• Tentang Kami
Monday, September 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

KKJ Aceh Resmi Dibentuk

SAGOE TV by SAGOE TV
September 16, 2024
in News
Reading Time: 4 mins read
A A
0
KKJ Aceh Resmi Dibentuk

Deklarasi KKJ Aceh di sekretariat AJI Kota Banda Aceh. Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

SAGOE | BANDA ACEH – Komite Keselamatan Jurnalis (KKI) Aceh resmi dibentuk di Kota Banda Aceh pada Sabtu (14/9/2024) sore. Pembentukan KKJ Aceh diawali dengan diskusi bertema “Advokasi dan Keamanan Jurnalis” yang diakhiri dengan deklarasi oleh tujuh organisasi di sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh.

Deklarator terdiri dari empat organisasi profesi jurnalis, yakni AJI Banda Aceh, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Aceh, serta Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh.
Selanjutnya tiga organisasi masyarakat sipil, yakni Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh (LBH) Banda Aceh, Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh, dan Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA).

BACA JUGA

Semarak HUT ke-81 TNI di Banda Aceh, 2.500 Peserta Ikuti Fun Run 5K di Blang Padang

Jembatan Krueng Tingkeum “Selat Hormuz” Kutablang Kembali Beroperasi

Pembentukan KKJ Aceh dianggap penting mengingat jurnalis rentan menjadi target kekerasan selama melaksanakan kerja-kerja jurnalistik. Kendati Aceh bukan penyumbang angka kasus kekerasan terhadap jurnalis tertinggi di Indonesia, keberadaan komite tetap menjadi keharusan karena kekerasan bisa menimpa jurnalis kapan dan di mana pun.

Dalam hal ini, jaminan keamanan bagi jurnalis merupakan salah satu syarat mutlak terjaganya kebebasan pers. Kebebasan pers sendiri penting sebagai salah perwujudan dari hak warga negara dalam memperoleh informasi.

“Tanpa kebebasan pers, yang dirugikan adalah publik karena tidak dapat mengakses berita penting yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pers memiliki mandat yang diberikan oleh rakyat kepada media, yang berfungsi sebagai mata dan telinga untuk memantau dan mengawasi persoalan di negeri ini,” kata Koordinator KKJ Indonesia, Erick Tanjung yang ikut mengisi diskusi dan deklarasi KKJ Aceh, Sabtu sore (14/9/2024).

Erick menambahkan, kebebasan pers mesti dijaga dengan melibatkan banyak pihak. Karena itu, komite merupakan kolaborasi yang tidak terdiri dari organisasi profesi jurnalis saja, tetapi juga mengikutsertakan elemen organisasi masyarakat sipil yang selama ini memiliki konsentrasi terhadap isu kebebasan berpendapat, berekspresi, dan pers.

“Penting bagi kita untuk terus berkolaborasi menjaga kemerdekaan pers di Indonesia. Dari Januari hingga Agustus 2024, tercatat ada 40 kasus kekerasan terhadap jurnalis dan media. Pada bulan September, angka ini diperkirakan akan meningkat, terutama karena adanya demonstrasi terkait RUU Pilkada. Namun, ini bukan hanya soal angka, ini adalah tentang orang dan kepentingan publik yang harus dijaga. Saya sangat menghargai inisiatif AJI Banda Aceh untuk berkolaborasi menjaga kemerdekaan pers dan kepentingan publik,” ujar Erick.

Di tingkat nasional, KKJ pertama kali dideklarasikan pada April 2019. Sejak saat itu, inisiatif membentuk KKJ di provinsi-provinsi lainnya di Indonesia terus digalakkan. Aceh, menurut Erick, terhitung sebagai wilayah ketujuh yang telah mendeklarasikan KKJ. Sebelum Aceh, daerah lain yang lebih dahulu membentuk KKJ yakni Ambon, Sumatera Utara, Papua Barat Daya, NTT, NTB, dan Jawa Timur.

Direktur LBH Banda Aceh Aulianda Wafisa menyambut baik pembentukan KKJ di Aceh. Menurut dia pembentukan KKJ di Aceh menjadi momentum untuk membangun konsolidasi kekuatan sipil untuk menjaga kemerdekaan pers dan hak publik dalam memperoleh informasi yang kadang kala dikooptasi oleh kepentingan yang berseberangan dengan kepentingan publik.

”Kebenaran tidak boleh ditutup-tutupi, dan informasi tidak bisa dimonopoli. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang sebenarnya. Hal ini menjadi salah satu alasan ketertarikan kami dalam kolaborasi ini. Kami juga mengusulkan agar melibatkan rekan-rekan lain, misalnya lembaga yang fokus pada isu anggaran, agar KKJ memiliki amunisi yang cukup untuk melakukan advokasi secara paralel,” tegas Aulianda, dalam kesempatan yang sama dengan Erick.

Senada dengan Aulianda, Koordinator MaTA Alfian berharap KKJ Aceh tidak hanya berhenti pada deklarasi saja. Tidak distarter hanya ketika terjadi kasus kekerasan yang menimpa jurnalis. Namun, ia juga dapat dimanfaatkan sebagai forum dengan tingkat komunikasi yang jauh lebih intens antar sesama anggotanya.

“Harapan kami, KKJ bukan hanya sekadar deklarasi, tapi menjadi ruang gagasan dan ide, serta pusat advokasi dan pertukaran informasi,” harap Alfian.

Perihal kolaborasi antar organisasi, Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin menyambut baik pembentukan KKJ di Aceh karena menandakan adanya kekuatan yang jauh lebih besar. PWI Aceh, kata dia, siap berkomitmen.

”Orang menganggap kita tidak memiliki kekuatan. Dengan adanya KKJ ini, berbagai persoalan bisa kita hadapi bersama. PWI prinsipnya siap untuk berkolaborasi agar kita semakin kuat dalam menghadapi berbagai bentuk teror dan intimidasi yang membuat pekerja pers merasa tidak nyaman,” kata Nasir Nurdin.

Ketua IJTI Pengda Aceh Munir Noer mengatakan bahwa komite semacam KKJ Aceh seharusnya sudah diinisiasi jauh hari. Ini karena teror yang menjadikan jurnalis sebagai target sudah ada sejak zaman baheula. Selain itu, ia berharap para jurnalis dibekali dengan pengetahuan advokasi yang cukup. Setidaknya untuk diri sendiri.

“Sehingga, apabila ada ancaman dari luar, mereka (jurnalis) sudah tahu apa yang harus dilakukan dan ke mana harus melapor,” kata Munir.

Untuk diketahui, sepanjang 2023, tercatat sebanyak 89 kasus serangan terhadap jurnalis dan media berdasarkan catatan Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Jika ditarik sejak 2018, maka jumlah ini menjadi yang tertinggi dalam rentang waktu satu dekade terakhir.

AJI mencatat bahwa serangan mulai fisik, teror, digital, kriminalisasi dan kekerasan seksual tersebut telah menargetkan 83 individu jurnalis, 5 kelompok jurnalis, dan 15 media. Jumlah kekerasan tertinggi yang menimpa jurnalis dan media ini dapat dibagi ke dalam tiga kelompok isu. Yakni akuntabilitas dan korupsi yakni sebanyak 33 kasus; isu-isu sosial dan kriminalitas sebanyak 25 kasus serta isu lingkungan dan konflik agraria mencapai 14 kasus.

Pelaku kekerasan sebagian besar berasal dari aktor negara dengan jumlah sebanyak 36 kasus, aktor non-negara sebanyak 29 kasus, dan terakhir tidak teridentifikasi sebanyak 24 kasus. Selain itu, terdapat lima narasumber yang menjadi target kriminalisasi menggunakan UU ITE, KUHP dan gugatan perdata. Mirisnya, pelaku kekerasan yang dijatuhi hukuman di pengadilan sejauh ini tercatat baru dua kasus dari total 89 kasus.

Menurut Koordinator KKJ Aceh Rino Abonita, jika ditarik dari tahun 2018, berdasarkan pendataan cepat setidaknya terdapat belasan kasus kekerasan yang menimpa jurnalis dan media di Aceh. Dua di antaranya merupakan ancaman pembunuhan secara lisan. Satu diintimidasi dengan benda yang diduga kuat senjata api.

Selanjutnya pengusiran dua kasus, pengrusakan alat kerja satu kasus, penghapusan hasil liputan dua kasus, pembakaran rumah satu kasus, penghalang-halangan tugas jurnalistik satu kasus, take down berita satu kasus, pengeroyokan satu kasus, dan serangan digital satu kasus.

“Namun, yang harus kita garis bawahi di sini, kasus kekerasan yang menimpa jurnalis juga mirip fenomena gunung es. Yang tampak di permukaan tak menunjukkan jumlah riil,” ujar Rino, Senin (15/9/2024).

Menurut Rino berdasarkan prosedur operasional standar KKJ di tingkat nasional, komite bertujuan untuk melindungi dan membela jurnalis dalam menjalankan profesi dan kegiatan jurnalistiknya. Selanjutnya, juga mendorong jurnalis dan atau media melakukan kegiatan jurnalistik yang profesional, beretika, bermartabat dan sepenuhnya berpihak kepada kepentingan publik.

“KKJ Aceh ini juga bukan hanya mengetengahkan solidaritas, tetapi juga upaya kita untuk memupuk soliditas. Ia seperti mengumpulkan kekuatan yang selama ini diaspora atau tercerai-berai,” ujar Rino.[]

Tags: AcehJurnalisKKJPers
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Semarak HUT ke-81 TNI di Banda Aceh, 2.500 Peserta Ikuti Fun Run 5K di Blang Padang
News

Semarak HUT ke-81 TNI di Banda Aceh, 2.500 Peserta Ikuti Fun Run 5K di Blang Padang

by SAGOE TV
September 20, 2026
Jembatan Krueng Tingkeum “Selat Hormuz” Kutablang Kembali Beroperasi
News

Jembatan Krueng Tingkeum “Selat Hormuz” Kutablang Kembali Beroperasi

by SAGOE TV
September 20, 2026
65 Tahun USK, Keluarga Besar Kampus Rayakan Kebersamaan lewat Fun Walk dan Festival Keluarga
News

65 Tahun USK, Keluarga Besar Kampus Rayakan Kebersamaan lewat Fun Walk dan Festival Keluarga

by SAGOE TV
September 20, 2026
Menteri ESDM Setujui Kerja Sama Sumur Minyak Masyarakat di Aceh Timur dan Aceh Utara
News

Menteri ESDM Setujui Kerja Sama Sumur Minyak Masyarakat di Aceh Timur dan Aceh Utara

by SAGOE TV
September 20, 2026
Aceh Raih Peringkat Keempat MTQ Nasional 2026, Dek Fadh Beri Bonus Rp200 Juta untuk Kafilah
News

Aceh Raih Peringkat Keempat MTQ Nasional 2026, Dek Fadh Beri Bonus Rp200 Juta untuk Kafilah

by SAGOE TV
September 20, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

3 Santriwati Insan Qurani Bawa Aceh Juara 1 Fahmil Qur’an MTQ Nasional 2026

3 Santriwati Insan Qurani Bawa Aceh Juara 1 Fahmil Qur’an MTQ Nasional 2026

September 18, 2026
Ratusan Warga Aceh Besar Antusias Berobat Gigi Gratis di Aksi Kaninus 16 FKG USK

Ratusan Warga Aceh Besar Antusias Berobat Gigi Gratis di Aksi Kaninus 16 FKG USK

September 19, 2026
AISZAWA 2026 di UIN Ar-Raniry, Rektor: Zakat dan Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat

AISZAWA 2026 di UIN Ar-Raniry, Rektor: Zakat dan Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat

September 17, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Tol Sibanceh 74 Km Segera Tersambung Penuh, Ruas Padang Tiji-Seulimeum Masuk Tahap Akhir

September 17, 2026
Dari Blang Padang hingga 7 Desa di TNGL, Ini Persoalan Tanah Aceh yang Dibawa ke DPR RI

Dari Blang Padang hingga 7 Desa di TNGL, Ini Persoalan Tanah Aceh yang Dibawa ke DPR RI

September 15, 2026
Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

September 15, 2026
104 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Perdana Kedokteran UIN Ar-Raniry

104 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Perdana Kedokteran UIN Ar-Raniry

September 15, 2026
Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

September 12, 2026
Warga Abdya di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang Kumpul di Maulid Akbar, Perkuat Silaturahmi

Warga Abdya di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang Kumpul di Maulid Akbar, Perkuat Silaturahmi

September 20, 2026

EDITOR'S PICK

Ahmad Alfarid, Mahasiswa USK asal Malaysia Tekuni Seni Tari dan Budaya Aceh

Ahmad Alfarid, Mahasiswa USK asal Malaysia Tekuni Seni Tari dan Budaya Aceh 

March 26, 2025
Jaksa Agung Lantik Yudi Triadi sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh

Jaksa Agung Lantik Yudi Triadi sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh

April 24, 2025
Sebanyak 11.485 Narapidana dan Anak Binaan di Aceh Dapat Remisi, 54 Langsung Bebas

Sebanyak 11.485 Narapidana dan Anak Binaan di Aceh Dapat Remisi, 54 Langsung Bebas

August 17, 2025
45 Pengelola Perpustakaan Sekolah di Aceh Dilatih Otomasi Berbasis SLiMS

45 Pengelola Perpustakaan Sekolah di Aceh Dilatih Otomasi Berbasis SLiMS

July 19, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.