BANDA ACEH | SAGOE TV – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tim Z-DNA dari Program Studi Biologi USK meraih Grand Champion, Best Paper, dan Silver Medal dalam INTERVAL International Essay & Research Festival 2026 di Malaysia melalui inovasi yang memadukan potensi mangrove dan limbah cangkang udang.
Tim Z-DNA mahasiswa USK tersebut diketuai Cut Dhinie Decita dengan anggota Naja Luthfia Nuha, Siti Sayanali, Cut Azkia Salsabila, dan Nadinda Jasmine Yovanca. Mereka didampingi dosen pembimbing Imelda Maelani, M.Si.
Tim Z-DNA berhasil menarik perhatian dewan juri melalui karya ilmiah berjudul “MANGROVANCE: Synergizing Mangrove Symbiotic Bacterial Metabolites and Shrimp Shell Waste-Based Chitosan as a Sustainable Antibiotic Adjuvant Strategy Against Antimicrobial Resistance.”
Karya tersebut mengangkat inovasi yang memadukan potensi ekosistem mangrove dengan limbah cangkang udang untuk merespons tantangan resistensi antimikroba atau antimicrobial resistance (AMR).
Padukan Bakteri Mangrove dan Limbah Cangkang Udang
Cut Dhinie Decita menjelaskan, gagasan MANGROVANCE berangkat dari tantangan kesehatan global akibat meningkatnya ancaman resistensi antimikroba. Persoalan tersebut kemudian dipadukan dengan potensi sumber daya pesisir yang tersedia di lingkungan lokal.
“Karya kami membahas MANGROVANCE, yaitu strategi antibiotic adjuvant yang menggabungkan metabolit bioaktif dari bakteri yang berasosiasi dengan mangrove dengan kitosan yang berasal dari limbah cangkang udang,” ujar Cut Dhinie dalam keterangan tertulis, Selasa, 22 September 2026.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendukung efektivitas antibiotik konvensional yang telah tersedia. MANGROVANCE juga mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya pesisir dan limbah perikanan agar memiliki nilai guna lebih tinggi.
Secara teknis, MANGROVANCE mengintegrasikan dua komponen utama. Metabolit bioaktif dari bakteri yang berasosiasi dengan mangrove dimanfaatkan sebagai komponen aktif untuk melawan mikroorganisme, sedangkan kitosan dari cangkang udang digunakan sebagai bahan pembawa (carrier) untuk mendukung stabilitas dan penghantaran senyawa aktif.
“Alih-alih hanya berfokus pada penemuan antibiotik baru yang memakan waktu panjang, MANGROVANCE menawarkan pendekatan alternatif untuk mendongkrak efektivitas antibiotik yang telah tersedia melalui pemanfaatan senyawa bioaktif berbasis bahan alami,” jelasnya.
Selain mengangkat persoalan kesehatan, inovasi tersebut juga membawa konsep keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan circular bioeconomy.
Pemanfaatan limbah cangkang udang sebagai bahan kitosan dan biodiversitas kawasan pesisir menjadi bagian dari gagasan tersebut. Pendekatan ini menghubungkan riset kesehatan dengan pemanfaatan sumber daya lokal dan pengelolaan limbah.
Prestasi Tim Z-DNA dalam ajang internasional tersebut sekaligus menunjukkan upaya mahasiswa USK dalam mengembangkan gagasan riset yang menghubungkan isu kesehatan, potensi pesisir, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan.




















