• Tentang Kami
Thursday, October 22, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Abua Leman dan Tidur Aja Dulu

Sahlan Hanafiah by Sahlan Hanafiah
May 25, 2025
in Analisis
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Abua Leman dan Tidur Aja Dulu

Abua Leman dan Tidur Aja Dulu. (Ilustrasi AI)

Share on FacebookShare on Twitter

Sahlan Hanafiah
Staf Pengajar Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar Raniry

Belakangan ini publik di dunia maya ramai menggunakan hashtag ”kabur aja dulu”. Setiap kali muncul masalah di Indonesia, seperti kasus mega korupsi di lembaga penegak hukum, di sektor minyak dan tambang, pagar laut, bentrok antara TNI dan polisi, para netizen menawarkan solusi kabur aja dulu.

Kabur aja dulu adalah reaksi dan ekspresi kekecewaan masyarakat, terutama kelas menengah, atas berbagai masalah yang terjadi secara beruntun di Indonesia, terutama sejak gerakan reformasi ’98 bergulir.

BACA JUGA

Kedermawanan di Atas Tanah Rebutan: Ketika Oligarki Berjubah Welas Asih

Membongkar Utang Indonesia dan Ilusi “Masih Aman”

Masyarakat melihat, meski proses reformasi telah berlangsung puluhan tahun, pemerintah dipilih silih berganti, namun harapan dan kemajuan masih jauh dari terang. Karena itu, untuk menurunkan rasa frustasi yang memuncak, kabur aja dulu disodorkan sebagai solusi.

Bukan fenomena baru
Namun kabur aja dulu bukanlah fenomena baru. Jauh sebelum adanya media sosial, masyarakat telah mempraktekkan aksi kabur aja dulu, menjauh dari masalah yang mereka hadapi, khususnya akibat ketidakpastian kebijakan pemerintah. Bahkan aksi kabur aja dulu pada masa sebelumnya dilakukan dengan cara yang sangat bervariasi. Tentu saja sesuai kapasitas mereka masing-masing.

Saya teringat pada sosok Abua Leman (panggilan hormat kami masa kecil untuk almarhum Ahmad Sulaiman) di awal tahun 1990-an. Saat itu, akhir periode rezim otoriter militeristik Orde Baru berkuasa, kondisi ekonomi dan politik tidak kalah morat marit seperti sekarang.

Abua Leman sehari-hari berprofesi sebagai petani. Ia memiliki tiga orang anak. Semua anaknya dikirim ke perguruan tinggi. Dengan hanya bertani, penghasilan Abua Leman sudah pasti tidak cukup.

Maka untuk menambah penghasilan, setelah pulang dari sawah, Abua Leman menjadi tukang jahit pakaian. Ia menyewa lapak seukuran mesin jahit di salah satu toko kain di pasar Ulee Gle.

Istrinya juga ikut membantu menambah penghasilan keluarga dengan memelihara bebek dan ayam kampung di sekitar rumahnya. Sebagian dari telur bebek dan ayam dijual ke pasar. Sebagian lagi dijadikan bahan untuk membuat kue bhoi. Kue bhoinya terkenal enak. Karena itu, anak-anak waktu itu memanggil istri Abua Leman dengan panggilan Miwa Bhoi.

Setiap waktu makan siang tiba, Abua Leman pulang ke rumahnya yang terletak kurang lebih 1 Km dari pasar dengan mengayuh sepeda Phoenix kesayangannya. Ia tidak makan siang di warung nasi karena ingin berhemat. Selesai makan, Abua Leman menuju ke meunasah (surau) kampung kami yang terletak 1.5 Km dari pasar untuk melaksanakan shalat Zuhur.

Kebiasaan Abua Leman shalat Zuhur di meunasah yang letaknya lebih jauh dari pasar mengundang rasa penasaran saya. Bukankah Abua Leman bisa shalat Zuhur di rumah atau shalat Zuhur di masjid yang tempatnya jauh lebih mulia dan letaknya lebih dekat dari tempat ia menjahit?

Belakangan baru saya tahu misteri dibalik kebiasaan Abua Leman shalat Zuhur di meunasah. Ternyata Abua Leman punya kebiasaan tidur siang di jamboe jaga yang letaknya diapit oleh sawah dan meunasah.

Selain tempatnya teduh, dihembus angin sawah, jamboe jaga juga selalu ramai. Di sana biasanya sudah ada beberapa orang seumuran Abua Leman. Mereka juga memiliki kebiasaan yang sama, singgah di jamboe jaga sambil ngobrol setelah selesai shalat Zuhur. Topik yang dibicarakan beragam, mulai dari hal yang remeh temeh hingga topik serius.

Namun yang menarik dari sosok Abua Leman adalah, ia tidak terlibat dalam diskusi. Biasanya setelah bersalaman, Abua Leman langsung mencari sudut kosong dan merebahkan badannya di atas lantai jamboe jaga yang terbuat dari pelepah pohon pinang.

Tidak lama setelah berbaring disana, suara mendengkur Abua Leman sayup-sayup mulai terdengar, pertanda Abua Leman telah terlelap dalam tidurnya di tengah suara bising teman-temannya.

Tidur siang di jamboe jaga ditengah suara bising teman-temannya membahas politik Orde Baru adalah cara Abua Leman untuk kabur aja dulu dari beban hidup yang ia pikul, khususnya membiayai anak-anaknya sekolah di perguruan tinggi.

Abua Leman seperti tidak ingin membuang waktu, larut dalam diskusi tak berujung. Namun pada saat yang sama, Abua Leman membutuhkan kebisingan jamboe jaga untuk mengantarkannya tidur, kabur dari segala masalah. Biasa jadi sejak kecil Abua Leman terbiasa didongengkan oleh orang tuanya sebelum tidur. Kebiasaan itu kemungkinan terbawa hingga ia dewasa.

Tapi kali ini, yang ia dengar adalah dongeng tentang negerinya yang hampa, banyak masalah, tanpa harapan. Dongeng tentang REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun), kata yang selalu diulang-ulang oleh pemerintah Orde Baru dalam rapat kabinet terbatas. Abua Leman tahu bahwa itu hanyalah angan-angan. Karena itu, ia memilih kabur, mengejar mimpinya dalam tidur.

Tidur aja dulu adalah salah satu cara orang kecil seperti Abua Leman kabur dari peliknya hidup yang dihadapi di zaman Orde Baru. Bagi Abua Leman, kabur secara fisik dari ketidakpastian kebijakan pemerintah tidaklah mungkin dilakukan, mengingat ia memiliki tanggung jawab menghidupi keluarganya. Karena itu, ia memilih tidur, cara paling murah untuk kabur dari masalah.

James C. Scott (1985) dalam bukunya Weapons of the Weak: Everyday Forms of Peasant Resistance menulis, orang-orang lemah seperti petani selalu memiliki cara untuk melawan rezim pemerintah yang korup dan zalim. Karena sadar tidak berdaya, maka mereka memilih cara-cara perlawanan pasif, tidak langsung.

James C. Scott mengatakan, akumulasi bentuk perlawanan pasif pada suatu waktu akan memuncak dan bisa jadi meledak. Karena itu, jika pemerintah cuek terhadap perlawanan pasif maka itu merupakan kesalahan besar.

Merujuk dari argumen James C. Scott di atas maka tidur aja dulu adalah senjata terakhir yang dimiliki Abua Leman. Abua Leman tidak ingin menghabiskan energinya untuk berdebat pada perkara yang menurutnya berada diluar kapasitasnya. Baginya, menyimpan energi dengan cara tidur aja dulu jauh lebih penting daripada meraba-raba solusi yang belum pasti.

Tidur aja dulu adalah cara Abua Leman mengekspresikan kekecewaanya sekaligus melepaskan kepenatannya. Cara ini bagi Abua Leman terbukti efektif, di mana pada akhirnya Abua Leman berhasil mengantarkan anak-anaknya meraih gelar sarjana, menjadi guru dan budayawan. []

Tags: AnalisisArtikelFenomenaIndonesiaSahlan Hanafiah
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah adalah Penggerak "Rumoh NekNyah" di Ulee Glee Pidie Jaya, Aceh.

Related Posts

Kedermawanan di Atas Tanah Rebutan: Ketika Oligarki Berjubah Welas Asih
Analisis

Kedermawanan di Atas Tanah Rebutan: Ketika Oligarki Berjubah Welas Asih

by SAGOE TV
September 9, 2026
Calvin Ho
Analisis

Membongkar Utang Indonesia dan Ilusi “Masih Aman”

by SAGOE TV
August 16, 2026
Calvin Ho
Analisis

Paradoks Aceh: Mengapa Kekayaan Alam Tidak Menjadi Kemakmuran?

by SAGOE TV
August 7, 2026
Calvin Ho
Analisis

Pariwisata Tanpa Kedaulatan: Skandal Struktural dari Bali dan Pelajaran bagi Aceh

by SAGOE TV
July 30, 2026
Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa
Analisis

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

by SAGOE TV
March 8, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

KPK Anugerahkan Penghargaan kepada 15 Desa Antikorupsi di Aceh, Ini Daftarnya

KPK Anugerahkan Penghargaan kepada 15 Desa Antikorupsi di Aceh, Ini Daftarnya

October 21, 2026
Arsip tabloid asAsi

asAsi: Nyawöung dalam Wujud Lain

October 16, 2026
Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

October 16, 2026
Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

October 15, 2026
Muhammad Riza Nurdin Direktur Komersial PT PEMA

Muhammad Riza Nurdin Ditunjuk Jadi Direktur Komersial PT PEMA

October 20, 2026
Risnawati Ridwan

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

October 18, 2026
Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

October 18, 2026
Baun Thoib Soaloon Kepala Kantor Bahasa Kepri

Mendikdasmen Lantik 162 Pejabat, Baun Thoib Soaloon Jabat Kepala Kantor Bahasa Kepri

October 18, 2026
Wisuda 227 Lulusan, UIA Beri Hadiah Umrah untuk Prodi S1 Ekonomi Syariah Berpredikat Unggul

Wisuda 227 Lulusan, UIA Beri Hadiah Umrah untuk Prodi S1 Ekonomi Syariah Berpredikat Unggul

October 21, 2026

EDITOR'S PICK

Aceh Besar Raih Predikat Kepatuhan Pelayanan Publik 2024

Aceh Besar Raih Predikat Kepatuhan Pelayanan Publik 2024

January 22, 2025
USK Wisuda 3.028 Lulusan, Rektor Ingatkan Ijazah Saja Tak Cukup Hadapi Dunia Kerja

USK Wisuda 3.028 Lulusan, Rektor Ingatkan Ijazah Saja Tak Cukup Hadapi Dunia Kerja

August 26, 2026
Mendagri Tito Lantik Safrizal sebagai Pj Gubernur Aceh, Ini Tugas Pertamanya

Mendagri Tito Lantik Safrizal Jadi Pj Gubernur Aceh, Ini Tugas Pertamanya

August 22, 2024
Presiden Prabowo Gelar Rapat Percepatan Hilirisasi Nasional di Hambalang

Presiden Prabowo Gelar Rapat Percepatan Hilirisasi Nasional di Hambalang

March 17, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.