PIDIE JAYA | SAGOE TV – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengerahkan alat berat untuk membersihkan sisa sedimentasi tanah dan lumpur di Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Fokus utama misi ini adalah memulihkan pemukiman warga serta fasilitas umum guna mempercepat aktivitas masyarakat kembali normal.
Kepala Satgaswil PRR Aceh, Safrizal ZA, menyampaikan bahwa dukungan alat berat akan terus disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di setiap lokasi terdampak.
Ia menjelaskan bahwa peralatan yang disiapkan untuk mendukung percepatan pekerjaan di lapangan meliputi berbagai jenis unit teknis untuk memastikan normalisasi kawasan secara signifikan.
“Peralatan yang disiapkan meliputi excavator PC 200, PC 100, dan PC 55, grader, backhoe loader, truk trado pengangkut, serta dump truck,” ujar Safrizal.
Menindaklanjuti koordinasi tersebut, pengiriman armada di Gampong Menasah Raya pada Sabtu (7/3/2026) menunjukkan progres yang sangat positif dengan pengerahan unit bantuan Presiden Prabowo.
Berdasarkan data logistik lapangan, berikut rincian armada yang telah beroperasi:
* Excavator Berat: 1 unit Excavator 20 Ton (PC 200) dan 1 unit Excavator 10-13 Ton (PC 100) telah berada di lokasi dan beroperasi penuh (100%).
* Beco Loader: Sebanyak 3 unit Backhoe Loader (Beco Loader ban karet) telah tiba di lokasi untuk mempercepat pengerukan material di area publik.
* Armada Pengangkut: Dari rencana 20 unit Dump Truk, sebanyak 13 unit telah tiba dan aktif melakukan pengangkutan sedimen keluar dari pemukiman warga.
* Akses Area Sempit: 1 unit Excavator Mini juga telah diterjunkan untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses oleh alat berat besar.
Kombinasi antara kekuatan alat berat dan pelibatan tenaga masyarakat melalui program padat karya diharapkan dapat memulihkan lingkungan Gampong Menasah Raya dalam waktu singkat.
Safrizal menegaskan bahwa kolaborasi pusat-daerah dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh.
“Program ini diharapkan menjadi langkah konkret menuju pemulihan lingkungan dan kebangkitan ekonomi masyarakat,” tutup mantan Pj Gubernur Aceh itu. []




















