• Tentang Kami
Wednesday, October 14, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Menggunting dalam Lipatan

Anna Rizatil by Anna Rizatil
May 16, 2026
in SENI
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Menggunting dalam Lipatan

Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ari J. Palawi
Direktur Inkubator Seni Berbasis Riset, Universitas Syiah Kuala

Beberapa Catatan dari Skate Park Stage tentang Relasi, Kerja Kolektif, dan Pendidikan Seni

BACA JUGA

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara

Tidak banyak orang tahu bahwa sebuah kegiatan seni kadang bisa hampir terganggu hanya karena satu pintu tidak dibuka.
Bukan karena panggung runtuh.
Bukan karena hujan besar.
Bukan karena tidak ada orang yang mau bekerja.

Melainkan karena akses terhadap sesuatu yang sebenarnya sudah dipahami bersama tiba-tiba menjadi rumit pada saat yang paling tidak perlu.

Pengalaman seperti itu kembali terasa dalam persiapan Skate Park Stage beberapa waktu lalu. Tim lapangan sudah bergerak sejak awal. Orang-orang muda mulai bekerja sejak siang. Peralatan hendak disiapkan. Komunikasi sudah dilakukan. Persetujuan juga sudah diketahui bersama.

Namun energi justru habis sebelum acara dimulai.

Yang paling melelahkan bukan keadaan daruratnya, melainkan kenyataan bahwa situasi semacam ini terasa tidak lagi benar-benar baru. Ada pola yang diam-diam berulang. Ada hambatan kecil yang terus muncul di titik yang hampir sama. Dan setiap kali itu terjadi, orang-orang di lapangan dipaksa menguras tenaga tambahan hanya untuk memastikan ruang kreatif tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Menariknya, suasana tidak pernah benar-benar pecah menjadi pertengkaran besar.

Masih ada candaan di grup percakapan.
Masih ada yang mencoba menenangkan keadaan.
Masih ada yang menawarkan solusi cepat.
Masih ada yang membantu kendaraan operasional di hari libur.
Masih ada yang menjaga semangat tim muda agar tidak ikut runtuh oleh suasana.

Acara akhirnya tetap berjalan.

Namun ada jenis kelelahan tertentu yang tidak selesai hanya karena kegiatan berhasil dilaksanakan.

Kelelahan itu muncul ketika kerja kolektif terlalu sering dipertemukan dengan hambatan yang sebenarnya tidak perlu ada. Sedikit demi sedikit, orang mulai bekerja sambil menahan sesuatu yang sulit dijelaskan. Bukan marah sepenuhnya. Bukan pula kecewa sepenuhnya. Hanya rasa letih yang pelan-pelan mengganggu kepercayaan terhadap ruang yang sedang dibangun bersama.

Di titik seperti inilah “menggunting dalam lipatan” bekerja paling efektif.

Ia tidak hadir sebagai konflik besar yang mudah dikenali. Ia justru muncul dalam bentuk paling tenang: memperlambat akses, membuat orang menunggu, membiarkan energi habis di persoalan yang seharusnya sederhana, lalu tetap berdiri seolah semua baik-baik saja.

Yang dipotong bukan acara secara langsung. Yang terkikis ialah energi kolektif di dalamnya.

Hal seperti ini sering dianggap kecil di lingkungan akademik dan kesenian. Banyak orang mengira persoalannya hanya soal prosedur, komunikasi, atau perbedaan cara kerja biasa. Padahal suasana sebuah ekosistem kreatif dibentuk justru oleh pengalaman-pengalaman kecil sehari-hari: apakah orang merasa dimudahkan atau dipersulit, dipercaya atau dicurigai, diterima atau sekadar ditoleransi.

Skate Park Stage tumbuh bukan dari kemewahan fasilitas. Ruang ini bertahan karena ada orang-orang yang rela bekerja lebih jauh dari peran formalnya. Ada yang mengurus publikasi. Ada yang meminjam kendaraan. Ada yang mengangkat alat. Ada yang mendokumentasikan kegiatan. Ada yang menjaga ritme komunitas tetap hidup ketika keadaan sedang tidak mudah.

Lomba Himne/Aubade dan Mars Skate Park Stage yang sedang dipersiapkan bahkan menunjukkan bahwa ruang ini mulai bergerak lebih jauh: bukan hanya menjadi panggung mingguan, tetapi perlahan menjelma ruang belajar bersama, ruang eksperimen, ruang sosial, dan ruang tumbuh bagi generasi muda yang ingin berkesenian tanpa terlalu banyak sekat.

Karena itu, hambatan-hambatan kecil yang terus berulang sesungguhnya bukan sedang melelahkan satu atau dua orang saja. Ia perlahan mengganggu proses belajar bersama di dalamnya.

Anak-anak muda yang terlibat di ruang seperti ini sedang belajar lebih dari sekadar tampil di atas panggung. Mereka sedang belajar tentang solidaritas, tentang cara menjaga ruang bersama, tentang bagaimana orang dewasa memperlakukan kerja kolektif, dan tentang bagaimana kekuasaan kecil bisa digunakan untuk membantu atau justru menguras tenaga orang lain.

Yang paling mengkhawatirkan dari keadaan seperti ini bukan suara keras atau konflik terbuka. Ruang kreatif justru lebih sering melemah karena hal-hal yang samar, berlangsung pelan-pelan, lalu terlalu lama dianggap wajar.

Sebab sebuah komunitas seni tidak runtuh hanya karena kekurangan fasilitas. Banyak ruang kreatif tetap hidup dalam keterbatasan. Yang jauh lebih berbahaya ialah ketika orang-orang yang sungguh bekerja menjaga ruang bersama mulai lelah menghadapi hambatan dari dalam ruang itu sendiri.

Acara selesai. Musik dimainkan. Orang-orang pulang sambil membawa dokumentasi di telepon genggam mereka masing-masing.

Namun ada jenis lelah tertentu yang tidak ikut pulang malam itu.

Ia tinggal di dalam ruang yang terlalu lama meminta orang-orang baik untuk terus bersabar menghadapi hal-hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi.[]

Tags: Makin Tahu IndonesiaNarasiopiniSeniSkate Park Stage
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances
SENI

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

by SAGOE TV
October 11, 2026
Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara
SENI

Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara

by SAGOE TV
October 10, 2026
Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda
SENI

Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda

by SAGOE TV
September 28, 2026
SPS Revival Perkuat Jejaring Kreatif Aceh, Jajaki Kolaborasi dengan Yayasan AMANAH
SENI

SPS Revival Perkuat Jejaring Kreatif Aceh, Jajaki Kolaborasi dengan Yayasan AMANAH

by SAGOE TV
September 22, 2026
Festival Nipah 2026 Digelar di Suak Timah, Angkat Budaya dan Ekonomi Warga
SENI

Festival Nipah 2026 Digelar di Suak Timah, Angkat Budaya dan Ekonomi Warga

by SAGOE TV
September 11, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Nasir Djamil: Warung Kopi di Aceh Bisa Jadi Ruang Diskusi Buku

Nasir Djamil: Warung Kopi di Aceh Bisa Jadi Ruang Diskusi Buku

October 10, 2026
Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

October 13, 2026
LPS bayar klaim nasabah BPRS Aceh

LPS Bayar Rp46,80 Miliar Klaim Nasabah 4 BPRS di Aceh

October 8, 2026
Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

October 11, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

October 14, 2026
Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

October 11, 2026
Persiraja vs Semen Padang Nama Besar Kabau Sirah Tak Bikin Laskar Rencong Gentar

Total Denda Rp100 Juta, Persiraja dan Faris Adit Disanksi Usai Laga Kontra Sumsel United

October 14, 2026
PORA XV Aceh Jaya Diundur ke Mei 2027

PORA XV Aceh Jaya Diundur ke Mei 2027

October 8, 2026
Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara

Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara

October 10, 2026

EDITOR'S PICK

155 Ribu Warga Aceh Masih Bertahan di Pengungsian, Pemerintah Pacu Pembangunan Huntara

155 Ribu Warga Aceh Masih Bertahan di Pengungsian, Pemerintah Pacu Pembangunan Huntara

January 14, 2026
Teuku Andie, Vokalis Seuramoe Reggae, Meninggal Dunia

Teuku Andie, Vokalis Seuramoe Reggae, Meninggal Dunia

August 25, 2026
BNPB Umumkan Data Terkini Bencana Aceh 35 Meninggal dan 25 Warga Hilang

For-JAK Desak Presiden Prabowo Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional untuk Banjir Sumatra

November 29, 2025
Mahasiswa UIA Ambil Bagian di World Cleanup Day 2025 Bireuen, Aksi Bersih Pantai Kuala Raja

Mahasiswa UIA Ambil Bagian di World Cleanup Day 2025 Bireuen, Aksi Bersih Pantai Kuala Raja

September 22, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.