkan laporan kurasi dana, Program Dana Solidaritas Umat yang dikelola Rumah Amal USK telah menjangkau 213 desa di 61 kecamatan pada 14 kabupaten/kota di Aceh. Dukungan yang diberikan sangat komprehensif, meliputi penyediaan filter air bersih, sumur bor, pembersihan fasilitas publik, pemasangan panel surya, hingga dukungan tim medis dan dapur umum.
Hingga saat ini, dana yang terkumpul mencapai Rp3,17 miliar, dengan total penyaluran sebesar Rp2,21 miliar. Rektor USK menggarisbawahi bahwa setiap rupiah yang disalurkan dikelola dengan prinsip akuntabilitas tinggi agar kepercayaan donatur tetap terjaga.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, memberikan apresiasi mendalam atas konsistensi USK. Ia menilai pembangunan rumah ibadah ini merupakan simbol kebangkitan spiritual warga.
“Pembangunan Meunasah ini bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, melainkan momentum sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk memulihkan kesejahteraan warga pascabanjir. Kami siap mendukung penuh agar program Ramadhan Ceria ini memberikan dampak yang berkelanjutan,” kata Munawar.
Tak hanya fokus pada aspek spiritual, USK juga membawa misi pemberdayaan ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, tim USK menyerahkan paket alat produksi makanan fungsional kepada warga.
Bantuan berupa mesin pengolah kedelai dan tempe, lemari penyimpanan, serta kompor industri diharapkan menjadi modal awal bagi warga untuk membangun kemandirian ekonomi secara mandiri.
Meunasah USK di Desa Dayah Usen ini nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter dan ruang sosial bagi masyarakat. []




















