• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Anna Rizatil by Anna Rizatil
April 18, 2026
in SENI
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ari J. Palawi
Praktisi, Akademisi: Koord. Inkubator Seni Universitas Syiah Kuala

Kalau hanya dilihat dari luar, Skate Park Stage mungkin terlihat seperti kegiatan biasa. Anak-anak muda datang, tampil, ada musik, ada tari, ada puisi. Selesai, pulang.
Tapi kalau diperhatikan lebih dekat, yang sedang terjadi bukan itu.
Kita sedang mengerjakan sesuatu.

BACA JUGA

Kardo National Qualifier: Dari Arena Kompetisi Menuju Ruang Baru Kreativitas Anak Muda Aceh

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Tiga volume pertama sudah cukup untuk memperlihatkan itu.
Di awal, orang datang dengan rasa ingin tahu. Belum paham mau ngapain. Belum tahu harus berada di posisi mana. Sebagian tampil, sebagian hanya melihat.
Masuk ke volume kedua, mulai terasa ada pergeseran. Orang tidak lagi hanya datang untuk melihat. Sudah mulai mencoba. Meskipun belum rapi, belum terarah, tapi ada keberanian untuk masuk.
Di volume ketiga, ritmenya mulai terbentuk. Tim lapangan lebih siap. Pergantian lebih cepat. Bahkan saat hujan datang dan memotong waktu, semua bergerak cepat. Alat diamankan, ruang ditutup dengan kesadaran bersama.
Ini hal-hal kecil.

Tapi justru dari situ terlihat bahwa prosesnya berjalan.
Di sisi karya, perubahan juga mulai terasa.
Penampilan tidak lagi sepenuhnya berdiri di depan. Ada yang mulai masuk ke tengah audiens. Puisi dan tari tidak lagi menjaga jarak. Orang yang menonton juga mulai ikut merasakan, bukan hanya melihat.
Namun kita juga harus jujur.

Sebagian besar yang muncul masih sangat dekat dengan logika hiburan, terutama musik. Cara tampil, cara membangun suasana, hingga pilihan karya banyak dipengaruhi oleh apa yang memang sudah akrab di keseharian.
Dan itu tidak salah.
Tapi kalau berhenti di situ, kita tidak bergerak ke mana-mana.
Di sisi lain, mulai ada yang mencoba berbeda. Aransemen sederhana, koreografi yang mulai dipikirkan, hingga puisi yang hadir dengan cara yang lebih personal.
Belum banyak.

Tapi cukup untuk menunjukkan bahwa ruang ini bisa berkembang.
Di titik ini, Skate Park Stage berada di tengah beberapa tarikan sekaligus.
Sebagai wadah terbuka untuk siapa saja.
Sebagai ruang yang dekat dengan industri hiburan.
Dan sebagai tempat yang bisa melahirkan praktik berkesenian yang lebih serius.
Tiga-tiganya ada.
Yang jadi pekerjaan kita adalah menjaga agar tidak berat sebelah.
Yang juga mulai terasa adalah, ini tidak lagi hanya soal apa yang terjadi di arena.
Di luar itu, percakapan mulai hidup.

Ada yang ingin terlibat tapi belum bisa sekarang. Ada yang mendukung dari jauh. Ada yang baru mulai diajak ngobrol. Ada rencana yang belum berhasil, tapi tidak berhenti di situ. Dilanjutkan dengan cara lain. Ngopi, diskusi santai, mencari kemungkinan baru.
Tidak semua langsung tersambung.
Tidak semua langsung berjalan.
Namun geraknya ada.
Dan memang harus begitu.

Di Aceh, kita tidak bisa menunggu semua siap dulu baru jalan.
Kalau begitu, tidak akan pernah mulai.
Kita juga tidak bisa menutup mata terhadap kondisi yang ada.
Ruang berkesenian di Aceh masih sangat terbatas. Dukungan belum stabil. Banyak yang berjalan sendiri-sendiri. Sementara harapan tetap besar.
Dan kondisi ini bukan hal baru, tapi sudah terlalu lama dibiarkan.
Di sisi lain, pelaku seni juga punya beban hidup yang tidak ringan. Tidak semua punya waktu, tenaga, dan sumber daya untuk terus bergerak tanpa dukungan yang jelas.

Dalam situasi seperti ini, ruang seperti Skate Park Stage jadi penting.
Bukan karena dia sempurna.
Tapi karena dia ada.
Dan dia berjalan.
Bahkan di dalam kampus sendiri, kita masih berhadapan dengan keterbatasan.
Peralatan belum lengkap. Mobilitas masih bergantung pada inisiatif. Kesiapan teknis belum stabil.
Tapi ini tidak menghentikan prosesnya.
Artinya jelas.

Kalau ruang ini ingin terus berjalan dengan baik, kita tidak bisa mengandalkan semangat saja.
Perlu ada dukungan yang lebih nyata.
Ke depan, arah kita sebenarnya sudah cukup jelas.
Skate Park Stage bukan berdiri sendiri. Ia bagian dari Living Lab Inkubator Seni.
Dari sini, kita bicara soal penguatan talenta, karya, dan pengetahuan. Lalu masuk ke ranah akademik: program magister, program studi baru, hingga pembentukan Fakultas Seni dan Humaniora.
Ini bukan rencana di atas kertas.

Ini sedang dicicil dari ruang-ruang seperti ini.
Karena itu, penting untuk kita luruskan satu hal.
Ini bukan soal siapa membantu siapa.
Ini ruang bersama.
Orang bisa terlibat dengan cara masing-masing. Tidak harus selalu hadir di lapangan. Tidak harus selalu terlihat. Tapi tetap bisa berkontribusi.
Dan semua proses ini tidak akan hilang. Dokumentasi, pembacaan, kurasi, semuanya berjalan.
Jadi siapa pun tetap bisa terhubung.
Yang kita kerjakan ini memang belum besar.
Tapi juga tidak kecil.

Karena yang disentuh bukan hanya kegiatan.
Yang disentuh adalah cara berpikir, cara belajar, dan cara berkesenian.
Kalau ini dijaga, dampaknya akan terasa ke depan.
Kalau tidak, kita akan kembali ke pola lama. Jalan sendiri-sendiri, mulai dari nol lagi, berhenti lagi.
Skate Park Stage bukan tujuan.
Ini titik awal.
Dan kita sedang ada di dalamnya.
Kita Berkesenian.
Inkubator Seni USK
“Menghadirkan Talenta, Karya, dan Ilmu Pengetahuan.”

Tags: acehKreativitasMahasiswaMakin Tahu IndonesiaopiniSkate Park StageUSK
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Kardo National Qualifier Dari Arena Kompetisi Menuju Ruang Baru Kreativitas Anak Muda Aceh
SENI

Kardo National Qualifier: Dari Arena Kompetisi Menuju Ruang Baru Kreativitas Anak Muda Aceh

by SAGOE TV
July 21, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem
SENI

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

by SAGOE TV
July 15, 2026
Doa dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan Baru USK 2026-2031
SENI

Ketika Sebuah Peradaban Kehilangan Cara Mewariskan Dirinya

by SAGOE TV
July 8, 2026
Pemulihan atau Proyek? Catatan Kritis atas Program Pemulihan Kebudayaan Pascabencana di Sumatera
SENI

Ekosistem adalah Karya Seni Terbesar Kita

by SAGOE TV
July 2, 2026
SPS Revival dan Darud Dunia Jajaki Kemitraan Bersama Disbudpar Aceh
SENI

SPS Revival dan Darud Dunia Jajaki Kemitraan Bersama Disbudpar Aceh

by SAGOE TV
June 26, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026

EDITOR'S PICK

Istri Wakil Presiden Lantik Marlina Usman Jadi Ketua Dekranasda Aceh

Istri Wakil Presiden Lantik Marlina Usman Jadi Ketua Dekranasda Aceh

March 4, 2025
KPK Ingatkan ASN dan Pejabat Tolak Gratifikasi Jelang Lebaran, Laporkan ke Sini

KPK Ingatkan ASN dan Pejabat Tolak Gratifikasi Jelang Lebaran, Laporkan ke Sini

March 18, 2025
sulaiman tripa

Malam Puasa 4, Bukan Sekedar Tampilan Kesalehan

March 4, 2025

Ketika Orang Baik Mudah Diadu Domba, Kenapa?

March 20, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.