• Tentang Kami
Thursday, October 8, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Nasir Djamil: Warung Kopi di Aceh Bisa Jadi Ruang Diskusi Buku

SAGOE TV by SAGOE TV
October 8, 2026
in Artikel
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Nasir Djamil: Warung Kopi di Aceh Bisa Jadi Ruang Diskusi Buku

Dr. H.M Nasir Djamil, M.Si (Kiri) dan Yunidar ZA (Kanan) ketika menyerah buku yang ditulisnya pada Kamis (8/10) di DPR RI Jakarta. Foto: for Sagoetv

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA | SAGOETV –  Warung kopi di Aceh selama ini dikenal sebagai ruang berkumpul dan berdiskusi. Namun, ruang tersebut dinilai dapat dikembangkan lebih jauh menjadi tempat membangun budaya membaca dan mendiskusikan buku.

Gagasan itu disampaikan Anggota DPR RI asal Aceh, Dr. H.M. Nasir Djamil, M.Si., saat menerima penulis buku “Perang dan Damai”, Yunidar ZA, dalam silaturahmi dan diskusi, pada Kamis (8/10) di Kompleks Parlemen Senayan, Gedung Nusantara 1, lantai 4, Jakarta.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Dalam pertemuan tersebut, Yunidar ZA menyerahkan buku terbitan Bandar Publishing yang ditulisnya kepada Nasir Djamil. Penyerahan buku itu sekaligus menjadi bagian dari diskusi mengenai perkembangan literasi, penerbitan dan masa depan pembangunan Aceh.

Nasir Djamil mengatakan pembangunan Aceh membutuhkan kebersamaan seluruh komponen masyarakat. Menurutnya, membangun Aceh tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan pembangunan manusia melalui pendidikan, pengetahuan dan budaya literasi.

“Aceh perlu dibangun bersama dan seluruh komponen harus bersatu untuk masyarakat Aceh,” ujar Nasir Djamil.

Ia menilai budaya membaca dan tradisi berdiskusi harus terus diperkuat. Aceh, kata dia, memiliki modal sosial berupa tradisi berkumpul dan berdiskusi di warung kopi yang dapat diarahkan menjadi kekuatan intelektual masyarakat.

“Warung kopi bisa menjadi tempat diskusi buku,” katanya.

Menurut Nasir, jika budaya tersebut berkembang, maka akan memberikan ruang yang lebih luas bagi penulis, penerbit dan komunitas literasi untuk berkembang. Buku tidak berhenti sebagai bahan bacaan, tetapi menjadi pintu masuk untuk membicarakan berbagai persoalan masyarakat.

Nasir Djamil juga menyoroti pentingnya keterlibatan pemudan dan mahasiswa dalam membangun ekosistem literasi. Pemuda dan mahasiswa, menurutnya, perlu didorong untuk membaca buku, membuat resensi, mendiskusikan gagasan dan mengembangkan pemikiran dari berbagai sumber bacaan.

Tradisi tersebut penting agar perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya tradisi intelektual dan pemikiran kritis.

“Pemuda dan mahasiswa perlu didorong untuk membuat resensi dan membahas ide-ide dari pemikiran yang mereka baca,”ujarnya.

Ia berharap penerbit dan penggiat literasi di Aceh dapat terus memperkuat ekosistem perbukuan sehingga buku semakin dekat dengan masyarakat.

Bagi Nasir, keberadaan penulis dan intelektual memiliki arti penting dalam pembangunan Aceh. Mereka bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga ikut mempersiapkan generasi dan kepemimpinan Aceh di masa depan.

Nasir Djamil memberikan apresiasi kepada para penulis dan intelektual yang terus menghasilkan karya serta memberikan kontribusi bagi Aceh.

Ia melihat literasi memiliki hubungan erat dengan pembangunan perdamaian yang berkelanjutan. Masyarakat yang memiliki tradisi membaca, berdialog dan bertukar gagasan akan lebih memiliki kemampuan untuk memahami perbedaan serta mencari solusi melalui pengetahuan dan dialog.

Karena itu, pembangunan literasi harus ditempatkan sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan Aceh.

Perdamaian Aceh, kata Nasir, harus terus dirawat dan diterjemahkan dalam pembangunan yang memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Dalam konteks tersebut, penulis, intelektual, mahasiswa, penerbit dan komunitas literasi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda.

Pertemuan Yunidar ZA dengan Nasir Djamil pun tidak sekadar menjadi silaturahmi dan penyerahan buku. Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar gagasan tentang bagaimana buku, literasi dan tradisi intelektual dapat mengambil bagian dalam perjalanan Aceh menuju masa depan yang lebih damai dan sejahtera.

Sebagaimana diketahui, buku “Perang dan Damai” yang di tulis Yunidar ZA akan didiskusikan secara daring melalui zoom pada Minggu, 11 Oktober 2026, pukul 20.00 WIB – selesai.

ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Mahasiswa KPI STAIN Meulaboh Tuntut Kejelasan Penanganan Dugaan Kekerasan Seksual

Mahasiswa KPI STAIN Meulaboh Tuntut Kejelasan Penanganan Dugaan Kekerasan Seksual

October 6, 2026
Mahasiswa UIA Juara 1 Lomba Melukis HUT ke-27 Bireuen

Mahasiswa UIA Juara 1 Lomba Melukis HUT ke-27 Bireuen

October 5, 2026
Publik dalam Bayang Militerisme Urban

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

October 5, 2026
Kisah Cut Sitti Kamila, Lulus dari 2 Kampus dengan IPK 3,80 dan 3,78

Kisah Cut Sitti Kamila, Lulus dari 2 Kampus dengan IPK 3,80 dan 3,78

October 6, 2026
Nasir Djamil: Warung Kopi di Aceh Bisa Jadi Ruang Diskusi Buku

Nasir Djamil: Warung Kopi di Aceh Bisa Jadi Ruang Diskusi Buku

October 8, 2026
Musriadi Dorong Mahasiswa Jadi Mitra Kritis Pemerintah, Awasi Kebijakan dan Anggaran

Musriadi Dorong Mahasiswa Jadi Mitra Kritis Pemerintah, Awasi Kebijakan dan Anggaran

October 6, 2026
Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

October 4, 2026
Warga Soroti Rencana Pembebasan Lahan Jalan Syarif Thayeb-Seulanga Banda Aceh

Warga Soroti Rencana Pembebasan Lahan Jalan Syarif Thayeb-Seulanga Banda Aceh

October 2, 2026
LPS bayar klaim nasabah BPRS Aceh

LPS Bayar Rp46,80 Miliar Klaim Nasabah 4 BPRS di Aceh

October 8, 2026

EDITOR'S PICK

Sekelumit Persahabatan dengan Profesor Alyasa’ Abubakar

Sekelumit Persahabatan dengan Profesor Alyasa’ Abubakar

March 24, 2025
Pemerintah Terbitkan Perpres Cadangan Penyangga Energi

Pemerintah Terbitkan Perpres Cadangan Penyangga Energi

September 6, 2024
21 Tahun Damai Aceh, Ampon Man Ungkap Harapan Mualem di Balik Seruan Merawat Perdamaian

21 Tahun Damai Aceh, Ampon Man Ungkap Harapan Mualem di Balik Seruan Merawat Perdamaian

August 14, 2026
MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih

MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih, Ini Daftar Namanya

January 12, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.