Oleh: ANDRI SAFRIZAL
Alumnus STIAPEN
Buku Transformasi Pendidikan Aceh menghadirkan pembacaan kritis terhadap dinamika pendidikan Aceh di tengah arus kemajuan teknologi dan perubahan sosial yang kian cepat. Buku ini menempatkan transformasi pendidikan bukan sekadar sebagai agenda teknis, melainkan sebagai proses strategis yang menentukan arah pembangunan sumber daya manusia Aceh di masa depan. Dalam kerangka tersebut, Majelis Pendidikan Aceh (MPA) diposisikan sebagai institusi penting yang berperan memberi masukan kebijakan kepada Pemerintah Aceh agar arah pembangunan pendidikan tetap relevan, adaptif dan berdaya saing.
Salah satu gagasan utama yang dikembangkan dalam buku ini adalah perlunya tata kelola pendidikan Aceh yang berorientasi pada perbaikan menyeluruh. Penulis menegaskan bahwa transformasi pendidikan harus mampu merespons dua kekuatan besar sekaligus, yakni perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Karena itu, penguatan pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial atau sektoral, melainkan melalui pendekatan komprehensif dan partisipatif yang melibatkan pemerintah, satuan pendidikan, dunia usaha, perguruan tinggi dan masyarakat. Transformasi tersebut diarahkan untuk memastikan seluruh sekolah di Aceh memiliki daya saing yang kuat serta mampu menyiapkan peserta didik menghadapi kebutuhan masa depan.
Dalam konteks kebijakan, buku ini mengaitkan transformasi pendidikan Aceh dengan agenda pembangunan nasional. Pemerintah Aceh didorong untuk memprioritaskan tujuh sektor strategis nasional; ekonomi kreatif, pemesinan dan konstruksi, hospitality, care-services, maritim, pertanian, serta kerja sama luar negeri sebagai dasar pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan kejuruan. Sejalan dengan itu, enam program dukungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dipaparkan sebagai instrumen penting transformasi pendidikan, mulai dari penguatan sumber daya manusia, pembelajaran berbasis kompetensi siap kerja, penguatan aspek praktik, manajemen sekolah berbasis data, hingga pendampingan perguruan tinggi dan sinergi pusat daerah untuk menjamin keberlanjutan dukungan bagi SMK.
Dimensi sosial budaya Aceh juga mendapat perhatian serius dalam buku ini, terutama melalui pembahasan tentang pendidikan dayah. Penulis mengulas perubahan karakter kepemilikan dayah di Aceh, dari yang semula bersifat publik menjadi lebih privat, sebagai bagian dari perubahan sosial yang tidak terelakkan. Transformasi ini dipandang perlu direspons secara kebijakan agar pendidikan dayah tetap memiliki eksistensi, aksesibilitas dan peran strategis dalam membentuk karakter serta nilai-nilai keislaman masyarakat Aceh di tengah modernisasi dan digitalisasi.
Secara keseluruhan, buku ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan Aceh harus berbasis pada kebutuhan dan daya saing, bukan sekadar pada keinginan. Dengan pendekatan reflektif dan argumentatif, buku Transformasi Pendidikan Aceh tidak hanya menyajikan kritik atas kondisi pendidikan yang ada, tetapi juga menawarkan arah kebijakan dan gagasan kolaboratif yang relevan bagi masa depan pendidikan Aceh. Buku ini layak dibaca oleh pengambil kebijakan, akademisi, praktisi pendidikan, serta masyarakat luas yang ingin memahami dan terlibat dalam proses transformasi pendidikan Aceh secara lebih bermakna.
Judul Buku : Transformasi Pendidikan Aceh Respon Teknologi Dan Perubahan Sosial.
Penulis : Prof. Dr.rer.nat. Rinaldi Idroes, S.Si | Prof. Dr. Murniati AR, M.Pd | Prof. Dr. Husni Husin,MT | Drs. Syaiful Bahri, M.Pd | Dr. Dra. Sulastri, M.Si | Dr. Tgk. H. Ajidar Matsyah, Lc., MA | Dr. Mukhlisuddin Ilyas, M.Pd.
Pengantar : Prof. Dr. Ir. Abdi A Wahab, M.Sc.
Penerbit : Bandar Publishing
ISBN : 978-623-449-322-1
Cetakan : 2023
Jumlah Halaman : xiii + 164 Halaman
Pemesanan Buku : +62811-688-801



















