BANDA ACEH | SAGOE TV – Kolaborasi lintas disiplin mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tiga mahasiswa USK berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Video Kampanye #SatSetLawanMisDis yang diselenggarakan oleh UNICEF Indonesia.
Pengumuman pemenang berlangsung pada puncak Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Universitas Indonesia (UI), Sabtu (2/5). Lomba #SatSetLawanMisDis merupakan lomba konten kreatif anak muda untuk membedah mis/disinformasi imuniasasi berdasarkan data.
Tim tuan rumah dari UI meraih juara pertama, sementara USK menempati posisi kedua setelah bersaing dengan berbagai universitas ternama di Indonesia.
Tim USK terdiri dari Arita Yuda Katiara Rizki (Ilmu Keperawatan), Fikrul Azka (Ilmu Komunikasi), dan Firdaus Ariansyah (Teknik Sipil). Di hadapan dewan juri di Aula Sidang UI, mereka mempresentasikan karya yang menggabungkan validitas data kesehatan dengan pendekatan komunikasi kreatif.
Arita menjelaskan, ide utama kampanye mereka lahir dari keresahan terhadap maraknya misinformasi di masyarakat, khususnya terkait imunisasi.
“Kami menyoroti ironi di masyarakat yang lebih mengkhawatirkan demam ringan pasca-imunisasi, daripada risiko nyata serangan polio yang meningkat dua kali lipat. Data inilah yang kami kemas agar lebih mudah diterima publik,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Sagoe TV di Banda Aceh, Selasa (4/5).
Untuk menjawab tantangan tersebut, Fikrul mengusung strategi edutainment dengan teknik mirroring—menggambarkan kepanikan orang tua secara jujur melalui pendekatan parodi.
“Kami percaya setiap karya harus punya dampak. Bukan sekadar tontonan, tetapi mampu menginspirasi perubahan perilaku,” kata Fikrul.
Dari sisi capaian, Firdaus mengungkapkan bahwa video kampanye mereka berhasil menjangkau 14.173 tayangan dengan total waktu tonton mencapai 107.908 detik. Bahkan, 97 persen audiens menyatakan setuju akan pentingnya imunisasi setelah menyaksikan video tersebut.
“Target kami adalah menembus kebisingan informasi di media sosial. Dengan total 107.908 detik waktu tonton dan 97 persen audiens yang setuju akan pentingnya imunisasi setelah menonton, kami yakin strategi ini efektif menjangkau generasi muda,” ujarnya.[]




















