• Tentang Kami
Friday, November 6, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Melihat Indigenous Knowledge: Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

SAGOE TV by SAGOE TV
November 4, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Melihat Indigenous Knowledge Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Azril Ihksan
Sekretaris Pengurus Yayasan Genta Seni Jauhari (GSJ) & Anggota Sekretariat Bersama Sustainable Platform for Aceh Society (SPS)

Jauh sebelum satelit pemantau iklim mengorbit bumi atau algoritma komputer memprediksi arah badai, manusia telah lama berteman mesra dengan alam. Di pesisir barat Nusantara, masyarakat Aceh mengeja tanda-tanda alam melalui tradisi bernilai tinggi yang dikenal sebagai Keuneunong. Pengetahuan tradisional ini menjadi navigasi kehidupan, pedoman bercocok tanam, hingga penentu saat yang aman untuk mengarungi samudera.

​Menariknya, kecerdasan ekologis serupa juga berdenyut di belahan bumi selatan. Suku Aborigin di Australia telah puluhan ribu tahun membaca bentang alam mereka yang keras melalui sistem penanggalan musim alami. Kedua budaya ini terpisahkan oleh ribuan mil lautan membuktikan universal truth: alam adalah guru terbaik jika manusia tahu cara mendengarkannya.

BACA JUGA

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

Saat Berhemat Tak Lagi Menyelesaikan Masalah

​“Alam bukan hanya tempat manusia hidup, tetapi juga sumber ilmu yang memberikan petunjuk bagi kehidupan.”

​Indigenous Knowledge dari Masyarakat Aceh

​Orang Aceh selalu menyusun ramalan musim berdasarkan kalender Aceh yang disebut “keûneunöng” atau “keùnöng” artinya pertemuan antara benda angkasa satu dengan lainnya (MAA, 2025). Secara harfiah dan praktis, Keuneunong adalah manifestasi sistem Pengetahuan Ekologis Tradisional (Traditional Ecological Knowledge / TEK) yang diwariskan secara lintas generasi di Aceh. Masyarakat tradisional tidak sekadar melihat cuaca sebagai peristiwa kebetulan, melainkan sebagai sebuah bahasa yang terstruktur.

​Untuk membaca musim, masyarakat Aceh mengamati berbagai sinyal makrokosmos dan mikrokosmos secara cermat:

​Siklus Langit: Pergerakan posisi matahari dan pergeseran fase bulan digunakan untuk menentukan ritme waktu makro serta perhitungan pasang-surut air laut.

​Atmosfer & Angin: Arah embusan angin serta bentuk formasi awan menjadi penanda meteorologis harian untuk memprediksi badai laut atau masa kemarau panjang.

​Bio-Indikator Alam: Perilaku fauna yang tak biasa, kedatangan burung migran, hingga munculnya tunas pada tumbuhan tertentu menjadi indikator biologis yang mengodekan tibanya musim tanam.

​Aplikasi Keuneunong sangat terasa dalam menjamin ketahanan pangan dan keselamatan jiwa. Bagi para petani, Keuneunong menentukan waktu tanam padi yang presisi agar terhindar dari musim kering hebat atau serangan hama musiman. Bagi nelayan, pengetahuan ini menjadi kompas alami (Nature Compass) untuk melaut dengan aman, membaca arah arus, dan menemukan titik berkumpulnya ikan di lautan lepas.

​Indigenous knowledge dari Suku Aborigin Australia

​Jika kita melangkah ke benua Australia, Suku Aborigin seperti masyarakat Yolngu di pesisir utara atau Dharawal di wilayah timur memiliki filosofi yang beriringan dengan Keuneunong. Mereka tidak membagi satu tahun ke dalam empat musim kaku ala Eropa. Sebaliknya, mereka membagi tahun berdasarkan lima hingga enam siklus ekologis yang ditandai oleh perubahan perilaku alam.

​Sistem penanggalan ekologis Aborigin sangat bergantung pada bio-indikator lokal yang mirip dengan prinsip Keuneunong di Aceh. Sebagai contoh, ketika bunga Warrigal mulai bermekaran di Australia timur, masyarakat adat tahu bahwa angin barat yang kencang akan segera berembus dan ikan-ikan pesisir berkumpul di muara. Penandaan berbasis indikator biologis ini sejajar dengan kepiawaian nelayan Aceh yang membaca pergerakan musim ikan melalui pola awan dan penanda alam lokal.

​Selain itu, kedua tradisi ini memiliki kesamaan dalam memandang alam. Jika Keuneunong menempatkan alam sebagai sumber ilmu, Suku Aborigin memegang konsep spiritual Country dan Dreamtime, di mana tanah leluhur dipandang sebagai entitas hidup yang bernyawa dan harus dirawat bersama.  Tidak ada satu pun kalender Yolngu yang bisa dijadikan acuan mutlak. Apa yang disajikan di sini hanyalah sebuah pengetahuan lama dan kolektif untuk memetakan dan mengukur siklus pergantian musim mereka (Hatfield-Dodds, 2016).

Two types of Indigenous knowledge sebagai Etika Ekologis

​Di era modern yang ditandai oleh krisis iklim global dan cuaca ekstrem yang makin sulit diprediksi, keberadaan kearifan lokal seperti Keuneunong dan sistem TEK Aborigin bukan sekadar nostalgia masa lalu. Keduanya menyimpan potensi saintifik yang sangat besar.

​Sains iklim modern makin menyadari pentingnya mengintegrasikan pengamatan lokal bernilai ratusan tahun ini ke dalam sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat. Lebih dari itu, Keuneunong dan tradisi Aborigin mengajarkan sebuah etika moral dasar: manusia bukanlah penguasa alam yang bebas mengeksploitasi tanpa batas, melainkan bagian dari jaringan kehidupan yang harus bersikap arif dan selaras dengan semesta.

Referensi Pendukung:

Hatfield-Dodds, Z. (2016). Integrating understandings of a Yolngu seasonal calendar: A cross-disciplinary exploration of Scientific and Indigenous Seasonal Knowledge in North East Arnhem Land, Australia [Honours Thesis, Australian National University]. https://zhd.dev/_static/ZHD-Yolngu-seasons-thesis.pdf

​Majelis Adat Aceh (MAA). (2025). Keuneunong: Musim dan Takaran. Pemerintah Aceh. https://maa.acehprov.go.id/berita/kategori/pusaka-dan-khasanah-aceh/keuneunong-musim-dan-takaran

Tags: AboriginAcehAustraliaIndigenous KnowledgeKalenderKeuneunongPengetahuanTradisional
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan
Opini

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

by SAGOE TV
November 2, 2026
Saat Berhemat Tak Lagi Menyelesaikan Masalah
Opini

Saat Berhemat Tak Lagi Menyelesaikan Masalah

by SAGOE TV
November 2, 2026
Ari J. Palawi
Opini

Banda Aceh, Kota yang Bisa Dicari Orang untuk Belajar

by SAGOE TV
October 23, 2026
Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam
Opini

Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah: Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam

by SAGOE TV
October 21, 2026
Negeri Hahaha Hihihi
Opini

Negeri Hahaha Hihihi

by SAGOE TV
October 20, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Komite MIN 13 Aceh Besar Diminta Hadirkan Generasi Sehat

Komite MIN 13 Aceh Besar Diminta Hadirkan Generasi Sehat

November 4, 2026
Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

November 3, 2026
Tgk Faisal Ali Anggota Majelis Masyayikh

Tgk Faisal Ali Dikukuhkan Jadi Anggota Majelis Masyayikh

November 3, 2026
Kendaraan Listrik Makin Diminati

Kendaraan Listrik Makin Diminati

October 31, 2026
Melihat Indigenous Knowledge Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

Melihat Indigenous Knowledge: Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

November 4, 2026
Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

November 2, 2026
Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

November 4, 2026
Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

November 2, 2026
Seungue Lam Kayee, Film Sineas Aceh tentang Ingatan dan Kehilangan Pascabanjir

Seungue Lam Kayee, Film Sineas Aceh tentang Ingatan dan Kehilangan Pascabanjir

November 5, 2026

EDITOR'S PICK

PGRI Aceh Gelar Konferensi Provinsi ke-23

PGRI Aceh Gelar Konferensi Provinsi ke-23

January 14, 2025
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

September 23, 2026
Refleksi 37 Tahun; Jantho Berusia Produktif

Refleksi 37 Tahun; Jantho Berusia Produktif

March 24, 2025
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Islam: Kekuatan Healing Orang Aceh dalam Menghadapi Bencana

December 17, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.