• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Arti Penting Penyesatan dalam Operasi Intelijen

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad by Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Arti Penting Penyesatan dalam Operasi Intelijen
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad
Dosen UIN Ar-Raniry, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

 

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Bagaimana cara PKI menghantam lawan politik dengan tidak menggunakan kekuatan sendiri. Pinjam kekuatan lain untuk menghantam lawan… – Peter Kasenda.

[J]ika kita ingin melakukan serangan tidak harus kita sendiri yang melakukan. Jika ada pihak ketiga yang lebih tepat, ya, itulah yang harus kita pilih – SBY

Terkadang kita bertemu dengan orang yang ingin menyuplai informasi baik yang bersifat rahasia maupun tidak. Dalam kategori ini, informasi yang membludak di tengah-tengah masyarakat tidaklah benar semua. Karena salah satu tugas dalam operasi intelijen adalah menyesatkan (deception). Akibatnya, terkadang masyarakat dibuat seolah-olah sudah mendapatkan informasi yang akurat. Walaupun informasi yang sebenarnya tidak pernah disampaikan. Disini bidang untuk menyesatkan memang bekerja untuk tidak hanya menyesatkan, tetapi juga harus mampu mengalihkan isu atau masalah. Semua dikerjakan secara organisatoris, mulai dari peran para ilmuwan hingga media massa. Dalam menyesatkan masyarakat, mereka tidak akan berbuat secara serampangan. Karena penyesatan dilakukan untuk berbagai tujuan, seperti: membuat masyarakat memiliki opini, menyusupkan misi ke dalam satu wacana, membuat masyarakat panik dengan informasi seolah-olah sudah benar, dan terakhir, mengamankan kepentingan negara atau rahasia negara.

Karena itu, lapisan pola penyesatan dilakukan secara komprehensif, bahkan terkadang intel atau agen tidak pernah tahu, kalau mereka juga telah disesatkan melalui deception theory. Inilah yang kemudian menyebabkan masyarakat atau intel itu sendiri merasakan ada sesuatu yang “kurang” ketika mencoba merasakan atau menganalisa sesuatu kondisi. Ilmu penyesatan ini berfungsi sebagai alat pengaburan informasi yang seharusnya diterima oleh masyarakat. Semakin tinggi pengaburan yang ingin dilakukan, semakin besar resiko yang harus disesatkan. Negara-negara maju, dalam membuat pengaburan informasi, bisa dilakukan melalui dunia ilmu pengetahuan atau media massa. Dari aspek pertama, penyesatan dilakukan dengan cara “cuci otak.” Disini dilakukan bisa terhadap individu ataupun secara umum untuk masyarakat sekaligus. Sang penyesat ini bisa berbicara mengenai kebenaran atau hak asasi manusia, tetapi itu tidak lain adalah penyesatan, untuk memuluskan kepentingan yang lebih besar. Oleh karena itu, persoalan konspirasi menjadi kawan dekat dari teori penyesatan.

Misalnya, sebuah agensi merekrut anak muda untuk disekolahkan atau diberikan beasiswa ke suatu negara, untuk memuluskan misi mereka di kemudian hari. Anak-anak muda tersebut diberikan fasilitas sedemikian istimewa. Mereka ditempatkan seolah-olah sebagai orang yang akan memimpin suatu komunitas. Disini, tidak ada pemaksaan. Karena sistem mind control sudah diterapkan. Dengan kata lain, anak muda-muda tersebut dijadikan sebagai mesin yang sangat mudah dikontrol dan dikatrol. Pola pendidikan seperti ini kemudian menciptakan manusia mesin yang akan membela suatu kepentingan negara yang telah melakukan perancangan yang cukup strategis untuk menguasai bangsa yang menjadi target. Akhirnya, anak-anak muda atau mereka yang telah dicuci otak, dikembalikan ke kampung asal, untuk melakukan proses penyesatan kepada masyarakat. Disini, apa yang disampaikan oleh mereka seolah-olah benar. Karena anak muda yang sudah menjadi agen ini seolah-olah menjadi alat penyambung lidah dari kepentingan yang lebih besar dibaliknya.

Jika penyesatan yang lebih besar ingin dilakukan, maka prosesnya adalah mengaburkan ilmu sistem dalam suatu tatanan masyarakat. Nilai-nilai masyarakat diganti dengan cara yang cukup sistematis. Setelah masyarakat menelan informasi atau pengaruh dari agen tersebut, mereka lalu dibiarkan begitu saja. Karena struktur masyarakat sudah punah. Informasi yang seolah-olah benar, terpaksa hanya sampai di pikiran saja. Karena yang dibidik dari penyesatan adalah merubah pola pikir atau bahkan menukar ideologi. Disini, bagi negara yang sudah memahami betul mengenai teori penyesatan, tidak akan melakukan proses pembunuhan terhadap agen-agen yang melakukan penyesatan terhadap masyarakat. Mereka bahkan dapat dimanfaatkan untuk menjadi pelaku kontra-intelijen. Karena itu, tidak heran, jika kemudian mereka yang ahli dalam penyesatan dibiarkan hidup, namun selalu dimonitor, supaya tidak menganggu kepentingan nasional.

Adapun penyesatan melalui media massa adalah sesuatu yang paling lazim dilakukan. Disini manajemen komunikasi dilakukan secara terorganisir dengan media massa. Isu diciptakan, baik sebagai satu ritual atau untuk sebagai pengalihan, dari persoalan yang lebih besar. Karena itu, negara yang kuat, akan lebih cenderung ingin menguasai media massa, sebagai alat propaganda, untuk tidak mengatakan sebagai bagian dari penyesatan. Jadi, peran media massa sangat besar dalam melakukan penyesatan terhadap masyarakat, walaupun mereka sebenarnya dibalut melalui kepentingan kapitalisme. Karena penyesatan itu terkadang dibungkus dengan penyesatan yang lain. Jadi, pembaca diharapkan mampu menganalisa secara kritis dengan model “think and re-think.”

Pola penyesatan di dalam ilmu intelijen telah dimulai sekitar 1500-1200 M, ketika Yunani menggunakannya di dalam strategi perang. Ilmu ini juga telah dipraktikkan oleh salah seorang arsitek intelijen Cina, yaitu Sun-Tzu, sejak 500 S.M. yang memandang bahwa keperluan akan informasi intelijen dan penyesatan dalam karyanya The Art of War. Karena itu, penyesatan merupakan salah satu taktik intelijen yang amat besar pengaruhnya di dalam setiap operasi intelijen.

Dari beberapa penelusuran mengenai arti kata penyesatan, ditemukan definisi sebagai berikut: “The practice of employing various ruses to disguise real intentions and true capabilities. Commonly known as having the ability to provide misleading or false information in order to achieve the element of surprise; however, there is more to deception than that which meets the eye.” Definisi ini memberikan makna bahwa tipu muslihat (ruse) merupakan hal yang sangat penting, di dalam melakukan penyesatan., untuk menampakkan keinginan yang asli dan kemampuan yang utama. Dengan begitu, seorang agen atau intel harus mampu melakukan dua hal ini, yaitu menyembunyikan keinginan utama dan kemampuan yang benar-benar dikuasainya. Teori ini juga berlaku pada suatu kebijakan di dalam strategi nasional, yaitu menyembunyikan apa saja yang dianggap sebagai target semesta nasional dan kemampuan suatu negara. Karena itu, “data palsu” dan “analisa palsu” kerap digunakan di dalam operasi intelijen, tidak hanya berlaku pada level nasional, juga internasional. Sehingga kita tidak pernah tahu kekuatan yang sebenarnya dari seorang target. Karena itu, informasi yang disediakan, terkadang keliru atau “benar, namun tidak untuk suatu bahan analisas tertentu,” sehingga hasil yang didapatkan mampu menyesatkan orang lain.[]

Tags: Militer IndonesiaOperasi IntelejenOperasi MiliterPengetahuan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad adalah Antropolog. Berdomisili di Aceh.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026

EDITOR'S PICK

Pj Gubernur Aceh Safrizal Ziarah ke Makam Ayahnya di Gampong Reudeup

Pj Gubernur Aceh Safrizal Ziarah ke Makam Ayahnya di Gampong Reudeup

August 24, 2024
Prabowo Optimistis Indonesia Mampu Hadapi Krisis Energi Dunia

Presiden Prabowo Minta Atlet Gunakan Bonus Secara Bijak

January 9, 2026
Serap dan ‘Modifikasi’ Jawa untuk Kuasa

Serap dan ‘Modifikasi’ Jawa untuk Kuasa

March 14, 2025
Persiraja Berharap 2 Pemain Asing Baru Bisa Cepat Beradaptasi

PSPS Pekanbaru vs Persiraja: Laskar Rencong Bawa 19 Pemain Tanpa Andik dan Hamdi

January 10, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.