• Tentang Kami
Thursday, June 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Rumah Penyintas Banjir di Pidie Jaya Belum Bersih dari Lumpur

Zuhri Noviandi by Zuhri Noviandi
April 6, 2026
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rumah Penyintas Banjir di Pidie Jaya Belum Bersih dari Lumpur

Rumah warga penyintas banjir di Kabupaten Pidie Jaya belum sepenuhnya bersih dari lumpur, Minggu (5/4/2026). Foto: Zuhri/Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

PIDIE JAYA | SAGOE TV – Rumah warga penyintas banjir di Kabupaten Pidie Jaya belum sepenuhnya bersih dari lumpur. Sebagian dari mereka ada yang sudah pasrah dan juga tetap berusaha melakukan pembersihan secara mandiri menggunakan alat seadanya.

Jurnalis Sagoe TV mengelilingi sejumlah desa terdampak parah akibat banjir bandang akhir November 2025 yang ada di Kecamatan Meurah Dua dan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, selama dua hari 4-5 April 2026.

BACA JUGA

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

Pendaki Asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah, Tim SAR Perluas Area Pencarian

Secara fasilitas umum (fasum) khususnya jalan sudah bisa diakses kembali. Jalanan permukiman warga sudah terbuka meski belum terlalu bersih dan juga berdebu. Di beberapa titik, alat berat eskavator juga terlihat tengah bekerja membersihkan lumpur dan material kayu di jalanan.

Namun, sisa lumpur di rumah warga masih belum tertangani. Sebagian warga membersihkan rumahnya secara mandiri menggunakan alat seadanya seperti sekop, cangkul, dan juga gerobak sorong. Lumpur yang mereka bersihkan itu kemudian ditumpukkan di depan rumah atau pinggir jalan.

Seperti halnya dilakukan oleh Nurdin warga Meunasah Mancang. Rumah panggung milik orang tuanya yang mereka tempati masih berlumpur baik di dalam maupun di halaman. Nurdin membersihkan rumah itu bersama adik dan abangnya.

“Kami bersihkan sedikit-sedikit. Lumpurnya sangat tebal, kami bersihkan dengan kemampuan dan alat seadanya. Seperti inilah walaupun sudah empat bulan pascabencana, lumpur di rumah kami belum bersih,” katanya.

Nurdin tidak berharap lebih, dirinya hanya menginginkan adanya eskavator untuk membersihkan lumpur dari halaman rumah dan juga mengangkut lumpur yang sudah menumpuk.

“Kalau di dalam rumah biarlah kami bersihkan pelan-pelan. Tapi yang di halaman ini terlalu tebal. Belum lagi kalau hujan, lumpur yang sudah menumpuk pasti turun lagi ke halaman,” tuturnya.

Nurdin mengakui, untuk kondisi jalan permukiman memang sudah terbuka kembali, sehingga warga bisa akses keluar-masuk seperti sediakala meski berdebu. Namun demikian, dia berharap pengerjaan bisa dilakukan secara maksimal agar ketika hujan jalanan mereka tidak lagi tergenang air.

“Jangan dua kali kerja, kami berharap pengerjaannya bisa fokus dikerjakan secara terstruktur dan terarah,” tegasnya.

Berbeda halnya dengan Munzir, sebelum memasuki Ramadhan dia sudah berhenti dan tidak lagi menyentuh atau membersihkan lumpur yang ada di halaman. Sementara kondisi di dalam rumah sudah bisa dibentangkan tikar atau alas untuk tempat tidur.

“Tidak sanggup lagi kalau kita bersihkan sendiri,” katanya pasrah.

Munzir juga menyampaikan harapan yang sama, dia meminta pemerintah atau pihak terkait agar bisa membersihkan sisa lumpur dari halaman dan lingkungan rumah mereka, serta lumpur yang menumpuk di pinggir jalan.

“Itu saja yang kami mohon,” ujarnya.

Sementara itu warga Desa Manyang Cut, Nasruddin, mengatakan sampai saat ini penyintas banjir di Pidie Jaya masih belum bisa bergerak untuk bekerja. Dia mengakui warga sudah menerima bantuan seperti dana tunggu hunian (DTH) dan juga menempati huntara, namun saban hari mereka resah lantaran tidak ada penghasilan yang masuk.

“Alhamdulillah permukiman kami sekarang memang sudah bersih dan warga sudah mulai menempati huntara, tapi kalau untuk bekerja atau pemulihan ekonomi itu belum,” katanya.

Karena itu Nasruddin menagih janji pemerintah akan bantuan stimulan modal usaha agar roda ekonomi warga yang selama ini lumpuh perlahan bisa bangkit kembali.

“Bagaimana kami bangkit, pekerjaan tidak ada lagi. Sawah dan kebun masih tertimbun lumpur,” ujarnya.[]

Tags: BanjirBencana AcehLumpurPenyintasPidie JayaRumah
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Zuhri Noviandi

Zuhri Noviandi

Related Posts

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas
News

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

by SAGOE TV
June 4, 2026
Pendaki Asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah, Tim SAR Perluas Area Pencarian
News

Pendaki Asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah, Tim SAR Perluas Area Pencarian

by SAGOE TV
June 4, 2026
Mualem Terima Pimpinan MPU Aceh, Bahas MTQ Nasional 2028 hingga Tambang Ilegal
News

Mualem Terima Pimpinan MPU Aceh, Bahas MTQ Nasional 2028 hingga Tambang Ilegal

by SAGOE TV
June 4, 2026
Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Juara Umum Catalyst Future Competition X Asia
News

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Juara Umum Catalyst Future Competition X Asia

by SAGOE TV
June 4, 2026
Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 World Press Photo
News

Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 World Press Photo

by SAGOE TV
June 3, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

June 4, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 3, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

June 3, 2026
Dari Meja yang Sama

Dari Meja yang Sama

June 3, 2026
Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

September 12, 2025
Skate Park Stage Volume 1-8 Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

Skate Park Stage Volume 1-8: Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

May 25, 2026
12.648 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikuti Ujian di USK, Rektor Ingatkan Jangan Salah Lokasi

3.886 Peserta Lulus SNBT 2026 di USK, Ini Daftar Prodi Paling Diminati

May 26, 2026
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026

EDITOR'S PICK

Orangutan Sumatera Kritis, Perdagangan Ilegal Masih Marak hingga Lintas Negara

Orangutan Sumatera Kritis, Perdagangan Ilegal Masih Marak hingga Lintas Negara

August 20, 2025
Mendagri Tito Turun ke Aceh Tamiang-Bener Meriah, Pantau Pemulihan Pascabencana dan Serahkan Bantuan

Mendagri Tito Turun ke Aceh Tamiang-Bener Meriah, Pantau Pemulihan Pascabencana dan Serahkan Bantuan

January 12, 2026
UIN ar-raniry banda aceh

SNBP Ditutup, Pendaftaran UIN Ar-Raniry Jalur SPAN-PTKIN Masih Dibuka hingga 6 Maret

February 24, 2025
Wagub Aceh Fadhlullah Hadiri Rakor Program 3 Juta Rumah, Siap Bebaskan PBG dan BPHTB untuk MBR

Wagub Aceh Fadhlullah Hadiri Rakor Program 3 Juta Rumah, Siap Bebaskan PBG dan BPHTB untuk MBR

February 26, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.