BIREUEN | SAGOE TV – Sebanyak 140 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Bireuen diduga mengalami keracunan makanan setelah mengkonsumsi menu bakso dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah. Peristiwa tersebut terjadi usai waktu berbuka puasa dan menyebabkan para siswa mengalami mual, muntah, sakit perut, hingga diare.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Bireuen, Irwan A. Gani, mengatakan korban berasal dari empat kategori, yakni tingkat SMP, sekolah dasar, sekolah di bawahnya, serta anak usia di bawah lima tahun, termasuk balita yang belum bersekolah.
“Anak-anak mengambil makanan di sekolah seperti biasa. Bagi yang berpuasa, makanan dikonsumsi saat berbuka. Beberapa jam kemudian muncul keluhan sakit perut, mual, muntah, dan ada juga yang diare,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rata-rata siswa yang mengalami gejala tersebut mengkonsumsi menu bakso. Meski demikian, waktu munculnya gejala tidak bersamaan. Sebagian mulai merasakan keluhan sekitar pukul 21.00 WIB dan berlanjut hingga tengah malam.
Orang tua yang khawatir kemudian membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan. Sebagian korban dirawat di empat rumah sakit, yakni RSU Kaujia, BMC Hospital, Jeumpa Hospital, dan PD Jaya Hospital.
“Total sementara sekitar 130 orang. Saat ini kondisinya sudah berangsur membaik, sebagian sudah diperbolehkan pulang,” kata Irwan.
Koordinator Wilayah SPPG Bireuen, Ignatia Samosir, juga menindaklanjuti kejadian tersebut, pihaknya telah mengeluarkan surat resmi penutupan sementara terhadap dapur penyedia makanan yang diduga menjadi sumber kejadian, yakni SPPG Bireuen Simpang Mamplam, Desa Mamplam.
Ia menyebutkan, indikasi awal Kejadian Luar Biasa (KLB) mengarah pada menu bakso yang berasal dari salah satu pelaku UMKM rekanan. “Bakso tersebut dipesan dari UMKM dan saat ini masih terus kami telusuri,” ujar Ignatia.
SPPG bersama pihak terkait kini melakukan monitoring dan evaluasi menyeluruh, mulai dari proses memasak, pengemasan, hingga distribusi makanan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban sudah pasti dan masih dalam proses pemulihan karena sebagian masih menjalani perawatan dan ada yang sempat datang ke fasilitas kesehatan sebelum kembali ke rumah.
“Kondisi pasien baik dan stabil, sebahagian pasien sudah dapat kembali ke rumah hari ini sebelum Jum’at.” tutupnya.
Rincian penanganan medis menunjukkan, siswa yang diduga mengalami keracunan MBG di Kecamatan Simpang Mamplam dan Pandrah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit dan puskesmas. Data sementara mencatat 11 orang dirawat di RSU dr. Fauziah, 8 orang di RS BMC, 4 orang di RS Jeumpa Hospital, dan 1 orang di RSU Pidie Jaya. Sementara itu, penanganan di tingkat puskesmas meliputi 56 orang di Puskesmas Simpang Mamplam, 23 orang di Puskesmas Samalanga, 24 orang di Puskesmas Pandrah, serta 13 orang di Puskesmas Jeunieb.[]



















