Dayah Insan Qurani menunjukkan kepedulian nyata di tengah bencana banjir yang melanda Aceh dengan menyalurkan uang jajan (uang saku) kepada 42 santri yang keluarganya terdampak langsung, sekaligus menanggung penuh kebutuhan santri yang terpaksa menetap di asrama akibat akses pulang yang terputus.
Selain itu, pihak Dayah Insan Qurani (IQ) juga memutuskan memperpanjang masa libur hingga 21 Desember 2025 demi menjamin keselamatan dan kenyamanan seluruh santri di masa darurat ini.
Pimpinan Dayah IQ, Ustaz Muzakkir Zulkifli, mengatakan bahwa seluruh kebutuhan harian santri yang menetap akan ditanggung sepenuhnya oleh dayah selama masa darurat.
“Kami mengutamakan keselamatan para santri. Dalam situasi seperti ini, perjalanan jauh sangat berisiko, sehingga perpanjangan libur adalah opsi terbaik,” kata Ustaz Muzakkir, Ahad (12/7).
Kebijakan itu disampaikan bersamaan dengan keputusan resmi memperpanjang masa libur hingga 21 Desember 2025. Melalui surat bernomor B-404/D.IQ-YPUQ/XII/2025, pimpinan dayah menjelaskan bahwa kondisi di sejumlah wilayah Aceh masih belum stabil akibat kelangkaan bahan pangan, pemadaman listrik berkepanjangan, serta terganggunya akses transportasi.
Santri yang keluarganya terdampak musibah dipersilakan menetap di asrama tanpa dikenakan biaya apa pun. “Tidak ada biaya apapun yang dibebankan kepada santri yang memilih menetap. Kami ingin memastikan mereka merasa aman, nyaman, dan terjaga selama masa darurat ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa atas bencana yang melanda Aceh. “Semoga Allah memberikan kita kesabaran dan ketegaran dalam menghadapi musibah ini.”
Sementara itu, santri lainnya diharapkan kembali pada 22 Desember 2025 untuk mengikuti persiapan ujian semester. Ujian dijadwalkan berlangsung pada 24 Desember 2025 s.d 3 Januari 2026, dan kegiatan belajar mengajar semester genap akan dimulai kembali pada 5 Januari 2026.
Selain membantu santri atau internal dayah, Dayah IQ juga membuka penggalangan dana bagi korban banjir dan longsor di Aceh. Total donasi yang terkumpul mencapai Rp 21.285.000, berasal dari dewan guru, wali santri, dan para muhsinin. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke sejumlah daerah terdampak parah.
“Ini adalah bentuk solidaritas kita bersama. InsyaAllah, seluruh amanah dari para donatur sudah kami serahkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ustaz Muzakkir. []



















