• Tentang Kami
Sunday, January 18, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
KIRIM TULISAN
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Chelsea, Frank Lampard, dan Aceh

Sahlan Hanafiah by Sahlan Hanafiah
May 17, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah. Foto: dok. SagoeTV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sahlan Hanafiah
Staf Pengajar Program Studi Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Baru baru ini, Chelsea, klub sepak bola Inggris yang bermarkas di kota London memecat Frank Lampard dari kursi pelatih. Banyak pihak terkejut dengan pemecatan itu mengingat Lampard merupakan pemain bintang pada eranya dan telah dianggap sebagai the legend. Selain itu, ia baru menjabat 18 bulan, waktu yang sangat singkat untuk membesut tim sepak bola.

Namun yang menarik perhatian saya adalah alasan pemecatan Frank Lampard dari kursi pelatih, yaitu karena perjalanan klub dianggap tidak jelas arah dan tujuan di tangannya.

BACA JUGA

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Ibarat sopir bus, Chelsea yang dikemudikan Lampard dengan tujuan menuju puncak prestasi dinilai berjalan sangat lambat, bahkan sesekali berjalan mundur kebelakang. Jalan yang dipilih Lampard juga bukan jalan tol bebas hambatan, melainkan jalan berliku yang tidak jelas kapan akan sampai ke tujuan. Situasi ini membuat penumpang (pemain) gundah, sanak famili (supporter) yang menunggu di terminal menjadi panik, dan pemilik bus (pemilik klub) kehilangan kesabaran dan kepercayaan.

Padahal pemilik perusahaan telah menyiapkan bus dalam kondisi sempurna. Semua infrastruktur (pemain) dibeli dalam kondisi baru dari bursa jendela transfer musim panas lalu dengan dana fantastis mencapai 220 milyar poundsterling.

Chelsea bahkan merupakan satu satunya klub sepak bola di Eropa musim ini yang berbelanja pemain dalam jumlah sebesar itu. Infrastruktur (pemain) yang dibeli juga bukan kualitas KW, tiruan atau produk gagal. Mereka adalah pemain top, kombinasi pemain muda dan senior penuh talenta dan sarat pengalaman. Sehingga tidak ada alasan bagi Frank Lampard menyalahkan kualitas pemain yang baru dibelinya.

Baca Juga:  103 Titik Longsor di Aceh Belum Ditangani, Akses Lintas Tengah Masih Terputus

Karena itu, wajar jika pemilik klub dan supporter menaruh harapan tinggi terhadap Frank Lampard agar klub yang dikemudikannya menempuh perjalanan dengan menyakinkan menuju puncak prestasi dan terminal juara.

Namun kenyataannya, setelah bermain 20 kali, Chelsea berada diurutan ke 9 klasemen sementara, dengan 30 raihan poin, terpaut 11 poin dari Manchester City yang berada di puncak klasemen dan baru bermain 19 kali. Jika Chelsea tetap berada di posisi tersebut hingga akhir musim, maka klub kaya raya itu akan kehilangan peluang bermain di Liga Champion musim depan.

Lalu apa hubungannya mengaitkan klub Chelsea dan pemecatan Frank Lampard dengan Aceh? Tidak ada hubungan apapun. Dalam tulisan saya hanya ingin menggunakan situasi klub sepak bola yang terkenal dengan julukan The Blues sebagai bahan refleksi untuk Aceh. Sebab, salah satu kemiripan Chelsea dan Aceh adalah sama-sama kaya.

Terutama sejak 2008 Aceh menerima dana Otonomi Khusus setiap tahun dalam jumlah cukup besar. Tahun 2008 misalnya Aceh menerima hampir 4 triliun rupiah dan setiap tahun hingga sekarang angka tersebut mengalami peningkatan berlibat ganda menjadi puluhan triliun rupiah. Penerimaan dana tersebut akan berakhir 2028 sesuai amanat UUPA.

Kekayaan Aceh tidak hanya dana yang datang dari berbagai sumber anggaran, tapi Aceh juga memiliki sumber daya alam melimpah yang belum terkelola dengan baik. Namun yang membedakan Chelsea dengan Aceh adalah ambisi, target, capaian dan ekspektasi.

Sebagai klub sepak bola, dengan kekayaan yang mereka miliki, Chelsea mempunyai visi dan ambisi yang jelas, yaitu menjuarai setiap kompetisi. Lalu apa visi dan ambisi Aceh dengan kekayaan yang dimiliki saat ini? Dengan kata lain, kemana arah dan tujuan pembangunan Aceh kedepan, apa saja target selama dana Otonomi Khusus masih dalam genggaman tangan? Silakan pembaca mencari jawaban dengan cara, pengetahuan dan kenyakinan masing-masing.

Baca Juga:  Pj Gubernur Safrizal Terima Obor Api PON dari Pj Wali Kota Banda Aceh

Chelsea menaruh ekspektasi yang jelas terhadap pelatih dan manajernya, minimal tim bermain konsisten setiap pertandingan dan dapat bermain di Liga Champion musim depan. Lalu apa ekspektasi anggota dewan yang mewakili rakyat Aceh di parlemen sebagai ’pemilik Aceh’ terhadap manajernya (gubernur, bupati dan wali kota)?

Sejuah ini kita belum mendengar adanya visi dan ambisi yang jelas dari ’pemilik Aceh’ yang sedang duduk di kursi empuk parlemen, seperti ambisi menjadikan Aceh sebagai provinsi juara dalam bidang pendidikan berkualitas, juara pelayanan publik, juara menurunkan angka kemiskinan , juara meningkatkan jumlah lapangan kerja, juara menurunkan kasus korupsi, juara memperbaiki citra provinsi intoleran.

Disisi lain kita juga belum pernah mendengar adanya ekspektasi yang ditaruk di atas pundak ’manajer’ (gubernur, bupati, wali kota) oleh ’perwakilan pemilik Aceh (wakil rakyat) terhadap target yang harus dicapai selama lima tahun menjabat, seperti yang Roman Abrahamovic lakukan terhadap pelatih Chelsea yang ditunjuknya selama ini.

Meski Aceh kaya anggaran dan sumber daya alam, tapi pemiliknya tidak memiliki visi, ambisi dan ekspektasi, maka kekayaan Aceh hanya akan menjadi petaka dan bencana sekarang dan dikemudian hari.

Seumpama klub sepak bola, jika pemilik daerah (wakil rakyat) tidak memiliki visi dan ambisi dalam menjadikan daerahnya maju dan berkembang, kepala daerah tidak mendapat tekanan dan ekspektasi apapun dari pemilik daerah (wakil rakyat), maka daerah tersebut dipastikan lambat laun akan terjun bebas ke zona degradasi, menjadi daerah tertinggal.

Disinilah kadangkala kita membanyangkan, andai semua anggota dewan di Aceh seperti Roman Abrahamovic, dan andai kepala daerah seperti Pep Guardiola, maka Aceh dengan kekayaan yang dimiliknya sekarang dapat dipastikan akan selalu berada di puncak klasemen, meraih prestasi setiap tahun, mengalahkan provinsi lain di Indonesia.[]

Tags: acehChelseaFrank Lampardpolitik
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah adalah Penggerak "Rumoh NekNyah" di Ulee Glee Pidie Jaya, Aceh.

Related Posts

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Talenta Digital dari Dayah: Harapan Baru Ekonomi Aceh
Artikel

Talenta Digital dari Dayah: Harapan Baru Ekonomi Aceh

by SAGOE TV
July 1, 2025
Dua Dekade Damai Aceh
Artikel

Dua Dekade Damai Aceh

by SAGOE TV
June 27, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih

MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih, Ini Daftar Namanya

January 12, 2026
Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

January 13, 2026
Jurnalis asal Aceh Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

Jurnalis Asal Aceh Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

January 14, 2026
Manasik Haji Makin Lengkap, Pesawat Citilink Hadir di Asrama Haji Aceh

Manasik Haji Makin Lengkap, Pesawat Citilink Hadir di Asrama Haji Aceh

January 14, 2026
Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

January 9, 2026
Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

January 11, 2026
Sudah 49 Hari Desa Dayah Usen Belum Bersih dari Lumpur

Sudah 49 Hari Desa Dayah Usen Belum Bersih dari Lumpur

January 14, 2026
Puisi untuk Bencana Sumatera: Tuan Katakan Dusta

Puisi untuk Bencana Sumatera: Tuan Katakan Dusta

December 20, 2025
Sundulan Connor Flynn Antar Persiraja Tekuk Persikad Depok 1-0

Sundulan Connor Flynn Antar Persiraja Tekuk Persikad Depok 1-0

January 12, 2026

EDITOR'S PICK

Aceh Bersatu Kawal Status 4 Pulau dan Revisi UUPA Sesuai Semangat MoU Helsinki

Aceh Bersatu Kawal Status 4 Pulau dan Revisi UUPA Sesuai Semangat MoU Helsinki

June 14, 2025
Gema Baiturrahman Raih Duta Quran Award Elmasudy 2025

Gema Baiturrahman Raih Duta Quran Award Elmasudy 2025

March 26, 2025
Dari Thaif yang Berdarah Menuju Madinah yang Berkah

Dari Thaif yang Berdarah Menuju Madinah yang Berkah

April 6, 2025
Mualem Lantik Bupati-Wabup Aceh Tenggara, Soroti Pentingnya Jaga Hutan Leuser

Mualem Lantik Bupati-Wabup Aceh Tenggara, Soroti Pentingnya Jaga Hutan Leuser

February 16, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.