Oleh:Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc
Profesor bidang teknologi pascapanen, Dosen Prodi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Email: rkhathir79@gmail.com
Sebagai bacalon rektor Universitas Syiah Kuala 2026-2031 yang telah berstatus sebagai Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH) sejak Oktober 2022, saya telah bertungkus lumus belajar mempersiapkan diri selama lebih kurang 2 bulan dan berhasil menyusun visi, misi, dan program kerja. Para pembaca yang budiman dapat menyaksikannya dalam video youtube tepatnya pada menit ke-40 dengan durasi 15 menit (https://www.youtube.com/watch?v=Q8wNbbTrlJ4).
Walaupun perjuangan saya telah kandas di tahapan penjaringan, pada kesempatan ini, saya ingin menuliskan tentang hal apa saja yang akan saya lakukan seandainya saya menjadi seorang rektor (if I were a rector). Semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita semua.
Visi saya adalah menjadikan PTNBH-USK sebagai a role model world class university 4.0. Kata kuncinya terletak pada a role model yang bermakna keteladanan. Saya bermimpi untuk menjadikan PTNBH-USK sebagai barometer keteladanan bagi masyarakat Aceh secara khususnya, wujud nyata bahwa USK adalah universitas tertua dan terbesar di Aceh yang merupakan jantong hate rakyat Aceh.
Isu utama adalah perlunya peningkatan kompetensi lulusan sehingga angka serapan bekerja sebagai karyawan atau pengusaha (entrepreneur) dapat ditingkatkan. Hal ini harus di mulai dengan memperbaiki inti (core) kegiatan PTNBH-USK yaitu kegiatan di ruang belajar (kelas). Aset utama PTNBH-USK adalah dosen dan ilmu pengetahuan (knowledge). Program utama saya yakni lifelong education akan direalisasikan dengan berbagai kegiatan untuk penguatan sumber daya manusia (SDM) Dosen melalui sosialisasi regulasi, pelatihan berbagai softskill terutama terkait metode pembelajaran yang teradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi seperti artificial intelligence (AI), program mentoring, dan pendidikan lanjutan sampai strata S-3 bagi para dosen.
Penguatan kapasitas dosen meliputi peningkatan kapasitasnya sebagai pengajar, peneliti, dan pengabdi secara simultaniously. Saya menyebutnya sebagai sebuah segitiga sama sisi. Hal ini akan membangun akademik atmosfer yang kuat dan natural dalam mengemban amanah tridhama perguruan tinggi. Penelitian akan diarahkan berbasis masalah, potensi dan sumberdaya lokal, sedangkan pengabdian akan diarahkan dilaksanakan berbasis hasil riset. Para dosen akan dilindungi untuk melakukan tugasnya dengan maksimal, dan tidak akan dibebankan dengan tugas non akademik. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus peningkatan kualitas pembelajaran dengan materi-materi yang aktual dan realistis.
Segala urusan administrasi dan asistensi laboratorium akan dilaksanakan oleh tenaga kependidikan (tendik) yang profesional. Oleh karena itu saya juga akan melaksanakan program pengembangan SDM tenaga kependidikan berkeadilan. Mekanisme berkeadilan akan menjadi upaya meritokrasi lembaga berbasis kompetensi.
Nilai-nilai yang kita miliki seperti syariat Islam, nilai dasar USK (Pancasila, kebenaran, keikhlasan, dan kebersamaan) dan budaya kerja USK (religius, integritas, humanis, profesional, keberlanjutan, dan orientasi mutu) akan diimplementasikan secara perlahan tetapi pasti. Peningkatan kapasitas dosen dan tendik dilaksanakan secara berimbang dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual untuk mewujudkan SDM USK yang berintelektual tinggi.
Proses lifelong education akan melahirkan tim dosen dan tendik dengan kompetensi tinggi yang berjiwa sociotechnopreneur. Jiwa sociotechnopreneur ini diharapkan akan dapat ditularkan kepada para mahasiswa dan lulusan. Selain itu, tim dosen yang solid ini dapat melakukan pengembangan kurikulum yang adaptif sesuai kebutuhan zaman. Kesalahan tafsir terhadap program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) akan diselesaikan dengan optimalisasi kegiatan KKN dan PL. Mekanisme berkeadilan juga akan diterapkan dengan memperhatikan kebutuhan suatu program studi, dan semua bidang ilmu dianggap sama pentingnya.
Program reward akan dilaksanakan untuk menumbuhkan etos kerja misalnya dengan gamitifikasi, sebaliknya pelaksanaan sanksi juga akan ditegakkan berbasis keadilan. Saya juga akan meningkatkan poin remunerasi untuk aktifitas mengajar dan menciptakan keseimbangan penghasilan antara dosen biasa (DS) dan dosen dengan tugas tambahan (DT).
Aspek pemerataan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang akan direalisasikan dengan program call mahasiswa baru beprestasi dari wilayah miskin dan wilayah terluar, terdepan dan tertinggal (call maba M3T). Kerja sama dengan sekolah menengah atas se-Aceh akan dibentuk untuk tujuan koordinasi pemerataan pendidikan dan penyatuan visi misi pembentukan generasi. Sekolah harus aware jauh-jauh hari tentang apa saja program studi yang ada di PTNBH-USK sehingga arah pendidikan dapat dilaksanakan secara sinergis. Diskursus arah pendidikan yang dibangun akan lebih mantap dan strategis.
Saya juga akan melakukan peningkatan grading untuk penerimaan mahasiswa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sehingga dapat menyaring calon-calon guru berkualitas di masa depan. Sumber daya manusia berupa guru adalah investasi penting yang harus diperhatikan. Gap antara SDM guru dan SDM profesi lainnya harus diperkecil. Hal ini sangat penting untuk mendorong suksesnya program sertifikasi guru dan dosen.
Untuk mendukung riset, optimalisasi laboratorium terpadu sebagai laboratorium riset akan dilakukan. Optimalisasi sosialisasi hasil riset akan dilakukan melalui Pekan riset inovasi teknologi Aceh (RITA) untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian tidak hanya kepada sivitas akademik tetapi kepada seluruh masyarakat Aceh. Pekan ini diharapkan dapat menjadi media transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, serta membangun jaringan kerja sama untuk penelitian selanjutnya. Pekan ini juga dapat menjadi media mempertemukan kampus dengan dunia industri (dalam hal ini UMKM di Aceh).
Saya akan melakukan program pengelolaan aset bangunan dan sarana yang signifikan, dengan tujuan menciptakan lingkungan kampus yang bersih, aman dan nyaman. Kampus PTNBH-USK membutuhkan tim satuan keamanan (satpam) dengan kriteria tambahan tidak boleh merokok, dan tim satuan kebersihan (satber) yang professional. Setiap gedung diawasi oleh 1 orang housemaister yang profesional. Lingkungan kampus yakni di dalam dan di luar kampus akan dipastikan bersih dan terawat. Tidak akan ada lagi semak yang tumbuh liar di pagar ataupun di gedung. Tidak akan ada lagi kerusakan gedung yang parah dan lama tidak diperbaiki.
Untuk menyerap seluruh aspirasi, program call rektor 24 jam akan diaktifkan. Selanjutnya, saya akan membuat forum dengan para Geuchiek di lingkungan PTNBH-USK untuk menciptakan keamanan kampus, melibatkan warga masyarakat menjaga kampus, sekaligus menjadi pamong bagi masyarakat, terutama untuk peningkatan kualitas kehidupan mereka. Oleh karena itu lingkungan kampus tidak perlu lagi diisolasi dari lingkungan masyarakatnya. Selain itu, forum ini dapat dimanfaatkan untuk pendampingan oleh para pakar atau profesor PTNBH-USK untuk menyukseskan pemanfaatan dana gampong bagi pembangunan masyarakat berkelanjutan. Selama ini anggaran dana gampong lebih banyak dimanfaatkan untuk investasi fisik yang tidak berbasis kebutuhan dan keilmuan sehingga daya gunanya rendah dan bahkan terbengkalai setelah dibangun.
Aset-aset PTNBH-USK akan dimaksimalkan secara cerdas dan ilmiah. Misalnya optimalisasi rumah amal masjid jamik (RAMJ) dengan implementasi hasil-hasil riset dan pengabdian kepada masyarakat. Optimalisasi unit bisnis akan dilakukan salah satunya dengan otonomi pengelolaan, misalnya transformasi dari unit administrasi umum (UAU) ke unit pelayanan teknis (UPT). Semangat otonomi dari Pemerintah Pusat berupa bentuk PTNBH bagi USK akan ditularkan ke berbagai level, misalnya menjadi otonomi fakultas, rumah sakit, klinik, apotek, dan sebagainya. Optimalisasi aset misalnya pengelolaan teaching farm berkapasitas 20.000 ekor ayam secara profesional dengan melibatkan alumni USK.
Semangat otonomi ini akan diimbangi dengan mekanisme pengawasan profesional dengan pelaporan dan transparansi sehingga dapat mencegah korupsi. Untuk ini, peranan Kantor Audit Internal (KAI), Senat Akademik Universitas (SAU), Majelis Wali Amanat (MWA), dan Komite Audit (KA) akan diperkuat. Sistem pengawasan tambahan dapat dibangun apabila dibutuhkan.
Penataan daerah milik jalan (damija) sangat urgen dilakukan untuk menciptakan suasana kampus yang bersih dan tertib. Pasar kaki lima USK akan dibangun untuk para pedagang makanan, disertai dengan pembinaan tentang keamanan pangan sehingga dapat menjadi wahana wisata edukasi. Selanjutnya pengelolaan saluran air akan diprioritaskan untuk menciptakan lingkungan yang bersih serta sebagai mitigasi bencana banjir genangan di komplek perumahan dosen. Saya juga merencanakan unit pengolahan sampah terpadu PTNBH-USK yang sangat penting dibangun untuk menyelesaikan masalah lingkungan, dan bahkan merubah sampah menjadi berkah (uang).
Saya akan mengusulkan sebuah kode etik bisnis PTNBH-USK yang berbasis ekonomi kreatif, ekonomi biru, dan ekonomi hijau. Dengan demikian pengembangan bisnis PTNBH-USK tidak hanya menargetkan keuntungan semata, namun menargetkan juga pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kemampuan industri dan hilirisasi. Pengembangannya dilakukan dengan melibatkan profesional yang diutamakan dari alumni USK.
Kita ketahui bahwa di Aceh belum banyak industri-industri besar sehingga kita kekurangan tempat magang bagi mahasiswa. Unit-unit bisnis yang dikembangkan oleh PTNBH-USK dapat menjadi penyelesai terhadap masalah ini. Unit bisnis yang kreatif, hijau dan biru diharapkan dapat meningkatkan pendapatan, dan di sisi lain menjadi tempat magang/praktek bagi mahasiswa. Akhirnya peningkatan pendapatan PTNBH-USK sangat penting yang akan digunakan untuk peningkatan kualitas pendidikan dan penurunan biaya uang kuliah tunggal (UKT). Demikianlah mimpi saya, melihat PTNBH-USK tumbuh berkembang dalam keseimbangan antara academic culture dan corporate culture, menjadi contoh teladan bagi masyarakatnya. []



















