JAKARTA | SAGOE TV – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama membuka seleksi calon Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI 2026. Pendaftaran terbuka untuk umum hingga 10 Mei 2026 dan dilakukan secara digital melalui sistem e-MTQ.
MTQ Nassional XXXI akan berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada September 2026.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa seleksi terbuka ini menjadi bagian dari langkah strategis Kementerian Agama dalam mendorong reformasi tata kelola MTQ nasional, khususnya pada aspek perhakiman. Tujuannya, agar proses seleksi dewan hakim semakin transparan, profesional, dan akuntabel, sekaligus merespons tuntutan publik akan penyelenggaraan MTQ yang lebih terbuka dan kredibel.
Menurut Abu Rokhmad, Dewan Hakim memiliki peran sentral dalam menjaga kualitas, objektivitas, dan kredibilitas MTQ sebagai ajang nasional. “Perhakiman adalah jantung integritas MTQ. Karena itu, proses rekrutmen Dewan Hakim harus dilakukan secara terbuka, berbasis kompetensi, dan bebas dari intervensi,” ujarnya dilansir laman resmi Kemenag, Senin (27/4/2026).
Rekrutmen Terbuka dan Partisipatif
Kementerian Agama memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada publik melalui mekanisme usulan dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), Pondok Pesantren, Lembaga Pendidikan Islam, dan Organisasi Kemasyarakatan Islam.
Setiap calon yang diusulkan wajib memenuhi persyaratan administratif dan kompetensi, antara lain:
1. Surat rekomendasi lembaga pengusul
2. Surat keterangan sehat
3. Sertifikat sebagai Dewan Hakim tingkat provinsi sesuai cabang yang diusulkan
4. Sertifikat pelatihan Dewan Hakim
5. Sertifikat/syahadah keilmuan sesuai cabang yang diusulkan
6. Sertifikat kejuaraan MTQ (jika ada)
7. Pengisian biodata dan unggah dokumen melalui aplikasi e-MTQ
Sebagaimana tertuang dalam surat Ditjen Bimas Islam, seluruh proses dilakukan secara digital melalui sistem e-MTQ guna memastikan keterbukaan dan kemudahan akses bagi seluruh peserta dari berbagai daerah.
Berbasis Sistem dan Tahapan Seleksi Terukur
Proses seleksi dilakukan secara berjenjang dan objektif, meliputi:
- Verifikasi administrasi
- Penilaian kompetensi dan rekam jejak
- Penetapan Dewan Hakim oleh otoritas yang berwenang.
- Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap Dewan Hakim yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas keilmuan, pengalaman, serta integritas moral yang tinggi.
Jadwal Pendaftaran
Pendaftaran dibuka mulai 6 April hingga 10 Mei 2026. Seluruh dokumen persyaratan diunggah dengan mengklik: Pendaftaran Seleksi Calon Dewan Hakim MTQ Nasional 2026
Komitmen Reformasi Tata Kelola MTQ
Langkah rekrutmen terbuka ini menandai arah baru penyelenggaraan MTQ yang lebih modern dan kredibel, dengan prinsip:
- Transparansi dalam proses seleksi
- Objektivitas dalam penilaian
- Profesionalitas Dewan Hakim
- Akuntabilitas kepada publik
- Kementerian Agama menegaskan bahwa daftar Dewan Hakim terpilih akan diumumkan secara terbuka sebagai bagian dari komitmen terhadap keterbukaan informasi publik.
“MTQ tidak hanya tentang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga tentang menghadirkan tata kelola yang mencerminkan nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan amanah,” ujar Abu Rokhmad.[]




















