BANDA ACEH | SAGOE TV — Jumlah pengangguran di Aceh mencapai 157,48 ribu orang pada Mei 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 1.000 orang dibandingkan Februari 2026.
Data tersebut berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh. Kondisi ketenagakerjaan ini disampaikan Kepala BPS Provinsi Aceh Agus Andria dalam konferensi pers di Banda Aceh, Rabu, 5 Agustus 2026.
BPS mencatat jumlah penduduk usia kerja di Aceh pada Mei 2026 mencapai 4,20 juta orang, meningkat dibandingkan Februari 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2,67 juta orang masuk dalam angkatan kerja, sedangkan 1,53 juta orang tergolong bukan angkatan kerja.
“Komposisi angkatan kerja pada Mei 2026 terdiri atas 2,52 juta orang penduduk yang bekerja dan sekitar 157 ribu orang merupakan pengangguran,” kata Agus.
Jika dibandingkan dengan Februari 2026, jumlah penduduk yang bekerja bertambah sekitar 15 ribu orang. Namun, pada saat yang sama, jumlah pengangguran juga meningkat sekitar 1.000 orang.
TPT Aceh Capai 5,89 Persen
Kondisi tersebut turut tercermin dalam Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh yang mencapai 5,89 persen pada Mei 2026.
“TPT hasil Sakernas Mei 2026 sebesar 5,89 persen. Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar lima hingga enam orang yang penganggur,” jelas Agus.
Berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki tercatat sebesar 6,17 persen, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang berada di angka 5,41 persen.
Tingkat pengangguran di wilayah perkotaan juga masih lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan.
Di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Aceh pada Mei 2026 mencapai 63,59 persen, meningkat dibandingkan Februari 2026.
TPAK laki-laki tercatat sebesar 80,74 persen, sedangkan perempuan sebesar 46,50 persen.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Aceh.
Sektor tersebut menampung 39,31 persen penduduk yang bekerja. Berikutnya, sektor perdagangan besar dan eceran menyerap 14,77 persen, sementara sektor industri sebesar 7,12 persen.
Berdasarkan status pekerjaan, penduduk bekerja paling banyak berstatus buruh, karyawan, atau pegawai, dengan proporsi mencapai 33,07 persen.
Namun, struktur ketenagakerjaan Aceh masih didominasi sektor informal. BPS mencatat sebanyak 62,12 persen penduduk bekerja berada di sektor informal, sedangkan pekerja formal sebesar 37,88 persen.
Dari sisi pendidikan, penduduk bekerja di Aceh masih didominasi oleh mereka yang memiliki pendidikan terakhir SMA.
“Pada Mei 2026, penduduk bekerja masih didominasi oleh tamatan SMA, yaitu sebesar 36,76 persen. Sementara penduduk bekerja tamatan sarjana (D IV/S1 ke atas) sebesar 14,16 persen,” ujar Agus.




















