• Tentang Kami
Sunday, January 18, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
KIRIM TULISAN
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Iqbal Alfajri; Jejak Pemain Aceh di Paraguay dan Kiprah Baru di Dunia Bahasa

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
March 26, 2025
in Podcast
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Iqbal Alfajri; Jejak Pemain Aceh di Paraguay dan Kiprah Baru di Dunia Bahasa
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH – Mantan pesepak bola asal Aceh, Iqbal Alfajri, mengungkapkan kisahnya saat mengikuti program pelatihan sepak bola di Paraguay yang digagas oleh Gubernur Aceh saat itu, Irwandi Yusuf. Program tersebut mengirim 30 pemain muda Aceh berusia sekitar 15 tahun untuk menimba ilmu sepak bola di Amerika Selatan pada 2008.

Iqbal bersama rekan-rekannya menjalani pelatihan intensif selama tiga tahun di Paraguay, dari 2008 hingga 2011. Menurutnya, Paraguay dipilih sebagai destinasi pelatihan karena memiliki biaya hidup yang lebih terjangkau serta kompetisi sepak bola yang cukup kompetitif di tingkat internasional.

BACA JUGA

Aceh Anti Komunis, Tapi Kenapa Kapitalisme Merajalela?

Niat Menolong, Dokter Ini Malah Terjebak Longsor Bencana Sumatra

“Saat itu, Paraguay merupakan salah satu negara dengan sepak bola yang berkembang pesat. Bahkan, mereka pernah masuk dalam jajaran tim terbaik dunia. Selain itu, biaya hidup di sana juga lebih murah dibandingkan negara lain di Amerika Selatan,” ujar Iqbal yang dalam acara Podcast di Sagoetv, Rabu (19/03/2025) kemarin, dipandu Muhazier Salda, sebagai Host.

Selama di Paraguay, para pemain tidak hanya berlatih teknik sepak bola, tetapi juga mendapatkan pendidikan formal, termasuk kursus bahasa Spanyol. Iqbal menilai ada perbedaan signifikan dalam gaya bermain sepak bola antara Paraguay dan Aceh. Di Aceh, pemain cenderung mengandalkan skill individu, sementara di Paraguay penekanan lebih pada teknik dasar seperti kontrol bola dan passing.

“Anak-anak di Aceh umumnya sudah memiliki kemampuan menggiring bola dan berlari cepat sejak kecil. Namun, dalam hal mengoper bola, sering kali masih kurang akurat. Sementara itu, di Paraguay, sejak dini mereka sudah dilatih teknik kontrol bola dan passing yang baik,” jelasnya.

Baca Juga:  Semangat Filantropi dari Mesjid Kuta Baro Kembang Tanjong

Menurutnya, anak-anak di Paraguay sudah mulai bermain bola sejak usia lima tahun dan berkompetisi di level usia enam hingga tujuh tahun. Mental kompetitif mereka juga sangat kuat sejak usia dini.

“Sebelum bertanding, mereka sudah memiliki tekad kuat untuk menang dan tidak ingin kalah. Sementara di sini, anak-anak lebih cenderung bermain sepak bola untuk bersenang-senang,” tambahnya.

Iqbal juga menuturkan bahwa pengalaman di Paraguay tidak hanya mengajarkannya soal sepak bola, tetapi juga nilai-nilai disiplin dan etika, baik di dalam maupun di luar lapangan.

“Kami diajarkan untuk menjadi pribadi yang baik sebelum menjadi pemain hebat. Misalnya, saat makan bersama, kami diajarkan untuk tertib, tidak serakah, dan selalu menghormati orang lain. Begitu juga di lapangan, kami harus tetap sportif meskipun menghadapi permainan keras,” kenangnya.

Sepulang dari Paraguay pada 2011, Iqbal sempat bergabung dengan PSSB Bireuen yang saat itu didukung oleh Irwandi Yusuf. Namun, kariernya di dunia sepak bola terhenti akibat cedera lutut yang cukup parah. Ditambah dengan sanksi FIFA terhadap PSSI pada 2016, ia akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan karier profesionalnya di sepak bola.

Fokus di Dunia Bahasa Spanyol

Kini, Iqbal lebih fokus pada pengajaran bahasa Spanyol dan berbagi pengalaman tentang sepak bola Amerika Latin. Ia mengelola Genio Course, tempat belajar bahasa Spanyol secara daring. Karena jadwalnya yang padat, saat ini ia hanya menerima kelas privat secara online.

Menurutnya, bahasa Spanyol memiliki tingkat kesulitan tersendiri, tetapi lebih mudah dibanding bahasa Inggris dalam hal pelafalan. “Bahasa Spanyol bersifat fonetik, artinya cara membaca kata sesuai dengan cara menulisnya. Berbeda dengan bahasa Inggris yang sering kali pelafalannya tidak sesuai dengan ejaan,” jelasnya.

Baca Juga:  Universitas Syiah Kuala Kukuhkan 4 Guru Besar, Prof Sri Wahyuni hingga Prof Cut Soraya

Menariknya, banyak nama tempat di Aceh yang menggunakan bahasa Spanyol tanpa disadari oleh pemiliknya, seperti La Luna (bulan), Nasi Goreng Amor (cinta), El Dorado, dan Kupi Bisikleta (kopi sepeda).

Meski sudah tidak berkarier sebagai pemain profesional, Iqbal tetap menikmati bermain sepak bola dalam pertandingan persahabatan. Ia melihat bahwa anak-anak Aceh memiliki potensi besar dalam sepak bola, tetapi kurang mendapat eksposur yang memadai. Menurutnya, minat anak-anak terhadap sepak bola saat ini juga menurun dibandingkan generasinya dulu, kemungkinan karena pengaruh gawai dan media sosial.

Di luar aktivitas profesionalnya, Iqbal menikmati waktu bersama keluarganya, terutama dengan istrinya. “Tugas utama saya sekarang ya membawa istri jalan-jalan,” ujarnya sambil tertawa.

Informasi Kursus Bahasa Spanyol

Bagi yang tertarik belajar bahasa Spanyol bersama Iqbal Alfajri, bisa menghubunginya melalui:

  • Instagram: @geniocourse
  • TikTok: @iqbalalfajri19
  • WhatsApp: tersedia melalui tautan di akun TikTok

Kelas tersedia dalam bentuk reguler dan privat secara daring. Karena tingginya minat, pendaftaran dilakukan melalui pesan langsung (DM) di media sosialnya. []

Tags: acehBahasaPemainpodcastProfilSepak Bola
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

Aceh Anti Komunis, Tapi Kenapa Kapitalisme Merajalela?
Podcast

Aceh Anti Komunis, Tapi Kenapa Kapitalisme Merajalela?

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Niat Menolong, Dokter Ini Malah Terjebak Longsor Bencana Sumatra
Podcast

Niat Menolong, Dokter Ini Malah Terjebak Longsor Bencana Sumatra

by Anna Rizatil
January 3, 2026
Psikolog Minta Jangan Lakukan Ini
Podcast

Psikolog Minta Jangan Lakukan Ini

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Nekat Jalan Kaki dari Bener Meriah-Bireuen: Saya Melihat Banyak Hal
Podcast

Nekat Jalan Kaki dari Bener Meriah-Bireuen: Saya Melihat Banyak Hal

by Anna Rizatil
December 30, 2025
Elit Politik Aceh Gagal Yakinkan Prabowo?
Podcast

Elit Politik Aceh Gagal Yakinkan Prabowo?

by Anna Rizatil
December 27, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih

MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih, Ini Daftar Namanya

January 12, 2026
Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

January 13, 2026
Jurnalis asal Aceh Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

Jurnalis Asal Aceh Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

January 14, 2026
Manasik Haji Makin Lengkap, Pesawat Citilink Hadir di Asrama Haji Aceh

Manasik Haji Makin Lengkap, Pesawat Citilink Hadir di Asrama Haji Aceh

January 14, 2026
Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

January 9, 2026
Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

January 11, 2026
Sudah 49 Hari Desa Dayah Usen Belum Bersih dari Lumpur

Sudah 49 Hari Desa Dayah Usen Belum Bersih dari Lumpur

January 14, 2026
Puisi untuk Bencana Sumatera: Tuan Katakan Dusta

Puisi untuk Bencana Sumatera: Tuan Katakan Dusta

December 20, 2025
Sundulan Connor Flynn Antar Persiraja Tekuk Persikad Depok 1-0

Sundulan Connor Flynn Antar Persiraja Tekuk Persikad Depok 1-0

January 12, 2026

EDITOR'S PICK

Wagub Aceh Temui Dua Menteri, Minta Dukungan Perpanjangan Dana Otsus dan Revisi UUPA

Wagub Aceh Temui Dua Menteri, Minta Dukungan Perpanjangan Dana Otsus dan Revisi UUPA

May 29, 2025
Beasiswa LPDP Antar Zuhhad Naafil dari Aceh ke Australia, Ini Perjalanannya

Beasiswa LPDP Antar Zuhhad Naafil dari Aceh ke Australia, Ini Perjalanannya

June 13, 2025
Putri Aceh dan Putra Jawa Timur Terpilih Jadi Duta DPD RI 2025

Putri Aceh dan Putra Jawa Timur Terpilih Jadi Duta DPD RI 2025

November 4, 2025
Hari Toleransi Internasional, Menag Ajak Umat Rawat Nilai yang Hidup di Indonesia Sejak Lama

Hari Toleransi Internasional, Menag Ajak Umat Rawat Nilai yang Hidup di Indonesia Sejak Lama

November 16, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.