• Tentang Kami
Sunday, May 3, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Trump Kalah Tapi Menang

Sahlan Hanafiah by Sahlan Hanafiah
May 17, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Trump Kalah Tapi Menang
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sahlan Hanafiah.
Staf Pengajar Program Studi Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Pemilihan Presiden Amerika baru saja usai. Joe Biden dinyatakan menang.

Biden berhasil mengumpulkan suara electoral college lebih dari 270 sekaligus meraih suara pemilih individu terbanyak atau yang disebut popular vote dengan angka fantastis mencapai 75 juta lebih. Jumlah dukungan sebanyak itu baru pertama kali terjadi dalam sejarah pemilihan presiden Amerika.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Namun kemenangan Joe Biden yang mewakili Partai Demokrat bukan berarti kekalahan Trump. Trump tetap saja dianggap “menang”. Paling tidak ia menang dalam membangun identitas dan ideologi politiknya sekaligus berhasil menyakinkan 71 juta lebih warga Amerika.

Angka dukungan terhadap Trump jauh meningkat dibanding tahun 2016. Waktu itu, Trump hanya meraup 62 juta lebih suara, kalah dari perolehan suara Hillary Clinton yang mencapai 65 juta lebih. Namun suara electoral college Trump lebih tinggi (304 suara) dibanding Hillary Clinton (227 suara) sehingga ia dinyatakan menang.

Banyak pengamat politik menilai, andai wabah virus korona tidak ada, kemenangan Trump pada pemilu 2020 bakal berjalan mulus. Gerakan Black Lives Matter yang dipicu oleh kematian George Floyd di tangan polisi tidak menghalangi dan mengurangi suara Trump. Black Lives Matter hanya menambah antusiasme warga Amerika mendatangi kotak suara.

Pandemi korona lah yang membuat Trump kalah karena menyebabkan ekonomi Amerika terpuruk. Sementara gaya dan sikap politik Trump yang arogan, tungang, klo prip, dan cenderung memecah belah sama sekali tidak mengurangi suara Trump. Bahkan banyak warga Amerika memilih dan memujanya. Disinilah Trump dianggap menang.

Baca Juga:  Pasca Serangan AS dan Israel ke Iran, Indonesia Kaji Ulang Peran di Dewan Perdamaian BoP

Dalam politik Amerika, sosok Trump dianggap unprecedented.  Tingkah laku politik seperti Trump belum pernah terjadi dalam sejarah demokrasi Amerika. Misalnya ia dengan mudah, tanpa beban, secara terbuka menyerang media, menyebut media sebagai penyebar berita bohong.

Trump juga gemar menggunakan twitter dalam menyampaikan pesan dan sikap politiknya. Ia lebih memilih mentwit dibanding berhadapan langsung dengan para wartawan. Baginya wartawan adalah musuh, bukan mitra.

Trump menyebut lawan tanding politik sebagai musuh. Istilah musuh padahal tidak dikenal dalam kamus demokrasi internal Amerika. Kata musuh lebih sering dipakai untuk pihak, organisasi atau negara asing yang mengancam Amerika.

Trump juga memperlakukan politisi Amerika berlatar belakang imigran seperti warga asing. Dalam kampanyenya di kota Moon Township, Pittsburgh, Trump secara terbuka menyebut nama politisi perempuan keturunan Somalia Ilhan Omar. Nama Omar berkali-kali diulang oleh Trump dihadapan pendukungnya untuk menunjukkan bahwa seakan-akan Amerika telah dikuasai oleh politisi asing.

Trump juga dengan santai di atas panggung debat presiden mengolok-olok Joe Biden yang dikenal rajin menggunakan masker pada saat tampil di depan umum. Debat presiden yang biasanya dijadikan ajang adu argumen kebijakan, oleh Trump diturunkan martabatnya menjadi debat kusir.

Terkait virus korona, Trump lebih memilih menggunakan teori konspirasi dengan menyebut virus Cina dibanding mencari solusi bagaimana mencegahnya berdasarkan nasehat ahli kesehatan. Menurutnya virus korona tidak lebih dari flu biasa yang tidak perlu ditakuti berlebihan. Ia juga enggan mengikuti protokol kesehatan misalnya menggunakan masker atau menjaga jarak saat berhadapan dengan pengikutnya.

Dalam hal politik luar negeri, Trump lebih senang berkawan dengan negara-negara yang dikenal suka melakukan pelanggaran HAM. Kasus pelanggaran HAM yang dilakukan oleh negara seperti Myanmar, Cina, Rusia, Korea Utara dan beberapa negara Arab tidak menjadi perhatian utamanya.

Sikap politik Trump menolak hasil pemilu dan berjanji akan mempersengketakan proses penyelenggaraan pemilu ke pengadilan juga langkah politik yang belum pernah dilakukan oleh calon presiden Amerika sebelumnya.

Dalam konferensi pers, di hadapan wartawan Trump mengatakan seandainya surat suara ilegal tidak dihitung maka ia dengan mudah memenangkan kursi presiden. Namun Trump gagal membuktikan kecurangan yang mengutungkan Joe Biden.

Baca Juga:  Orang Tua Membaca Nyaring Bersama Anak, Untuk Apa?

Terakhir, Trump enggan menyampaikan ucapan selamat kepada Joe Biden sebagai presiden terpilih meski suara electoral college telah menunjukkan ia kalah. Padahal telah menjadi tradisi di Amerika, calon presiden yang kalah langsung mengucapkan selamat kepada pemenang.

Tentu saja perilaku politik Trump selama empat tahun menjabat presiden telah meracuni demokrasi Amerika. Tingkah lakunya sudah pasti akan ditiru oleh generasi Amerika. Artinya, meskipun Trump tidak lagi menjabat presiden, nilai, kepercayaan dan perilaku politiknya tetap menang.

Apalagi jika Joe Biden dan partai Demokrat melupakan janji politiknya; menyatukan kembali Amerika, membuka lapangan kerja, memberi perhatian ektra terhadap daerah pedalaman yang dikenal miskin dan mengembalikan nilai-nilai demokrasi, maka sudah pasti era Trump akan cepat kembali dalam panggung politik Amerika.[]

Tags: Amerika SerikatBidenTrump
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah adalah Penggerak "Rumoh NekNyah" di Ulee Glee Pidie Jaya, Aceh.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

May 1, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

May 1, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Tasyakuran Milad ke-98, PERTI Abdya Ziarahi Makam Para Ulama

Tasyakuran Milad ke-98, PERTI Abdya Ziarahi Makam Para Ulama

May 2, 2026
Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026

EDITOR'S PICK

Rendahnya Kesadaran Warga, Puluhan Relawan Bersihkan Pantai Ujong Blang

Rendahnya Kesadaran Warga, Puluhan Relawan Bersihkan Pantai Ujong Blang

February 18, 2025
Muzakir Manaf dan Fadhlullah Hadiri Pelantikan Kepala Daerah se-Indonesia di Istana Negara

Muzakir Manaf dan Fadhlullah Hadiri Pelantikan Kepala Daerah se-Indonesia di Jakarta

February 20, 2025
Dr Jalaluddin: Harusnya Investasi Aceh Mengurangi Kemiskinan

Dr Jalaluddin: Harusnya Investasi Aceh Mengurangi Kemiskinan

November 17, 2021
Hari Toleransi Internasional, Menag Ajak Umat Rawat Nilai yang Hidup di Indonesia Sejak Lama

Hari Toleransi Internasional, Menag Ajak Umat Rawat Nilai yang Hidup di Indonesia Sejak Lama

November 16, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.