ACEH TAMIANG | SAGOE TV – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, untuk memastikan proses pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, Jumat (30/1/2026).
Kunjungan ini dilakukan sekitar dua bulan setelah bencana melanda sejumlah wilayah di Aceh Tamiang pada akhir 2025. Pemerintah pusat menilai pemantauan langsung diperlukan guna memastikan tahapan pemulihan, baik fisik maupun sosial, berjalan optimal dan terkoordinasi.
Setibanya di Aceh Tamiang, Wakil Presiden meninjau kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 1 Karang Baru. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan serta kebutuhan sarana dan prasarana pascabencana dapat segera dipenuhi.
Selain sektor pendidikan, Wapres Gibran juga meninjau RSUD Aceh Tamiang guna memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak tetap tersedia dan berfungsi dengan baik. Dari rumah sakit, rombongan melanjutkan kunjungan ke posko pengungsian serta lokasi pembangunan hunian sementara (huntara).
Peninjauan hunian sementara difokuskan pada kesiapan fasilitas dasar bagi penyintas, termasuk akses air bersih, sanitasi, dan keamanan lingkungan, sembari menunggu proses pembangunan hunian tetap.
Kunjungan kerja Wakil Presiden ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kehadiran negara dalam setiap tahapan penanganan bencana. Presiden menginstruksikan agar seluruh kementerian dan pemerintah daerah bersinergi sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran didampingi rombongan terbatas. Ia bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusumah pada pukul 06.30 WIB menuju Medan, sebelum melanjutkan perjalanan ke Aceh Tamiang menggunakan helikopter dan tiba di Lapangan Bima Patra sekitar pukul 09.27 WIB.
Wakil Presiden dijadwalkan kembali ke Jakarta pada hari yang sama. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mengawal pemulihan pascabencana serta memastikan percepatan pembangunan di wilayah terdampak berjalan sesuai target. []



















