BANDA ACEH | SAGOE TV – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka menyelimuti dunia pers Aceh. H. Sjamsul Kahar bin M. Daham Nuh, pendiri sekaligus Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia, berpulang ke rahmatullah pada Kamis, 24 September 2026, pukul 02.20 WIB.
Sjamsul Kahar meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, dalam usia 80 tahun. Almarhum sebelumnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut sejak 13 September 2026.
Kabar duka itu disampaikan putra almarhum, Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, melalui akun Facebook pribadinya.
Dalam kabar tersebut, keluarga memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhum semasa hidup. Keluarga juga memohon doa agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni dosa-dosanya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah, ayahanda kami Bapak H. Sjamsul Kahar bin M. Daham Nuh, Pemimpin Umum dan Pendiri Harian Serambi Indonesia, Banda Aceh, pada Kamis, 24 September 2026, pkl 02.20 Wib di RSUD Zainul Abidin, Banda Aceh. Mohon dimaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidupnya. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya. Aamiin ya rabbal alamin,” tulis Nezar Patria.
Informasi yang dihimpun, jenazah Sjamsul Kahar kemudian dibawa ke kediaman keluarga di Keutapang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, untuk pelaksanaan fardhu kifayah.
Selanjutnya, jenazah almarhum akan dimakamkan di TPU Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.
Perjalanan Sjamsul Kahar di Dunia Pers Aceh
Sjamsul Kahar lahir di Sigli pada 9 Oktober 1945. Namanya dikenal luas sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan pers di Aceh.
Ia mengawali karier jurnalistik sebagai wartawan Harian Kompas pada 1977. Kiprahnya di dunia pers kemudian berlanjut hingga dipercaya menjadi Ketua PWI Aceh periode 1985-1999.
Bersama sahabatnya, almarhum M. Nourhalidyn, Sjamsul Kahar merintis Harian Serambi Indonesia. Surat kabar tersebut terbit perdana pada 9 Februari 1989 dan kemudian berkembang menjadi salah satu media cetak terbesar di Aceh.
Perjalanan Serambi Indonesia tidak terlepas dari peran Sjamsul Kahar dalam membangun media tersebut sebagai ruang informasi bagi masyarakat Aceh. Dari sana, kiprahnya ikut menjadi bagian dari sejarah perkembangan pers daerah.
Dikenang sebagai Guru dan Teladan
Kepergian Sjamsul Kahar meninggalkan duka bagi keluarga besar Serambi Indonesia dan kalangan pers Aceh.
Ia dikenang tidak hanya sebagai pemimpin media, tetapi juga sebagai guru, teladan, dan orang tua bagi sejumlah generasi jurnalis di Aceh.
Kepergiannya menandai berakhirnya satu babak penting dalam perjalanan pers Aceh yang ia ikut bangun sejak akhir dekade 1980-an.
Selamat jalan, Bapak H. Sjamsul Kahar. Semoga seluruh amal ibadah dan amal jariah almarhum diterima Allah SWT serta menjadi kebaikan yang terus mengalir.




















