BANDA ACEH | SAGOE TV – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh memastikan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 tetap berjalan optimal, meskipun Aceh dilanda bencana banjir dan tanah longsor pada akhir 2025.
PLT. Kakanwil Kementerian dan Umrah Aceh, Arijal mengatakan seluruh tahapan persiapan keberangkatan jemaah haji berjalan sesuai jadwal. Bahkan, kuota jemaah haji Aceh tahun ini mengalami peningkatan signifikan.
“Jumlah jemaah haji Aceh tahun 2026 meningkat sebanyak 1.048 orang, sehingga total kuota menjadi 5.426 jemaah,” ujar Arijal.
Ia menjelaskan, seluruh jamaah yang masuk dalam kuota keberangkatan telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji hingga batas akhir pelunasan tahap kedua yang berakhir pada 9 Februari 2026. Dengan capaian tersebut, tingkat pelunasan jemaah haji Aceh mencapai 101 persen.
Namun demikian, Arijal mengakui terdapat sejumlah kendala di lapangan. Sebanyak empat calon jamaah haji yang telah melunasi tapi memilih mengundurkan diri. Selain itu, sekitar 600 calon jamaah haji Aceh telah lebih dahulu mengajukan pengunduran diri sebelum masa pelunasan, baik karena terdampak bencana banjir bandang maupun alasan lainnya.
“Kendala memang ada, terutama akibat bencana. Namun kami terus mendorong agar jamaah tetap dapat melakukan pelunasan sesuai ketentuan. Alhamdulillah, Aceh juga mendapatkan kuota cadangan hingga 40 persen,” jelasnya.
Arijal menegaskan, jamaah yang membatalkan keberangkatan pada tahun ini akan diprioritaskan untuk berangkat pada musim haji tahun berikutnya.
Saat ini, Kanwil Kemenag Aceh memasuki tahap lanjutan persiapan dengan memfokuskan penyelesaian dokumen perjalanan jamaah. Hingga kini, sebanyak 77 persen dokumen calon jamaah haji Aceh telah dikirim ke Jakarta untuk proses penerbitan visa.
“Kami optimistis seluruh proses dapat diselesaikan tepat waktu sehingga pemberangkatan jamaah haji Aceh tahun 2026 dapat berjalan lancar,” pungkas Arijal. []



















