• Tentang Kami
Friday, September 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Anna Rizatil by Anna Rizatil
April 18, 2026
in SENI
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ari J. Palawi
Praktisi, Akademisi: Koord. Inkubator Seni Universitas Syiah Kuala

Kalau hanya dilihat dari luar, Skate Park Stage mungkin terlihat seperti kegiatan biasa. Anak-anak muda datang, tampil, ada musik, ada tari, ada puisi. Selesai, pulang.
Tapi kalau diperhatikan lebih dekat, yang sedang terjadi bukan itu.
Kita sedang mengerjakan sesuatu.

BACA JUGA

Refleksi SPS Vol. 17 Bijèh & Pertunjukan Musik Para Tamu

Tangke Wakili Aceh di Lake Toba Traditional Music Festival

Tiga volume pertama sudah cukup untuk memperlihatkan itu.
Di awal, orang datang dengan rasa ingin tahu. Belum paham mau ngapain. Belum tahu harus berada di posisi mana. Sebagian tampil, sebagian hanya melihat.
Masuk ke volume kedua, mulai terasa ada pergeseran. Orang tidak lagi hanya datang untuk melihat. Sudah mulai mencoba. Meskipun belum rapi, belum terarah, tapi ada keberanian untuk masuk.
Di volume ketiga, ritmenya mulai terbentuk. Tim lapangan lebih siap. Pergantian lebih cepat. Bahkan saat hujan datang dan memotong waktu, semua bergerak cepat. Alat diamankan, ruang ditutup dengan kesadaran bersama.
Ini hal-hal kecil.

Tapi justru dari situ terlihat bahwa prosesnya berjalan.
Di sisi karya, perubahan juga mulai terasa.
Penampilan tidak lagi sepenuhnya berdiri di depan. Ada yang mulai masuk ke tengah audiens. Puisi dan tari tidak lagi menjaga jarak. Orang yang menonton juga mulai ikut merasakan, bukan hanya melihat.
Namun kita juga harus jujur.

Sebagian besar yang muncul masih sangat dekat dengan logika hiburan, terutama musik. Cara tampil, cara membangun suasana, hingga pilihan karya banyak dipengaruhi oleh apa yang memang sudah akrab di keseharian.
Dan itu tidak salah.
Tapi kalau berhenti di situ, kita tidak bergerak ke mana-mana.
Di sisi lain, mulai ada yang mencoba berbeda. Aransemen sederhana, koreografi yang mulai dipikirkan, hingga puisi yang hadir dengan cara yang lebih personal.
Belum banyak.

Tapi cukup untuk menunjukkan bahwa ruang ini bisa berkembang.
Di titik ini, Skate Park Stage berada di tengah beberapa tarikan sekaligus.
Sebagai wadah terbuka untuk siapa saja.
Sebagai ruang yang dekat dengan industri hiburan.
Dan sebagai tempat yang bisa melahirkan praktik berkesenian yang lebih serius.
Tiga-tiganya ada.
Yang jadi pekerjaan kita adalah menjaga agar tidak berat sebelah.
Yang juga mulai terasa adalah, ini tidak lagi hanya soal apa yang terjadi di arena.
Di luar itu, percakapan mulai hidup.

Ada yang ingin terlibat tapi belum bisa sekarang. Ada yang mendukung dari jauh. Ada yang baru mulai diajak ngobrol. Ada rencana yang belum berhasil, tapi tidak berhenti di situ. Dilanjutkan dengan cara lain. Ngopi, diskusi santai, mencari kemungkinan baru.
Tidak semua langsung tersambung.
Tidak semua langsung berjalan.
Namun geraknya ada.
Dan memang harus begitu.

Di Aceh, kita tidak bisa menunggu semua siap dulu baru jalan.
Kalau begitu, tidak akan pernah mulai.
Kita juga tidak bisa menutup mata terhadap kondisi yang ada.
Ruang berkesenian di Aceh masih sangat terbatas. Dukungan belum stabil. Banyak yang berjalan sendiri-sendiri. Sementara harapan tetap besar.
Dan kondisi ini bukan hal baru, tapi sudah terlalu lama dibiarkan.
Di sisi lain, pelaku seni juga punya beban hidup yang tidak ringan. Tidak semua punya waktu, tenaga, dan sumber daya untuk terus bergerak tanpa dukungan yang jelas.

Dalam situasi seperti ini, ruang seperti Skate Park Stage jadi penting.
Bukan karena dia sempurna.
Tapi karena dia ada.
Dan dia berjalan.
Bahkan di dalam kampus sendiri, kita masih berhadapan dengan keterbatasan.
Peralatan belum lengkap. Mobilitas masih bergantung pada inisiatif. Kesiapan teknis belum stabil.
Tapi ini tidak menghentikan prosesnya.
Artinya jelas.

Kalau ruang ini ingin terus berjalan dengan baik, kita tidak bisa mengandalkan semangat saja.
Perlu ada dukungan yang lebih nyata.
Ke depan, arah kita sebenarnya sudah cukup jelas.
Skate Park Stage bukan berdiri sendiri. Ia bagian dari Living Lab Inkubator Seni.
Dari sini, kita bicara soal penguatan talenta, karya, dan pengetahuan. Lalu masuk ke ranah akademik: program magister, program studi baru, hingga pembentukan Fakultas Seni dan Humaniora.
Ini bukan rencana di atas kertas.

Ini sedang dicicil dari ruang-ruang seperti ini.
Karena itu, penting untuk kita luruskan satu hal.
Ini bukan soal siapa membantu siapa.
Ini ruang bersama.
Orang bisa terlibat dengan cara masing-masing. Tidak harus selalu hadir di lapangan. Tidak harus selalu terlihat. Tapi tetap bisa berkontribusi.
Dan semua proses ini tidak akan hilang. Dokumentasi, pembacaan, kurasi, semuanya berjalan.
Jadi siapa pun tetap bisa terhubung.
Yang kita kerjakan ini memang belum besar.
Tapi juga tidak kecil.

Karena yang disentuh bukan hanya kegiatan.
Yang disentuh adalah cara berpikir, cara belajar, dan cara berkesenian.
Kalau ini dijaga, dampaknya akan terasa ke depan.
Kalau tidak, kita akan kembali ke pola lama. Jalan sendiri-sendiri, mulai dari nol lagi, berhenti lagi.
Skate Park Stage bukan tujuan.
Ini titik awal.
Dan kita sedang ada di dalamnya.
Kita Berkesenian.
Inkubator Seni USK
“Menghadirkan Talenta, Karya, dan Ilmu Pengetahuan.”

Tags: AcehKreativitasMahasiswaMakin Tahu IndonesiaopiniSkate Park StageUSK
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Refleksi SPS Vol. 17 Bijèh & Pertunjukan Musik Para Tamu
SENI

Refleksi SPS Vol. 17 Bijèh & Pertunjukan Musik Para Tamu

by SAGOE TV
September 4, 2026
Tangke Wakili Aceh di Lake Toba Traditional Music Festival
SENI

Tangke Wakili Aceh di Lake Toba Traditional Music Festival

by SAGOE TV
September 3, 2026
SPS Revival Volume 17 “Bijèh”: Membuka Ruang Bertemu, Bermain, dan Menciptakan Bersama
SENI

SPS Revival Volume 17 “Bijèh”: Membuka Ruang Bertemu, Bermain, dan Menciptakan Bersama

by SAGOE TV
September 2, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut
SENI

SPS Revival Diversifikasi Program lewat SPS Talk #1: Membaca Seni di Ruang Publik

by SAGOE TV
August 31, 2026
MEUGOE Ketika Sebuah Skatepark Menjadi Sekolah Kehidupan
SENI

MEUGOE: Ketika Sebuah Skatepark Menjadi Sekolah Kehidupan

by SAGOE TV
August 27, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

September 2, 2026
Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

September 3, 2026
Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

August 31, 2026
UTU Gandeng USK Percepat Pembukaan Fakultas Kedokteran

UTU Gandeng USK Percepat Pembukaan Fakultas Kedokteran

September 4, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

August 31, 2026
Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

August 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Diversifikasi Program lewat SPS Talk #1: Membaca Seni di Ruang Publik

August 31, 2026
Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

August 12, 2026

EDITOR'S PICK

gempa

Gempa Magnitudo 3,9 Guncang Wilayah Calang Aceh Jaya

May 10, 2025
Buku Shari'a, Citizenship, and Identity in Aceh Diluncurkan di UIN Ar-Raniry

Buku “Shari’a, Citizenship, and Identity in Aceh” Diluncurkan di UIN Ar-Raniry

May 8, 2025
Rektor UIN Ar-Raniry Tekankan Pentingnya Literasi Ekonomi Hadapi Era Pasca-Minyak

Rektor UIN Ar-Raniry Tekankan Pentingnya Literasi Ekonomi Hadapi Era Pasca-Minyak

October 1, 2025
Peularaa Damee Hadir dalam Bahasa Inggris, KKR Aceh Sebar Pesan Rekonsiliasi hingga Mancanegara

Peularaa Damee Hadir dalam Bahasa Inggris, KKR Aceh Sebar Pesan Rekonsiliasi hingga Mancanegara

August 14, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.