• Tentang Kami
Saturday, May 2, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Model Pembelajaran Berbasis Al-Qur’an

SAGOE TV by SAGOE TV
March 20, 2025
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Model Pembelajaran Berbasis Al-Qur’an
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muzakkir Syamaun.
Guru SMA Negeri Ulumul Quran, Pidie.

Beberapa hari terakhir kita dihebohkan dengan berbagai kejadian aneh yang terjadi disekeliling kita, mulai dari pemuda yang bermain game sceter di saat pelaksanaan shalat tarawih. Serta ada anak perempuan yang melakukan free jump pada saat sujud dalam shalat tarawih. Pemandangan yang berbeda juga kita jumpai di hampir semua mesjid banyak anak – anak yang datang ke mesjid namun bukan untuk shalat namun mereka datang hanya untuk bermain – main, bahkan mereka disibukkan dengan gajet di dalam kawasan mesjid.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Semua kita merasa terkejut dan sangat menohok perasaan kita dengan kejadian di salah satu cafe di kawasan Peunayong yang melecehkan kemuliaan bulan Ramadhan dengan mengadakan konser musik dan dibarengi dengan goyangan para penonton pada malam ramadan. Kejadian yang juga mengejutkan semua kalangan adalah tertangkapnya anggota dewan terhormat dengan kasus kepemilikan sabu – sabu. Banyak rentetan kejadian lain yang sungguh memilukkan kita jika kita membuka media di setiap hari.

Untuk menyelesaikan masalah ini, tidak bisa satu pihak menyudutkan pihak lain atau bahkan menyalahkan pihak tertentu karena permasalahan ini sudah sangat komplek. Setiap kita memiliki peranan penting dalam menyikapi permasalahan ini, dengan porsi yang berbeda – beda sesuai dengan latar belakang dan dunia masing – masing.

Bulan ramadan yang sangat identik dengan bulan Al-Qur’an maka selayaknya semua permasalahan di atas akan selesai jika interaksi inten dengan Al-Qur’an. Rendahnya interaksi dengan Al-quran akan membuat manusia berjalan jauh dari garis yang telah di tentukan. Survey yang dilakukan oleh Yayasan Indonesia Mengaji, Komjen Pol Syafruddin menyampaikan 65 persen dari jumlah penduduk Indonesia beragama Islam tidak bisa membaca Alquran. Artinya hanya ada 35% dari jumlah umat islam indonesia yang mampu membaca Al-Qur’an. Data ini juga didukung oleh data yang dikeluarkan oleh Data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) berbasis rumah tangga yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 menunjukkan, 53,57% warga muslim di Indonesia masih buta aksara atau belum bisa membaca Al-Qur’an. Lemahnya interaksi dengan Al-Qur’an terjadi di lintas generasi, hanya sebagaian kecil dari kita yang memiliki hubungan mesra dengan Al-Qur’an.

Baca Juga:  Kemenag Bersinergi dengan Pemkab Pidie Jaya, Aceh Tengah, dan Aceh Utara Tingkatkan Pendidikan Inklusif

Data dan fakta ini seakan berbanding lurus di mana masyarakat yang hidup makin jauh dari Al-Qur’an membuat kejadian aneh akan terus bertambah di lingkungan kita. Orang tua sebagai pioner dalam penyelesaian masalah ini, juga belum mampu mengambil peranan yang optimal bahkan tidak sedikit dari kalangan orang tua yang sudah lupa dengan cara membaca Al-Qur’an. Mereka yang memiliki pendapatan lebih akan mengirim anak – anak mereka ke TPA atau pondok pesantren, seakan permasalahan ini selesai disaat amanah ini dibebankan kepada tangan ustaz dan ustazah serta tengku – tengku di bale pengajian.

Sebahagian besar hari – hari anak negeri akan di habiskan di sekolah, ada yang setengah hari bahkan ada yang penuh seharian di sekolah. Mereka akan menghabiskan waktunya untuk belajar ilmu duniawi saja. Sebagaian besar pengelola pendidikan di nangroe indatu ini lebih mementingkan kemampuan saintis siswa, dengan harapan mampu menjuari kompetensi nasional dan paling kurang bisa menembus perguruan tinggi negri favorit. Mereka lupa akan kewajiban mengarahkan generasi muda kembali berinteraksi dengan Al-Qur’an. Sekolah harus memainkan peranan penting dalam memperkenalkan kembali Al-Qur’an bagi siswa – siswanya. Pendidikan yang hanya menitik beratkan pada kemampuan saintis hanya akan menghasilkan robot – robot yang lincah namun lupa akan kondratnya sebagai makhluk, dan ini telah dibuktikan oleh sistem pendidikan barat yang secara terang benderang menyatakan bahwa pendidikan agama tidak boleh di masukkan dalam kurikulum sekolah.

Setiap sekolah harus mampu menyusun kurikulum secara mandiri untuk mensubstitusikan nilai – nilai keagamaan ke dalam pembelajaran, sehingga anak – anak yang lebih mesra dengan game dari pada lembaran – lembaran Al-Qur’an akan merasakan bahwa ilmu pengetahuan yang mereka pelajari adalah bagian dari pendidikan agama yang wajib mereka ketahui, atau sebaliknya disaat mereka serius dengan konsep Matematika dan fisika maka beraka akan belajar cara bersyukur dan menemukan nilai – nilai ketauhidan. Nilai – nilai karakter yang selama ini diajarkan di sekolah diselipkan dalam setiap langkah dan proses pembelajaran, kedepan untuk meningkatkan interaksi siswa dengan Al-quran maka nilai – nilai keislaman khususnya ilmu Al-quran harus tersurat dalam rancangan pembelajaran, sebagaimana harapan kurikulum Aceh yang pernah di gembar gemborkan.

Baca Juga:  Ketika Abusyik dan Misyik Jadi Relawan di Sekolah Finlandia

Guru harus mampu meyakinkan siswa bahwa semua ilmu pengetahuan bersumber dari Al-Qur’an. Pendekatan Al-Qur’an bisa dilakukan dengan cara filosofi dimana guru mengaitkan konsep dasar dari sebuah teori dengan ayat – ayat Al-Qur’an. Pada saat guru Matematika ingin mengajarkan konsep Integral maka kita harus mampu mengaitkan dengan surat Al-Bainah, dimana kedua konsep ini adalah berbicara perhitungan pada level sekecil mungkin. Surat Albaiinah juga bisa dijadikan sumber oleh guru kimia pada saat mengajarkan atom, serta guru biologi pada saat megajarkan sel. Contoh lain yang bisa digunakan dengan pendekatan filosofi adalah konsep Limit yang diajarkan dalam buku Matematika SMA kelas XI harus dikaitkan dengan konsep ijab kabul dalam fiqih, sehingga selain memahami konsep limit siswa juga memiliki pengetahuan tentang ijab kabul dan mereka akan mencoba mencari beberapa ayat tentang ijab kabul dala Al-Qur’an.

Cara kedua yang langsung bisa digunakan adalah pendekatan Materi. Pembelajaran Fisika, Kimia, Biologi, Sosiologi adalah pelajaran yang hampir semua konsepnya bisa kita temukan secara kasad mata dalam Al-Qur’an. Seorang guru biologi yang ingin mengajarkan konsep terjadinya manusia maka, mereka harus memuli dengan menghafal surat Al-Mukminun ayat 12 – 14. Bagi guru kimia yang ingi mengajarkan konsep besi maka anak – anak diharuskan mampu menguasai surat Anbiya ayat 80. Bagi guru matematika yang ingin memperkenalkan konsep pecahan maka anak – anak diarahkan untuk membuka Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 11.

Pembelajaran dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai referensi utama akan mampu meningkatkan interaksi harmonis antara siswa dengan Al-Qur’an, sehingga peranan sekolah untuk melahirkan siswa yang seimbang antara dunia dan akhirat akan terselesaikan. Pembelajaran dengan melibatkan Al-Qur’an secara langsung akan mampu mendekatkan generasi milenial dengan harapan semua kalangan. Dan pada akhirnya akan menjadikan mereka manusia – manusia yang mampu menjadi harapan agama dan bangsa. Masing – masing kita harus mampu memainkan peranan maksimal dalam pembentukan generasi emas generasi yang mampu menguasai pengetahuan dunia dan tidak melupakan pegetahuan agama. Pembelajaran ini diharapkan akan mampu melahirka ekonom yang taat, insiyur yang takut neraka, dokter yang alim serta yang paling penting adalah generasi cinta Al-Qur’an yang mampu bersaing dalam perkembangan dunia.[]

Baca Juga:  Sebagai Intelektual, Anda Mau Jadi Apa? Peneliti? Pemikir? Filsuf?
Tags: Al-Qur'anBerbasis Al-QuranMatematikaMuzakkir Syamaunpendidikan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

May 1, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

May 1, 2026
Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026
Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry Harus Jadi Kekuatan Strategis

Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry: Harus Jadi Kekuatan Strategis

April 26, 2026

EDITOR'S PICK

Wali Nanggroe Kunjungi Lapas Perempuan Sigli, Temukan 6 Bayi dan 155 Warga Binaan di Satu Blok

Wali Nanggroe Kunjungi Lapas Perempuan Sigli, Temukan 6 Bayi dan 155 Warga Binaan di Satu Blok

June 13, 2025
Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan

Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan

April 20, 2026
Menu Qur'an Kemenag Bertambah, Ada Terjemahan Al-Qur'an Bahasa Gayo

Menu Qur’an Kemenag Bertambah, Ada Terjemahan Al-Qur’an Bahasa Gayo

October 11, 2024
PSSI Lepas Indra Sjafri dari Jabatan Pelatih Kepala Timnas U-20 Usai Gagal di Piala Asia

PSSI Lepas Indra Sjafri dari Jabatan Pelatih Timnas U-20 Usai Gagal di Piala Asia

February 24, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.