• Tentang Kami
Friday, July 31, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kiprah Perempuan Dalam Kepemimpinan dan Pencapaian Sejarah

SAGOE TV by SAGOE TV
March 20, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Kiprah Perempuan Dalam Kepemimpinan dan Pencapaian Sejarah
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dwi Setyowati,S.Pd.I., MA.,
Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah DKI Jakarta Masa Bakti 2016-2022.

Secara etimologi, sejatinya pemimpin adalah pemandu jalan, penentu arah, dan penggerak dari para anggotanya. Sebabnya seorang pemimpin harus memiliki kemampuan menginspirasi, memotivasi, dan menghadirkan perasaan cinta serta kesukarelaan orang lain untuk bergerak mewujudkan visi bersama yang telah disepakati. Sejarah telah mencatatkan peristiwa kepemimpinan perempuan yang demokratis yang penuh toleransi, dukungan dan pengelolaan aspirasi yang tidak kalah dari kepemimpinan laki-laki. Kepemimpinan perempuan yang pernah berjalan juga turut menghadirkan keseimbangan tanpa arogansi dan dominasi.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Berbicara perihal kepemimpinan nyatanya tidak selalu soal politik bernegara saja. Kepemimpinan perempuan hakikatnya sudah dimulai dari perannya sebagai ibu dalam lingkungan keluarga. Menjadi sosok ibu yang penyayang, pendengar yang baik, sahabat diskusi yang asyik, nir kekerasan, egaliter, dan demokratis telah menjadi cerminan dari sosok pemimpin yang mampu menggerakan anak-anaknya untuk bertindak lebih baik dengan perasaan yang merdeka. Suasana lingkungan keluarga yang merdeka (tanpa ada tekanan tetapi tetap terarah) membuat anak-anak tumbuh dengan potensinya tanpa rasa takut. Bahkan dengan suasana kemerdekaan dan demokratis tersebut juga seorang ibu telah membentuk anak-anak mereka menjadi generasi yang cerdas, handal, percaya diri, memiliki rasa toleransi yang baik, dan senang bekerjasama.

Kepemimpinan perempuan dalam Al-Qur’an telah digambarkan dalam kisah mengenai  Ratu Balqis pada Surah An-Naml: 23 yang artinya: ”Sungguh, kudapati ada seorang perempuan yang memerintahkan mereka, dan dia dianugerahi segala sesuati serta memiliki singgasana yang besar”. Ratu Bilqis sebagai penguasa Negeri Saba’ digambarkan sebagai sosok pemimpin yang adil dan mau menerima kebenaran.

Terbukti dengan sukarela untuk berserah diri dengan memeluk Islam setelah Nabi Sulaiman as. menunjukkan karunia yang Allah Swt. berikan padanya. Sikap keterbukaan dan senang menerima masukan menunjukan sosok Ratu Balqis sebagai seorang pemimpin yang demokratis. Bahkan disebutkan bahwa tidak sekalipun Ratu Balqis memutuskan suatu perkara tanpa melakukan musyawarah lebih dulu, seperti yang disampaikan pada ayat 32 yang artinya: “Dia (Balqis) berkata,’Wahai para pembesar ! Berilah aku pertimbangan dalam perkaraku (ini). Aku tidak pernah memutuskan suatu perkara sebelum kamu hadir dalam majelis(ku)”.

Ternyata, selain Ratu Balqis, Aceh juga telah menggoreskan kesuksesan kepemimpinan perempuan. Dengan memiliki empat Sultanah yang tercatat pernah memimpin Kerajaan Aceh Darussalam pada abad ke-16, menunjukan bahwa kepemimpinan perempuan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Seperti yang dituliskan dalam laporan penelitian dari UIN Ar-Raniry tahun 2020, terlihat sendiri pada masa kepemimpinan Sultanah Tajur Alam Syafiyatuddin Syah tahun 1641-1675, memiliki pencapaian yang diraih diantaranya: memberlakukan wajib belajar untuk anak perempuan di Kerajaan Aceh Darussalam. Memberikan hak kepada perempuan untuk ikut serta dalam kelembagaan kerajaan, pemerintahan, dan prajurit perang, dan kebijakan bagi para orang tua yang anak perempuannya hendak menikah terlebih dulu diberikan harta dan rumah untuknya.

Selanjutnya pada masa kepemimpinan Sultanah Nurul Alam Naqiatuddin Syah tahun 1675-1677, semasa kepemimpinannya Kerajaan Aceh Darussalam menata pemerintahannya dengan membentuk Federasi Tiga Sagi yang disebut dengan Sagi XXII Mukim, Sagi XXV Mukim, dan Sagi XXVI Mukim. Setiap Sagi kemudian dipimpin oleh Panglima Sagi yang mengatur otonomi wilayahnya dan bertanggung jawab langsung kepada Sultanah. Kemudian datang dari Sultanah Zaqiyatuddin Inayat Syah tahun 1677-1688, pencapaian yang diraih pada masa pemerintahannya adalah membangun kekuatan untuk melawan persaingan dagang dengan Belanda melalui kerjasama dengan negara-negara tetangga.

Selain itu, pada masa pemerintahannya juga perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung cepat untuk kemajuan generasi penerus kerajaan yang termasyur ini. Terakhir datang dari Sultanah Keumalat Syah tahun 1688-1699, pencapaian yang dilakukan adalah dengan mengizinkan Inggris untuk mendirikan kantor dagangnya diwilayah Kerajaan Aceh dan pihak kerajaan juga mendapat keuntungan besar dari pajak perdagangan Inggris di Aceh.

Sejatinya, masyarakat modern saat ini mendambakan kembali sosok pemimpin yang senang bekerjasama dan berkolaborasi dalam membangun tatanan masyarakat ideal sebagai landasan kerukunan hidup bersama. Termasuk sosok pemimpin yang mau secara bergotong royong mewujudkan sebuah kemerdekaan untuk bergerak dalam merealisasikan visi bersama.

Kiprah perempuan dalam dunia kepemimpinan telah digoreskan dengan tinta emas yang menunjukkan arti kemerdekaan dan kesetaraan tanpa mengurangi kodrat laki-laki sebagai pemimpin utama. Jika laki-laki mempimpin dengan dominasi akal rasionalnya, maka perempuan mempimpin dilingkungan terkecil sekalinpun seperti keluarga dengan dominasi rasa cinta dan kesukarelaan. Tujuannya tidak lain untuk menghadirkan kepatuhan tertinggi dari setiap anggotanya agar mampu bergerak dengan merdeka tanpa paksaan.

Dengan menghadirkan loyalitas dari kecintaan dan kesukarelaan, pergerakan yang terjadi akan mempunyai energi yang dahsyat hingga melegenda diberbagai zaman setelahnya. Perempuan sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya mengajarkan berbagai nilai yang membentuk identitas generasi masa depan. Serta kepemimpinan perempuan dalam keluarganya akan menyalurkan semangat baru dalam membangun peradaban disepanjang masa.[]

Tags: AcehIndonesiakepemimpinan perempuanperempuansejarah
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

July 30, 2026
LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

July 29, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Setelah Panggung Dibongkar

Setelah Panggung Dibongkar

July 28, 2026
Putri Saleh ASN Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Bidang perlindungan Khusus Anak.

Jangan Biarkan Masa Depan Anak Berjalan Sendiri

July 30, 2026
Ajakan Terbuka Menulis untuk Rubrik Seni SagoeTV.com

Ajakan Terbuka Menulis untuk Rubrik Seni SagoeTV.com

July 6, 2025
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Balai Bahasa Aceh Hadirkan Pojok Buku Profesor Sulaiman Tripa, Wujud Pelestarian Karya dan Penguatan Literasi

Balai Bahasa Aceh Hadirkan Pojok Buku Profesor Sulaiman Tripa, Wujud Pelestarian Karya dan Penguatan Literasi

July 31, 2026
UIA dan IKDAR Malaysia Resmi Jalin Kerja Sama, Gelar International Guest Lecture

UIA dan IKDAR Malaysia Resmi Jalin Kerja Sama, Gelar International Guest Lecture

July 28, 2026

EDITOR'S PICK

Salah Baca Langkah Cina, Visi Global 2021 Runtuh

Interupsi Epistemologis Pikiran Saintifik Hawking

March 20, 2025
7 Santri Dayah Insan Qurani Lolos Kuliah ke Al-Azhar Mesir Jalur Kemenag, 1 Raih Beasiswa Penuh

7 Santri Dayah Insan Qurani Lolos Kuliah ke Al-Azhar Mesir Jalur Kemenag, 1 Raih Beasiswa Penuh

May 28, 2025
Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi Batch 2, Gratis untuk 30 Ribu Peserta

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi Batch 2, Gratis untuk 30 Ribu Peserta

May 18, 2026
Kakanwil Kemenag Aceh Lantik Munawar sebagai Kakankemenag Kota Subulussalam

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik Munawar sebagai Kakankemenag Kota Subulussalam

August 13, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.