• Tentang Kami
Monday, September 14, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Dari Pembangunan Konvensional ke Pembangunan Berkelanjutan

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
April 14, 2025
in Artikel
Reading Time: 2 mins read
A A
0
sulaiman tripa

Dr Sulaiman Tripa

Share on FacebookShare on Twitter

Word Summit on Sustainable Development atau KTT Bumi dilaksanakan di Johannesburg, Afrika Selatan, pada tanggal 26 Agustus hingga 4 September 2002. Pertemuan ini dihadiri oleh delegasi dari 191 negara dan 109 kepada negara. Termasuk Presiden Republik Indonesia, Megawati, hadir pada waktu itu.

Dalam bukunya Emil Salim, Ratusan Bangsa Merusak Satu Bumi, turut menjelaskan apa pentingnya Presiden Megawati hadir dalam pertemuan tersebut. Ada sejumlah catatan Emil Salim terkait pertemuan tersebut (Salim, 2010). Pertama, pertemuan Johannesburg memusatkan diri pada pola pembangunan berkelanjutan (sustainable development) untuk menggantikan pembangunan konvensional. Jika dihitung pada 2002, sudah sampai 50 tahun pembangunan konvensional yang nyatanya hanya berhasil meningkatkan 20 persen dari jumlah penduduk bumi. Sedangkan 80 persen jumlah penduduk yang tersebar di negara berkembang berkubang dalam kemiskinan.

BACA JUGA

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Ada satu hal dikritisi terkait konsep pembangunan yang menekankan pada ekonomi semata disertai kemerosotan lingkungan hidup global, tercermin pada menciutnya hutan, erosi tanah, mencemarnya lautan, dan polusi udara. Masalah lingkungan sudah mengacaukan iklim bumi, dan menaikkan permukaan laut yang menenggelamkan pulau-pulau, termasuk pulau-pulau di Indonesia.

Kedua, pola pembangunan konvensional yang disepakati untuk dirombak menjadi pembangunan berkelanjutan dengan mengintegrasikan unsur ekonomi, sosial, dan lingkungan. Interaksi ketiga unsur ini secara sadar diperhitungkan dalam perencanaan, kebijakan, dan proses pembangunan. Kesadaran integrasi ini, dalam konteks pembangunan sosial ditujukan untuk memberantas kemiskinan struktural (ketiadaan akses pendapatan, masalah lapangan kerja, air minum, jasa energi, permukiman, fasilitas Kesehatan, pendidikan, dan lain-lain). Sisi pembangunan ekonomi harus mengubah pola produksi dan pola konsumsi yang tidak menopang pembangunan berkelanjutan, terutama penggunaan energi yang tidak efisien dan mencemarkan, penggunaan SDA secara boros, konsumsi yang perlu diarahkan untuk daur ulang bahan kemasan. Sedangkan sisi lingkungan, penyelamatan dan perlindungan ekosistem diarahkan agar mampu dalam menopang proses pembangunan berkelanjutan.

Ketiga, catatan pertemuan Johannesburg yang ingin melanjutkan semangat Bali yang menekankan rencana aksi. Apalagi setelah pertemuan para kepala pemerintahan di Rio de Janeiro tahun 1992, telah berlangsung sejumlah pertemuan tingkat tinggi yang membahas masalah perdagangan di Doha (Qatar), masalah keuangan di Monterey (Meksiko), masalah pangan di Roma (Italia), masalah anak-anak di New York (AS). Pertemuan Johannesburg dibayangkan sebagai penutup dari rangkaian pertemuan-pertemuan yang dilaksanakan selama 10 tahun pasca Rio.

Presiden Megawati sendiri turut mendapat kesempatan berbicara pada waktu itu, dengan menegaskan pentingnya kesepakatan politik bagi pembangunan berkelanjutan. Dan sebagaimana tujuan pertemuan ini, untuk mengevaluasi pelaksanaan Agenda 21 dari hasil dari KTT Rio, pertemuan ini juga strategis dalam menyusun kepentingan pembangunan sesudahnya.

Ada tiga dokumen penting yang dihasilkan dari KTT Johannesburg, yakni: pertama, Johannesburg Declaration for Sustainable Development, yang dasarnya semacam deklarasi politik sekaligus kesepakatan para pemimpin negara dan pemerintahan terkait kesiapan bertanggung jawab dalam pembangunan berkelanjutan. Kedua, Johannesburg Plan of Implementation untuk menyukseskan Agenda 21 setelah 2002 hingga 10 tahun sesudahnya. Ketiga, Partnership Document, berisi Kerjasama para pemangku kepentingan internasional untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan berkelanjutan.

Pasca Johannesburg sendiri, kenyataannya tidak lantas semua masalah selesai dan tuntas. Kerusakan lingkungan tidak berhenti dan untuk kondisi perubahan iklim, malah semakin nyata dan menjadi-jadi. Gagasan membahas kondisi ini dilakukan, termasuk dalam Pertemuan Bali Tahun 2007. Kondisi ini menggambarkan bahwa setiap konsensus tentang lingkungan harus terus-menerus dievaluasi dalam rangka mendapatkan pemahaman bagi pembangunannya pada masa depan.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

[es-te, Senin, 14 April 2025]

Tags: ArtikelDr Sulaiman TripaKonvensionalLingkungan HidupPembangunanPembangunan Berkelanjutan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali
Artikel

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

by SAGOE TV
September 10, 2026
Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

September 11, 2026
Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

September 11, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

September 10, 2026
Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

September 12, 2026
Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

September 12, 2026
Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

September 11, 2026
Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

September 12, 2026
Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

September 11, 2026
Pengurus ICMI Orda Aceh Besar Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

Pengurus ICMI Orda Aceh Besar Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

September 7, 2026

EDITOR'S PICK

Hantu

Hantu

March 24, 2025
Ziarah Nasional HUT ke-79 TNI, Pj Gubernur Aceh Tabur Bunga di Makam Pahlawan

Ziarah Nasional HUT ke-79 TNI, Pj Gubernur Aceh Tabur Bunga di Makam Pahlawan

October 4, 2024
Ketua PKK Aceh Dorong Percepatan Bantuan Rumah untuk Masyarakat dan Eks Kombatan GAM

Ketua PKK Aceh Dorong Percepatan Bantuan Rumah untuk Masyarakat dan Eks Kombatan GAM

April 11, 2025
Rumah Amal USK Salurkan Rp567 Juta, 226 Mahasiswa Terima Bantuan UKT

Rumah Amal USK Salurkan Rp567 Juta, 226 Mahasiswa Terima Bantuan UKT

August 25, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.