• Tentang Kami
Thursday, September 24, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Hajat

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 14, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Hajat
Share on FacebookShare on Twitter

Ada tiga kata yang bisa mewakili dari hajat, yakni maksud, kehendak, dan keinginan.

Dengan mempertimbangkan rasa, saya akan memilih kata maksud yang kurang lebih sebadan dengan hajat itu. Orang yang bermaksud mengadakan sesuatu di rumahnya, menyadari dari awal bahwa maksud itu tidak mampu dilaksanakan sendiri, maka ia akan menyampaikannya kepada orang lain.

Maksud ini tersambung dengan pemahaman secara umum, dalam lingkungan tertentu, bahwa membantu orang lain, pada dasarnya meringankan pekerjaan kita nanti. Ada pertimbangan bahwa maksud orang hari ini, suatu saat nanti akan menjadi maksud kita. Dalam semua hal, hajat itu akan bergilir dari satu rumah ke rumah lain. Hajat dengan berwajah ceria, pun tak jarang dengan hajat berwajah muram –yang dalam kehidupan kita sehari-hari sengaja disebut keurija yang terbagi ke dalam keurija udep dan keurija mate.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Orang tidak mungkin melaksanakan sendiri. Semua urusan dipertanggungjawabkan kepada publik yang lebih luas. Lantas dalam banyak hajatan, tim yang menangani semua hal juga sudah ditentukan sedemikian rupa.

Petinggi kampung sudah tahu pengendali masing-masing urusan. Mulai dari yang menangani hal-hal yang sederhana, sampai kepada hal yang sangat pelik dan rumit. Posisi pelik dan rumit, juga tidak selalu yang besar. Sesuatu yang kecil, namun dianggap sangat penting, dan mengelola yang kecil itu butuh orang yang berkeahlian khusus.

Orang yang mendapatkan pelayanan dari sebuah hajatan tidak selalu mengerti betul bahwa apa yang dimakannya merupakan rangkaian proses panjang yang membutuhkan keahlian banyak orang. Gulai nangka atau batang pisang yang sangat enak diperoleh dari keterlibatan banyak tangan.

Ketika sempat tinggal sekitar tiga tahun dalam masyarakat yang kental dengan nilai kebersamaan, saya mendapatkan sejumlah pengalaman ini. Hajatan pun berbeda-beda. Ada khusus hajat keluarga. Ada juga hajat kampung. Secara periodik, ada even-even tertentu yang dilaksanakan di kampung, masing-masing sudah dibagi tumpuk urusan. Tidak ada debat. Semua sadar masing-masing kemampuan, sekaligus sebagai kontribusi dalam hajatan tersebut.

Hajat masing-masing keluarga demikian juga. Keluarga yang besar sekalipun, sadar memiliki keterbatasan. Tidak mungkin semua hal akan ditangani mereka secara bersamaan, walau jumlah mereka banyak. Makanya membutuhkan tetangga. Proses saling berbagi peran, bertukar tempat, saling mengisi, tentu sangat mahal harganya.

Orang yang datang ke tempat orang lain, akan dibalas dengan didatangi, adalah sesuatu yang biasa terjadi. Jangan heran ada orang sederhana, ketika berhajat, banyak orang yang datang dan akan makan seadanya. Sebaliknya ada rumah orang berada, sudah sedikit yang datang, tetapi dari mulut ke mulut ada berbagai pembicaraan yang tidak enak di belakangnya. Namun bukan berarti tidak ada rumah orang berada yang dikunjungi lautan manusia, juga orang sederhana ditinggalkan sedemikian rupa.

Masalah berbagi kunjungan hanya bisa dirasakan oleh yang melakukannya. Hanya orang yang sering mengunjungi, bisa merasakan bagaimana perasaan ketika dikunjungi. Dalam kehidupan komunitas tertentu, ada semangat bahwa sekali mengunjungi orang lain, maka orang itu akan membalas dua kali mengunjungi kita. Sekali orang berbuat baik, orang yang menerima kebaikan akan berusaha berbuat baik berkali-kali.

Pesan inilah yang seharusnya bisa ditangkap dari gotong royong, menjaga perasaan dan tidak boleh terlukai. Suatu hajat kecil pun, ketika pemilik rumah mengundang tetangganya untuk membantu, entah eksplisit maupun implisit, ingin menyampaikan pesan bahwa hajat seseorang tidak boleh berimbas bagi orang sekampung.

Semua bekerjasama untuk menjaga perasaan bersama tersebut. Dalam pelaksanaannya, ada yang berlebihan dan ada yang tidak. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik dan bisa jadi menyulitkan. Menyediakan persiapan bagi tetangga yang lebih besar dibandingkan kebutuhan untuk inti hajatan, tentu akan memberatkan tuan rumah.

Inilah inti perasaan bersama, ketika pimpinan kampung mengatur posisi masing-masing, semua menerima dengan lapang dada. Seolah mereka semua satu suara untuk menjaga sesama mereka.

Hajat satu orang akan berimplikasi kepada banyak orang, demikian juga sebaliknya. Orang-orang yang mendapat tugas semacam itu, juga akan melaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Ada perasaan bersalah ketika tidak ditunaikan. Perasaan bersalah ini sebenarnya ditekan oleh keinginan menyukseskan hajat bersama itu. Teringat bahwa sewaktu-waktu orang membutuhkan kita karena ingin sukses hajatnya, hal yang sama terjadi ketika kita yang punya hajat, maka ada keinginan semua orang bersama-sama juga menyukseskan hajat kita tersebut.

Tags: AcehArtikelDr Sulaiman TripahajatpolitikSosial
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

UIN Ar-Raniry Kukuhkan 9 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini 65 Orang

UIN Ar-Raniry Kukuhkan 9 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini 65 Orang

September 23, 2026
3 Santriwati Insan Qurani Bawa Aceh Juara 1 Fahmil Qur’an MTQ Nasional 2026

3 Santriwati Insan Qurani Bawa Aceh Juara 1 Fahmil Qur’an MTQ Nasional 2026

September 23, 2026
Momentum Baru bagi Universitas Syiah Kuala: Menata Kembali Tempat Seni dalam Ekosistem Akademik

Literasi dan Apresiasi Seni: Menghidupkan yang Nyaris Terbiasa Dilupakan

March 27, 2026
150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

September 23, 2026
Ratusan Warga Aceh Besar Antusias Berobat Gigi Gratis di Aksi Kaninus 16 FKG USK

Ratusan Warga Aceh Besar Antusias Berobat Gigi Gratis di Aksi Kaninus 16 FKG USK

September 19, 2026
Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

September 15, 2026
Sjamsul Kahar Berpulang, Pendiri Serambi Indonesia dan Tokoh Pers Aceh Tutup Usia 80 Tahun

Sjamsul Kahar Berpulang, Pendiri Serambi Indonesia dan Tokoh Pers Aceh Tutup Usia 80 Tahun

September 24, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Tol Sibanceh 74 Km Segera Tersambung Penuh, Ruas Padang Tiji-Seulimeum Masuk Tahap Akhir

September 17, 2026
Aceh Raih Peringkat Keempat MTQ Nasional 2026, Dek Fadh Beri Bonus Rp200 Juta untuk Kafilah

Aceh Tembus 4 Besar MTQ Nasional 2026, Ini Daftar Lengkap Para Juara

September 23, 2026

EDITOR'S PICK

Milad ke-62 UIN Ar-Raniry, Rektor Ajak Sivitas Akademika Bersatu Majukan Kampus

Milad ke-62 UIN Ar-Raniry, Rektor Ajak Sivitas Akademika Bersatu Majukan Kampus

October 5, 2025
Progres Huntara Aceh Tembus 6.211 Unit, Safrizal ZA: Pengungsi Terus Berkurang

Progres Huntara Aceh Tembus 6.211 Unit, Safrizal ZA: Pengungsi Terus Berkurang

February 15, 2026
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 2: Ketika Ruang Diuji, Bukan Hanya Diisi

April 11, 2026
Tgk Fakhruddin Lahmuddin Kembali Pimpin DMI Aceh

Tgk Fakhruddin Lahmuddin Kembali Pimpin DMI Aceh

January 12, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.