BANDA ACEH | SAGOE TV – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Ar-Raniry menggelar pelatihan penanganan kasus kekerasan seksual bagi pendamping Unit Layanan Terpadu (ULT) dan civitas akademika.
Kegiatan yang digelar di ruang pertemuan LP2M UIN Ar-Raniry, Rabu (29/4/2026), bertujuan memperkuat kapasitas internal kampus dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan seksual.
Ketua PSGA UIN Ar-Raniry, Dr Nashriyah MA, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif.
“Pendamping perlu dibekali keterampilan praktis agar setiap laporan dapat ditangani secara responsif, profesional, dan berpihak pada korban,” ujarnya.
Ia menambahkan, kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi kerap dipengaruhi oleh ketimpangan relasi kuasa, sehingga membutuhkan penanganan yang sistematis dan sensitif terhadap korban.
“Kampus harus menjadi ruang aman bagi seluruh civitas akademika dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” kata dia.
Pelatihan ini diikuti 20 peserta yang terdiri dari anggota Satuan Tugas (Satgas) serta pendamping Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan kampus.
Sejumlah narasumber turut dihadirkan, di antaranya Ketua UPTD PPA Kota Banda Aceh Nurmiati SP MKM dan Ketua ULT PPKS UIN Ar-Raniry Dr Khairani MAg.
Materi pelatihan mencakup tahapan penanganan kasus, evaluasi sistem yang telah berjalan, serta praktik berbasis pengalaman lapangan.
Melalui pelatihan ini, PSGA UIN Ar-Raniry menargetkan peningkatan kapasitas pendamping dalam menangani kasus secara komprehensif serta mendorong terciptanya lingkungan kampus yang responsif gender dan bebas dari kekerasan seksual.[]




















