• Tentang Kami
Sunday, October 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

SPS Revival: Ketika Praktik Kreatif Mulai Menemukan Bentuknya

SAGOE TV by SAGOE TV
August 18, 2026
in SENI
Reading Time: 4 mins read
A A
0
SPS Revival: Ketika Praktik Kreatif Mulai Menemukan Bentuknya
Share on FacebookShare on Twitter

Pada Februari 2026, SPS, yang sekarang lebih berkarakter sebagai SPS Inclusive Stage, dimulai di Arena Skate Gelanggang Darussalam, Banda Aceh. Delapan volume pertama berlangsung di sana. Sementara, volume 9 sampai 13 dengan spirit revival, kemudian berpindah ke arena skate Lamprit.

Kini frekuensinya bertambah: Rabu sore di Darussalam dan Sabtu sore di Lamprit.

BACA JUGA

Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda

SPS Revival Perkuat Jejaring Kreatif Aceh, Jajaki Kolaborasi dengan Yayasan AMANAH

Perubahan ini tampak seperti penambahan jadwal. Faktanya, bagi sebuah inisiatif yang tumbuh dari kerja komunitas, dua kali pertemuan dalam seminggu berarti lebih banyak hal harus dipikirkan: orang yang terlibat, karya yang diproduksi, peralatan yang digunakan, informasi yang beredar, dokumentasi yang disimpan, hingga biaya yang harus ditanggung.

SPS Revival mulai berhadapan dengan kebutuhan untuk mengelola pertumbuhannya sendiri.

Di sinilah sebuah kegiatan kreatif biasanya memasuki tahap yang berbeda. Pada awalnya, hubungan personal cukup menjadi modal. Orang saling mengenal, saling menelepon, meminjamkan alat, membawa karya, dan bekerja berdasarkan kebutuhan. Tetapi ketika jumlah peserta dan frekuensi kegiatan meningkat, ingatan beberapa orang tidak lagi cukup menjadi sistem.

Maka muncul kebutuhan membangun Kesekretariatan Bersama, yang juga diistilahkan sebagai Meunasah SPS.

Pekerjaan di dalamnya tidak glamor: administrasi, database, arsip, penulisan, penyuntingan, jurnalistik, fotografi, videografi, desain, publikasi, kurasi, produksi, hubungan komunitas, pengelolaan pengetahuan, kemitraan, hingga fundraising. Justru pekerjaan seperti inilah yang sering tidak terlihat ketika keberhasilan kegiatan seni hanya diukur dari panggung dan jumlah penonton.

SPS mencoba membuka pekerjaan itu sebagai kesempatan belajar. Tidak semua orang harus datang dengan keahlian yang sudah jadi. Ada yang belajar melalui administrasi, ada yang menemukan dirinya di dokumentasi, ada yang tertarik pada produksi, sementara yang lain mulai mengenal kerja kuratorial atau pengelolaan komunitas.

Pada saat bersamaan, SPS Inclusive Stage mulai bersinggungan langsung dengan pendidikan seni.

Mahasiswa seni USK yang mengikuti perkuliahan Teknik Komposisi dan Penciptaan Karya Seni serta Kritik dan Apresiasi Seni diarahkan untuk memanfaatkan kegiatan ini sebagai living lab. Mereka tidak hanya mempelajari karya sebagai objek pembicaraan, tetapi menghadapi proses penciptaan dalam keadaan sebenarnya: keterbatasan ruang, kesiapan teknis, respons publik, perubahan rencana, kerja tim, dan tuntutan menyelesaikan sesuatu.

Arena skate memberi konteks yang menarik karena ia bukan ruang seni yang dibentuk khusus untuk kegiatan tersebut. Orang datang dengan latar dan kepentingan berbeda. Skater, mahasiswa, siswa, komunitas street culture, masyarakat tradisi klasik di Aceh, musisi, penyair, perupa, pekerja kreatif, warga, dan orang yang kebetulan lewat dapat berada dalam ruang yang sama.

Mereka tidak harus menjadi satu komunitas.

Cukup tersedia kesempatan untuk saling mengenal dan menemukan kemungkinan kerja bersama.

Tema Peumulia Jamee pada Volume 14 (Rabu, 19 Agustus 2026) bergerak dari gagasan sederhana itu. Tamu disambut. Orang berbicara, makan, berbagi, mendengar, menonton, dan jika berkenan ikut berkontribusi. Musik, sastra, rupa, kriya, kuliner, fesyen, skateboard dan budaya jalanan dapat hadir tanpa harus diseragamkan.

Namun frekuensi yang meningkat juga membawa pertanyaan yang sangat praktis: siapa yang membiayai keberlanjutan kerja ini?

Selama ini jawabannya berasal dari banyak arah. Ada tenaga sukarela, bantuan peralatan, kontribusi individu, dukungan kawan, serta kas bersama.

Praktik meuripee menjadi salah satu cara yang sedang dibangun. Orang menyisihkan sebagian kemampuannya. Pemasukan dan pengeluaran dicatat. Saldo diketahui bersama. Transparansi bukan ditempatkan sebagai slogan, tetapi sebagai kebiasaan yang perlu dilatih sejak skala kecil.

Ada pula gagasan agar kas tersebut tidak semata-mata habis menjadi biaya produksi. Sebagian dapat digunakan untuk membeli karya dari jaringan sendiri: musik, seni rupa, buku, merchandise, dan produk kreatif lainnya.

Di situ terjadi sesuatu yang lebih menarik daripada sekadar pengumpulan dana. Sumber daya yang masuk diusahakan kembali kepada pelaku kreatif. Sebuah kontribusi dapat berubah menjadi pembelian karya; pembelian menjadi pendapatan; pendapatan memungkinkan karya berikutnya dibuat.

Sirkulasi semacam inilah yang kelak penting ketika berbicara tentang ekonomi kebudayaan.

Karena itu dukungan pemerintah, lembaga kebudayaan, dunia usaha maupun filantropi kreatif sebaiknya tidak berhenti pada pembiayaan sebuah acara. Yang lebih strategis adalah memperkuat kapasitas yang membuat kegiatan dapat terus berlangsung: manusia, peralatan, dokumentasi, arsip, pendidikan, produksi karya, tata kelola, dan jaringan.

Pengalaman 15 Agustus memperlihatkan mengapa kapasitas tersebut diperlukan.

SPS Inclusive Stage Volume 13 dengan tema Peusijuek sedianya berlangsung pada hari peringatan 21 tahun MoU Helsinki. Kegiatan akhirnya ditunda karena situasi Banda Aceh. Pada hari yang sama, peringatan damai di kawasan Masjid Raya Baiturrahman berakhir ricuh setelah terjadi pengibaran bendera Bintang Bulan dan benturan antara massa dengan aparat. Peristiwa tersebut kemudian diselidiki pihak berwenang.

Bagi SPS, perubahan situasi berarti rencana harus diubah. Karya yang telah disiapkan tidak harus berhenti. Kontributor tetap dapat mengambil bagian pada kesempatan berikutnya. Beberapa hari kemudian, pertemuan baru disusun dengan tema Peumulia Jamee.

Kemampuan mengubah rencana tanpa kehilangan hubungan kerja merupakan bagian dari kapasitas organisasi yang sering luput dari perhatian.

SPS Revival masih berada dalam proses tersebut. Infrastruktur belum seluruhnya lengkap. Sistem administrasi terus diperbaiki. Pembiayaan belum mapan. Pembagian pekerjaan masih berkembang. Itu semua bukan sesuatu yang perlu ditutupi.

Justru dari proses itulah ukuran yang lebih berguna dapat disusun.

Berapa orang yang memperoleh pengalaman baru? Berapa karya yang lahir? Pengetahuan apa yang terdokumentasi? Berapa banyak hubungan baru terbentuk? Apakah sumber daya berputar kembali kepada pelaku kreatif? Dan, yang paling penting, apakah semakin banyak orang mampu mengambil tanggung jawab?

Jika pertanyaan-pertanyaan itu dapat dijawab dari waktu ke waktu, SPS tidak perlu tergesa-gesa menyebut dirinya sebuah ekosistem kreatif.

Jejak kerjanya sendiri yang akan membuktikannya.

Untuk sementara, dua sore setiap minggu adalah eksperimen baru: Rabu di Darussalam, Sabtu di Lamprit.

Bukan untuk mengejar banyaknya acara, tetapi untuk melihat apakah pertemuan yang rutin dapat melahirkan orang, karya, pengetahuan, jaringan, dan sumber daya yang cukup kuat untuk membuat pekerjaan berikutnya menjadi mungkin.[]

Ari. J  Palawi

Tags: Banda AcehKomunitasKreatifSeniSPSSPS Revival
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda
SENI

Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda

by SAGOE TV
September 28, 2026
SPS Revival Perkuat Jejaring Kreatif Aceh, Jajaki Kolaborasi dengan Yayasan AMANAH
SENI

SPS Revival Perkuat Jejaring Kreatif Aceh, Jajaki Kolaborasi dengan Yayasan AMANAH

by SAGOE TV
September 22, 2026
Festival Nipah 2026 Digelar di Suak Timah, Angkat Budaya dan Ekonomi Warga
SENI

Festival Nipah 2026 Digelar di Suak Timah, Angkat Budaya dan Ekonomi Warga

by SAGOE TV
September 11, 2026
SPS Revival Memperkuat Praktik Kreatif sebagai Bagian dari Kehidupan Masyarakat
SENI

SPS Revival: Memperkuat Praktik Kreatif sebagai Bagian dari Kehidupan Masyarakat

by SAGOE TV
September 9, 2026
Refleksi Vol. 18 Kru Semangat dan Perjalanan Para Artis Muda
SENI

Refleksi Vol. 18 Kru Semangat dan Perjalanan Para Artis Muda

by SAGOE TV
September 7, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan: Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

September 30, 2026
609 Peserta di Aceh Ikuti Ujian TUNAS 2026 di USK Selama Tiga Hari

609 Peserta di Aceh Ikuti Ujian TUNAS 2026 di USK Selama Tiga Hari

September 28, 2026
Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda

Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda

September 28, 2026
Warga Soroti Rencana Pembebasan Lahan Jalan Syarif Thayeb-Seulanga Banda Aceh

Warga Soroti Rencana Pembebasan Lahan Jalan Syarif Thayeb-Seulanga Banda Aceh

October 2, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

February 24, 2025
Dari Percakapan ke Meja Ngopi Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

Dari Percakapan ke Meja Ngopi: Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

September 25, 2026
Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Gilas Bangladesh 9-2

Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Gilas Bangladesh 9-2

October 1, 2026
150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

September 23, 2026

EDITOR'S PICK

Mahasiswa Myanmar Ungkap Pengalaman Positif Kuliah di USK dan Kehangatan Masyarakat Aceh

Mahasiswa Myanmar Ungkap Pengalaman Positif Kuliah di USK dan Kehangatan Masyarakat Aceh

April 7, 2026
Mengapa Buku Denys Lombard Penting untuk Dipelajari?

Mengapa Buku Denys Lombard Penting untuk Dipelajari?

March 24, 2025
Persiraja vs PSPS Pekanbaru: Miftahul Hamdi Ajak Suporter Penuhi SHB

Persiraja vs PSPS Pekanbaru: Miftahul Hamdi Ajak Suporter Penuhi Stadion Harapan Bangsa

March 14, 2025
Memahami Kosmik Intelijen dalam Pertahanan dan Keamanan Negara

Memahami Kosmik Intelijen dalam Pertahanan dan Keamanan Negara

March 14, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.