TAMIANG | SAGOE TV – Suasana pagi Lebaran 2026 di kawasan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang terasa berbeda tahun ini. Presiden Prabowo Subianto hadir dan menunaikan shalat Idulfitri 1447 Hijriah bersama warga penyintas yang tinggal di lokasi tersebut.
Prabowo tiba di Aceh Tamiang menggunakan helikopter kepresidenan dari Sumatra Utara dan mendarat di Lapangan Yonif 111/Karma Bhakti. Kehadiran Presiden bersama rombongan disambut langsung oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh.
Dari lokasi pendaratan, Presiden bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah langsung menuju Masjid Darussalam yang berada di kawasan huntara untuk melaksanakan Shalat Idulfitri berjamaah.
Setibanya di lokasi, Presiden bergabung bersama sekitar 1.300 jemaah untuk mengikuti rangkaian ibadah yang diawali dengan takbir dan tahmid. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan terasa sejak awal pelaksanaan ibadah di lingkungan masjid yang berada di kawasan hunian tersebut.
Shalat Idulfitri dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan imam Tengku Junaidi. Usai pelaksanaan shalat, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah Idulfitri yang disampaikan oleh Zulkhaizir.
Dalam khutbahnya yang bertema “Makna Idulfitri sebagai Wadah Menyatukan Hati, Menguatkan Negeri dalam Iman dan Taqwa (Pascabencana Alam)”, khatib mengajak jemaah untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum bangkit dari duka, memperkuat kesabaran dan tawakal dalam menghadapi musibah, serta mengambil hikmah dari setiap ujian yang dihadapi.
Khatib juga menekankan pentingnya mempererat ukhuwah dan silaturahmi sebagai kekuatan sosial dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana, serta menjadikan doa dan istighfar sebagai penguat dalam menghadapi kesulitan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan halalbihalal antara Presiden dan seluruh jemaah Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, turut dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan warga berupa perlengkapan ibadah, Al-Qur’an, dan pakaian. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat huntara dan warga sekitar, dengan total paket yang disiapkan mencapai sekitar 7.000 paket. []




















