• Tentang Kami
Saturday, October 24, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Banda Aceh, Kota yang Bisa Dicari Orang untuk Belajar

Bagaimana pengalaman Aceh tumbuh menjadi pengetahuan yang bergerak melampaui batas kota.

SAGOE TV by SAGOE TV
October 23, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ari J. Palawi

Ari J. Palawi. Foto: Arsip Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ari J. Palawi
SPS Fellow – Lingkar Wali Sustainable Platform for Society; MACS Team, Sekolah Pascasarjana USK

Ada banyak alasan orang datang ke Aceh. Ada yang ingin melihat laut dan lanskapnya. Ada yang ingin mengenal sejarah, tradisi, dan kehidupan masyarakatnya. Ada pula yang datang untuk belajar di perguruan tinggi.

Saya membayangkan satu kemungkinan yang lebih jauh: orang datang ke Banda Aceh secara khusus karena ingin belajar sesuatu yang hanya bisa mereka temukan di sini.

BACA JUGA

Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah: Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam

Negeri Hahaha Hihihi

Bayangkan mahasiswa yang meneliti ingatan tentang tsunami bersama warga yang mengalaminya. Peneliti yang mempelajari proses perdamaian melalui arsip dan cerita masyarakat. Seniman yang bekerja bersama para pelaku tradisi. Atau mahasiswa dari negara lain yang datang untuk memahami bagaimana sebuah masyarakat merawat pengetahuan, menghadapi perubahan, dan membangun kembali kehidupannya.

Semua itu bukan angan-angan yang harus dimulai dari nol. Bahan belajarnya telah ada di Aceh. Pekerjaan kita adalah membuatnya terhubung, terawat, dan terbuka untuk dipelajari lebih jauh.

Kita punya bahan yang kaya

Banda Aceh memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang besar. BPS Aceh mencatat 75.692 mahasiswa di 30 perguruan tinggi di kota ini pada 2025, dalam cakupan pendataan kementerian terkait. USK melaporkan 37.005 mahasiswa aktif pada semester ganjil 2026/2027. UIN Ar-Raniry melaporkan 22.455 mahasiswa aktif pada November 2025. Angka-angka ini berasal dari periode dan cakupan pelaporan yang berbeda, sehingga tidak tepat dijumlahkan begitu saja.

USK juga melaporkan 131 mahasiswa asing dari 38 negara pada September 2026. Kehadiran mereka memberi gambaran bahwa hubungan pendidikan lintas negara sudah berlangsung. Seberapa jauh Banda Aceh dapat menarik lebih banyak pelajar internasional masih menjadi pertanyaan yang perlu dijawab melalui data dan kerja nyata.

Kita juga memiliki warisan intelektual yang panjang. Hamzah Fansuri dan Abd al-Rauf as-Singkili adalah bagian dari sejarah pemikiran Aceh yang melampaui batas geografis. Tradisi seni, bahasa, pengetahuan lingkungan, dan praktik kehidupan masyarakat menyimpan bahan penelitian yang luas.

UNESCO memasukkan kesenian Saman pada 2011 ke dalam daftar warisan budaya takbenda yang memerlukan pelindungan mendesak. Pengakuan itu membawa pesan penting: pengetahuan budaya perlu terus diwariskan, didokumentasikan, dan diberi ruang untuk berkembang.

Pengalaman konflik, perdamaian, tsunami, dan pemulihan kehidupan masyarakat juga menyimpan banyak pelajaran. Semua itu dapat menjadi sumber penelitian tentang ketahanan sosial, ingatan kolektif, lingkungan, tata kelola bencana, dan perubahan masyarakat. Pengalaman warga perlu diperlakukan dengan hormat. Mereka berhak ikut menentukan bagaimana cerita dan pengetahuan mereka digunakan.

Pengetahuan perlu bergerak

Kita sering menghasilkan kegiatan, karya, penelitian, dan pertemuan. Pertanyaan berikutnya: apa yang bisa diteruskan setelah semuanya selesai?

Sebuah pertunjukan dapat menjadi arsip. Wawancara dapat berkembang menjadi dokumentasi sejarah lisan. Penelitian dapat melahirkan film, pameran, buku, atau karya digital. Pertemuan antara mahasiswa dan komunitas dapat membuka penelitian baru. Hasilnya kemudian digunakan oleh orang lain untuk melanjutkan pekerjaan yang sudah dimulai.

Di sini, seni, penelitian, teknologi, dan kehidupan masyarakat dapat saling menghidupkan. Pendekatan research-creation membuka ruang bagi proses penciptaan untuk ikut membangun pengetahuan. Film, fotografi, pertunjukan, arsip, dan karya kreatif dapat menjadi cara untuk menyelidiki pengalaman manusia, selama prosesnya tetap kritis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Saya tertarik pada gagasan Aceh sebagai Living Laboratory: ruang tempat orang belajar dari kehidupan nyata dan bekerja bersama masyarakat. Istilah ini baru bermakna jika hubungan yang dibangun berlangsung setara. Warga bukan bahan penelitian yang bisa diambil ceritanya lalu ditinggalkan. Mereka adalah mitra yang memiliki suara, hak, dan kepentingan.

Salah satu jalan yang bisa dibangun

Gagasan MACS (Master of Arts in Creative Arts and Cultural Studies) berangkat dari kemungkinan tersebut. Usulan program magister interdisipliner di Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala ini dirancang untuk mempertemukan seni kreatif, studi kebudayaan, dan disiplin lain yang relevan. Arahnya mencakup penelitian dan penciptaan, warisan hidup, teknologi kreatif, serta persoalan sosial dan kebijakan kebudayaan.

MACS masih berada dalam proses institusional. Program ini belum resmi dibuka. Kurikulum, sumber daya, kebutuhan mahasiswa, kemitraan, dan dukungan kelembagaan harus terus dipersiapkan.

Bagi saya, nilai gagasan ini terletak pada peluang yang lebih luas daripada sebuah program studi. Kita dapat membangun hubungan yang lebih kuat antara kampus, komunitas, seniman, lembaga kebudayaan, dan peneliti. MACS bisa menjadi salah satu ruang untuk mengerjakannya, sementara ekosistem belajarnya harus tumbuh bersama banyak pihak.

Yogyakarta, Melbourne, Kyoto, dan Honolulu, Hawai’i, memiliki perjalanan dan kekuatan masing-masing dalam menghubungkan pendidikan dengan kehidupan kota. Banda Aceh punya jalannya sendiri. Kita tidak perlu mengaku sudah berada pada posisi yang sama. Kita perlu membuat alasan yang semakin kuat bagi orang untuk datang, belajar, bekerja bersama, lalu membawa pulang pengetahuan yang mereka peroleh di sini.

Saya ingin melihat Banda Aceh tumbuh ke arah itu. Kota yang pengalaman dan pengetahuannya terus berkembang. Kota yang memberi ruang bagi pertanyaan baru. Kota yang membuat warganya ikut belajar dari tempat mereka hidup.

Bayangkan jika suatu hari orang datang ke Banda Aceh bukan hanya untuk melihat Aceh, tetapi untuk memahami sesuatu bersama orang-orang Aceh. Menurut saya, kemungkinan itu layak kita kerjakan.

Tags: AcehAri J. PalawiBanda AcehBelajarKotaopinipendidikan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam
Opini

Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah: Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam

by SAGOE TV
October 21, 2026
Negeri Hahaha Hihihi
Opini

Negeri Hahaha Hihihi

by SAGOE TV
October 20, 2026
Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa
Opini

Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa?

by SAGOE TV
October 19, 2026
Risnawati Ridwan
Opini

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

by Risnawati binti Ridwan
October 18, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan
Opini

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

by SAGOE TV
October 14, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

KPK Anugerahkan Penghargaan kepada 15 Desa Antikorupsi di Aceh, Ini Daftarnya

KPK Anugerahkan Penghargaan kepada 15 Desa Antikorupsi di Aceh, Ini Daftarnya

October 21, 2026
1,2 Ton Sabu-Sabu Cair Disita di Pidie, 11 Orang Ditangkap Termasuk 2 Warga Tiongkok

1,2 Ton Sabu-Sabu Cair Disita di Pidie, 11 Orang Ditangkap Termasuk 2 Warga Tiongkok

October 23, 2026
Dugaan Penggerebekan Pabrik Sabu-Sabu di Pidie Bikin Warga Terkejut, Polisi Masih di Lokasi

Dugaan Penggerebekan Pabrik Sabu-Sabu di Pidie Bikin Warga Terkejut, Polisi Masih di Lokasi

October 22, 2026
Muhammad Riza Nurdin Direktur Komersial PT PEMA

Muhammad Riza Nurdin Ditunjuk Jadi Direktur Komersial PT PEMA

October 20, 2026
Risnawati Ridwan

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

October 18, 2026
Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

October 18, 2026
Wisuda 227 Lulusan, UIA Beri Hadiah Umrah untuk Prodi S1 Ekonomi Syariah Berpredikat Unggul

Wisuda 227 Lulusan, UIA Beri Hadiah Umrah untuk Prodi S1 Ekonomi Syariah Berpredikat Unggul

October 21, 2026
Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa

Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa?

October 19, 2026
Menag Terima Usulan Penegerian Al-Hilal Sigli, Pemkab Pidie Siapkan Rp3,4 M dan Lahan

Menag Terima Usulan Penegerian Al-Hilal Sigli, Pemkab Pidie Siapkan Rp3,4 M dan Lahan

October 21, 2026

EDITOR'S PICK

Relasi Pertahanan Semesta (Cosmic Defense) dengan ‘Gerobak Pengetahuan’ Lokal di Nusantara

Awal Perkenalan Isaiah Berlin dengan Giambattista Vico

March 24, 2025
Aceh Raih Transportasi Indonesia Award 2026 Berkat Trans Koetaradja dan Program Mudik Gratis

Aceh Raih Transportasi Indonesia Award 2026 Berkat Trans Koetaradja dan Program Mudik Gratis

August 8, 2026
Sektor Film, Gim hingga AI Jadi Fokus Kemnaker-Kemenekraf Ciptakan Peluang Kerja

Sektor Film, Gim hingga AI Jadi Fokus Kemnaker-Kemenekraf Ciptakan Peluang Kerja

June 7, 2026
Koperasi Merah Putih di Aceh Harus Syariah Seutuhnya

Koperasi Merah Putih di Aceh Harus Syariah Seutuhnya

June 19, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.