BANDA ACEH | SAGOE TV — Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung berdampak pada salah satu penerbangan dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Meski demikian, hingga Rabu, 2 September 2026 pukul 10.00 WIB, operasional Bandara SIM masih berjalan normal dan kondisi ruang udara terus dipantau untuk memastikan keselamatan penerbangan.
Dalam keterangan tertulis manajemen PT Angkasa Pura II Bandara SIM, disampaikan bahwa baru satu penerbangan rute Banda Aceh-Kualanamu yang mengalami perubahan jadwal akibat dampak aktivitas vulkanik tersebut. Penerbangan tersebut adalah IW 1213 (wings air) dengan rute Banda Aceh (BTJ)-Kualanamu (KNO) pada 1 September 2026. Penerbangan yang sebelumnya dijadwalkan berangkat pada pukul 06.45 WIB mengalami perubahan jadwal menjadi pukul 15.40 WIB.
Sementara itu, operasional penerbangan di Bandara Sultan Iskandar Muda hingga saat ini masih berjalan normal. Pihak bandara terus memantau kondisi ruang udara dan perkembangan aktivitas vulkanik untuk memastikan keselamatan dan kelancaran penerbangan.
Berdasarkan pemantauan kondisi cuaca di sekitar bandara, jarak pandang saat ini masih sekitar 9 kilometer, dengan kondisi cuaca yang masih mendukung kegiatan penerbangan.
Pihak Bandara Sultan Iskandar Muda juga telah menerima informasi resmi terkait aktivitas vulkanik melalui NOTAM-Notice to Airman (pemberitahuan resmi untuk penerbangan) mengenai kondisi bandara dan ruang udara. Informasi tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik atau adanya penerbangan yang harus dialihkan, Bandara Sultan Iskandar Muda telah menyiapkan area parkir pesawat untuk penerbangan yang dialihkan ke Banda Aceh.
Selain itu, pihak bandara terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan pihak terkait untuk mengantisipasi kemungkinan dampak aktivitas vulkanik terhadap penerbangan.




















