• Tentang Kami
Monday, October 5, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Arti Kemerdekaan

SAGOE TV by SAGOE TV
August 18, 2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Rita Khathir

Rita Khathir. Foto: Dokpri

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Rita Khathir
Profesor bidang teknologi pascapanen, Dosen Prodi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala

Tahun ini kita merayakan Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia (NKRI) tercinta yang ke-81 dengan suka cita. Apakah makna kemerdekaan itu bagi kita? Apakah kita benar-benar sudah merdeka? Sudah mampu berdiri sendiri? Sudah cerdas? Sudah makmur dan berbahagia? Sudahkan kita mencapai baldatun thayyibatun warabbun ghafur? Negeri yang baik dan diberkati oleh Allah?

Mari bersama-sama kita merenungi makna kemerdekaan ini, walaupun sudah kita raih sejak 81 tahun yang lalu. Generasi pun telah berganti, para pejuang kemerdekaan tahun 1945 telah pun berpulang ke Rahmatullah. Maka kita para generasi yang lahir di alam kemerdekaan, perlu memahami makna kemerdekaan yang sesungguhnya, mempertahankannya dan merawatnya, sampai ke anak cucu kita di masa depan.

BACA JUGA

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

Saudaraku yang budiman. Pertama, merdeka itu bukan bermakna boleh berbuat apa saja dengan tidak memikirkan halal dan haramnya. Merdeka bukan bermakna boleh membina dan mencetuskan apa saja dengan tidak memikirkan pantang larangan Tuhan. Merdeka juga bukan artinya bebas tanpa batas, dengan tidak memikirkan syariat Tuhannya.

Kita adalah manusia, makhluk yang diciptakan oleh Allah dilengkapi dengan akal yang diamanatkan untuk menjadi khalifah (pengelola) di bumi ini. Pada hakikatnya kita adalah makhluk yang lemah, yang tidak dapat hidup tanpa adanya elemen lain seperti air, udara, tanah, pangan, sandang dan papan. Lalu Allah telah mencukupi kebutuhan kehidupan kita tersebut, bahkan Allah telah mengutus utusanNya (para Rasul) untuk mengarahkan kehidupan manusia dengan peraturan (syariat) yang sangat penting untuk perkembangan peradaban manusia yang agung dan mulia.

Apakah manfaat peraturan Tuhan bagi kehidupan manusia? Dengan kemampuan akalnya, manusia dapat mengembangkan berbagai pemahaman dalam kapasitas yang terbatas, dan berkemungkinan tersesatkan oleh pikirannya sendiri atau termanipulasikan oleh bisikan syaitan. Untuk menghadapi keterbatasan ini, Allah ingin melindungi manusia agar selalu berada di jalan yang lurus dengan peraturan atau rambu-rambu yang kita sebut agama.

Untuk itu kita patut bersyukur karena berada di negeri yang menerapkan syariat Islam dalam sendi kehidupan dengan berlakunya Qanun Syariat Islam (Qanun No. 11/2002, Qanun No. 6/2014, dan Qanun No. 8/2014). Penerapan hukum Islam akan meninggikan derajat kemanusiaan kita sebagai pribadi yang jujur, amanah, rajin, disiplin, beretika, cerdas, menyampaikan kebaikan, penyayang, dan seterusnya. Agama Islam bertujuan untuk mencetak generasi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Kedua, merdeka itu adalah bebas dari penjajahan. Kemerdekaan bangsa kita adalah atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Ketiadaan penjajah, menjadikan kita bebas memilih identitas kita sendiri. Kita bebas beragama, mengikuti Tuhan dan memilih cara hidup yang telah diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW. Tanpa penjajahan pula, kita dapat melaksanakan pembangunan, menyelenggarakan pendidikan, membangun ekonomi, memanfaatkan sumber daya alam secara mandiri, dan seterusnya.  Sesuai dengan amanat Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, tujuan Pemerintah Negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Ketiga, kemerdekaan tidak bermakna kita bebas membuat apa saja. Apabila manusia boleh berbuat apa saja tanpa aturan/peraturan, maka manusia telah kehilangan kemanusiaannya itu sendiri. Pada saat itu sebenarnya nafsu telah menguasai dan syaitan telah menjadi kawan atau sekutu. Akan ada pula saatnya manusia akan menuhankan akal dan logikanya sendiri. Fenomena ini tentunya akan membawa manusia kepada kehidupan yang porak-poranda, kehilangan kemanusiaan dan tersesat . Allah berfirman dalam QS. Al A’raf ayat 179 yaitu “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.

Saudaraku sekalian, oleh karena itu, arti kemerdekaan yang sebenarnya adalah bukan sekedar bebas dari penjajahan bangsa lain, namun juga bahwa kita hidup dengan pengetahuan yang benar tentang Allah dan tujuan penciptaan kita yaitu untuk menyembah Allah SWT. Penghambaan diri kita kepada Allah SWT akan menghasilkan insan beriman dan bertaqwa yang mampu memerdekakan diri dari pengaruh nafsu. Dalam QS. Yusuf ayat 53 Allah menyatakan bahwa sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan.

Bagaimana kondisi negara kita hari ini? Apakah masih ada korupsi dan nepotisme? Apakah masih ada rakyat yang kelaparan? Apakah masih ada rakyat yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan? Apakah kemaksiatan merajalela? Apakah LGBT melanda? Apakah angka HIV/AIDS meningkat? Dan seterusnya. Beberapa pendapat menyatakan bahwa kita masih hidup dalam penjajahan, berpindah dari tangan penjajah asing ke penjajah pribumi, artinya sebagian kita melakukan berbagai upaya untuk memperkaya diri dengan mengabaikan hak-hak saudara kita yang lainnya.

Kehidupan jahiliyah atau kebodohan akan terjadi kepada manusia yang salah mengenali Allah atau Tuhannya, lalu mereka meninggalkan aturan-aturan Allah. Wahai saudaraku sekalian, Marilah dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 ini, kita semua berniat untuk memperbaiki diri dan keluarga, memastikan bahwa kita sudah merdeka dari dua hal yaitu (1) dari penjajahan bangsa lain dan (2) dari kendali nafsu dan syaitan. Mari kita tingkatkan iman, taqwa, ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga  kita dapat membangun semula keinginan luhur untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas. Mari kita bunuh virus-virus korupsi dalam diri kita, dan sebaliknya mari kita gerakkan hati dan tangan kita untuk membangun negara, dan bertekad untuk melunasi hutang bangsa. Semoga Pemerintah kita mempunyai program untuk melunasi hutang negara. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Tags: 17 AgustusARTIHUT Kemardekaan RIHUT RIKemerdekaanMakin Tahu IndonesiaRita Khathir
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Publik dalam Bayang Militerisme Urban
Opini

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

by SAGOE TV
October 5, 2026
Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit
Opini

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

by SAGOE TV
October 4, 2026
Hari Pancasila dan Harapan Rakyat
Opini

Hari Pancasila dan Harapan Rakyat

by SAGOE TV
October 1, 2026
Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan Langkah Berikutnya bagi MACS di USK
Opini

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan: Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

by SAGOE TV
September 30, 2026
Dari Percakapan ke Meja Ngopi Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK
Opini

Dari Percakapan ke Meja Ngopi: Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

by SAGOE TV
September 25, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan: Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

September 30, 2026
Publik dalam Bayang Militerisme Urban

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

October 5, 2026
Warga Soroti Rencana Pembebasan Lahan Jalan Syarif Thayeb-Seulanga Banda Aceh

Warga Soroti Rencana Pembebasan Lahan Jalan Syarif Thayeb-Seulanga Banda Aceh

October 2, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

February 24, 2025
Pickleball Aceh Sukses Gelar Kejurda Perdana, Bidik KONI dan Jaring Bibit Atlet

Pickleball Aceh Sukses Gelar Kejurda Perdana, Bidik KONI dan Jaring Bibit Atlet

October 5, 2026
Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

October 4, 2026
Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Gilas Bangladesh 9-2

Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Gilas Bangladesh 9-2

October 1, 2026
Women Empowerment Hub Bekali 38 Perempuan Muda Banda Aceh

Women Empowerment Hub Bekali 38 Perempuan Muda Banda Aceh Jadi Pemimpin Masa Depan

October 5, 2026

EDITOR'S PICK

Jembatan Krueng Tingkeum “Selat Hormuz” Kutablang Kembali Beroperasi

Jembatan Krueng Tingkeum “Selat Hormuz” Kutablang Kembali Beroperasi

September 20, 2026
UIN Ar-Raniry Buka Prodi Manajemen Industri Halal, Mulai Terima Mahasiswa Baru

UIN Ar-Raniry Buka Prodi Manajemen Industri Halal, Mulai Terima Mahasiswa Baru

April 18, 2025
Tak Pernah Menyerah, Radhipaino Buktikan Mimpi Bisa Jadi Nyata di UIN Ar-Raniry

Tak Pernah Menyerah, Radhipaino Buktikan Mimpi Bisa Jadi Nyata di UIN Ar-Raniry

May 27, 2025
Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Tayang di 11 Kota Mulai 8 Mei

Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Tayang di 11 Kota Mulai 8 Mei

April 25, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.