BANDA ACEH | SAGOE TV – Di tengah derasnya informasi di ruang digital, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendorong pemuda Aceh meningkatkan literasi digital. Pesan itu disampaikan saat kunjungan kerja Gibran ke Aceh, Kamis, 6 Agustus 2026, dengan penekanan pada pentingnya menyaring dan memverifikasi informasi sebelum membagikannya.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran meninjau lokasi pembangunan Jembatan Kutablang di Kabupaten Bireuen sebelum melanjutkan agenda ke Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Gayo Lues.
Di sela-sela kunjungannya, Gibran disambut oleh Wakil Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Aceh, Rahmad Mulia, bersama jajaran pengurus Relawan Gibranku Aceh.
Rahmad mengatakan, dalam pertemuan itu Wakil Presiden menitipkan sejumlah pesan kepada para pemuda Aceh agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif, cerdas, dan bertanggung jawab.
“Mas Wapres berpesan bahwa edukasi mengenai penyaringan informasi atau media filtering di Aceh perlu terus ditingkatkan. Minimnya literasi dalam menyaring informasi dapat menyebabkan disinformasi semakin mudah berkembang,” ujar Rahmad mengutip pesan Gibran dalam keterangan tertulis yang diterima Sagoe TV, Jumat malam, 7 Agustus 2026.
Selain itu, Gibran juga mendorong adanya wadah yang dapat memperkuat tata kelola informasi di daerah.
“Bentuklah sebuah lembaga atau wadah yang dapat mengoptimalkan penyebaran informasi di daerah agar masyarakat memperoleh informasi yang berkualitas dan bermanfaat,” kata Rahmad, mengutip pesan Gibran.
Menurut Rahmad, Gibran juga menyoroti maraknya informasi yang tidak memiliki nilai manfaat di ruang digital.
“Saat ini terlalu banyak informasi yang tidak penting dan penggunaan media yang tidak pada tempatnya. Pemuda harus menjadi pelopor dalam menghadirkan konten yang produktif dan mencerdaskan,” ujar Rahmad yang menyampaikan pesan Gibran.
Wakil Presiden juga mengingatkan pentingnya melakukan verifikasi terhadap setiap informasi sebelum disebarluaskan.
“Setiap informasi digital harus diverifikasi kebenarannya dan diperkuat dengan nilai edukasi. Jangan mudah percaya ataupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya,” pesan Gibran.
Rahmad berharap pesan tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Aceh untuk meningkatkan literasi digital sekaligus berperan aktif menciptakan ekosistem informasi yang sehat, produktif, dan bertanggung jawab.[]




















