• Tentang Kami
Monday, September 28, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

KKJ Aceh Resmi Dibentuk

SAGOE TV by SAGOE TV
September 16, 2024
in News
Reading Time: 4 mins read
A A
0
KKJ Aceh Resmi Dibentuk

Deklarasi KKJ Aceh di sekretariat AJI Kota Banda Aceh. Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

SAGOE | BANDA ACEH – Komite Keselamatan Jurnalis (KKI) Aceh resmi dibentuk di Kota Banda Aceh pada Sabtu (14/9/2024) sore. Pembentukan KKJ Aceh diawali dengan diskusi bertema “Advokasi dan Keamanan Jurnalis” yang diakhiri dengan deklarasi oleh tujuh organisasi di sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh.

Deklarator terdiri dari empat organisasi profesi jurnalis, yakni AJI Banda Aceh, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Aceh, serta Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh.
Selanjutnya tiga organisasi masyarakat sipil, yakni Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh (LBH) Banda Aceh, Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh, dan Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA).

BACA JUGA

Realisasi TKD Aceh Capai Rp498,25 Miliar, Baru 30,16 Persen dari Pagu Rp1,65 Triliun

Dek Fadh Hadiri Maulid dan Muzakarah Ulama Aceh ke-15 di Dayah Bustanul Huda

Pembentukan KKJ Aceh dianggap penting mengingat jurnalis rentan menjadi target kekerasan selama melaksanakan kerja-kerja jurnalistik. Kendati Aceh bukan penyumbang angka kasus kekerasan terhadap jurnalis tertinggi di Indonesia, keberadaan komite tetap menjadi keharusan karena kekerasan bisa menimpa jurnalis kapan dan di mana pun.

Dalam hal ini, jaminan keamanan bagi jurnalis merupakan salah satu syarat mutlak terjaganya kebebasan pers. Kebebasan pers sendiri penting sebagai salah perwujudan dari hak warga negara dalam memperoleh informasi.

“Tanpa kebebasan pers, yang dirugikan adalah publik karena tidak dapat mengakses berita penting yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pers memiliki mandat yang diberikan oleh rakyat kepada media, yang berfungsi sebagai mata dan telinga untuk memantau dan mengawasi persoalan di negeri ini,” kata Koordinator KKJ Indonesia, Erick Tanjung yang ikut mengisi diskusi dan deklarasi KKJ Aceh, Sabtu sore (14/9/2024).

Erick menambahkan, kebebasan pers mesti dijaga dengan melibatkan banyak pihak. Karena itu, komite merupakan kolaborasi yang tidak terdiri dari organisasi profesi jurnalis saja, tetapi juga mengikutsertakan elemen organisasi masyarakat sipil yang selama ini memiliki konsentrasi terhadap isu kebebasan berpendapat, berekspresi, dan pers.

“Penting bagi kita untuk terus berkolaborasi menjaga kemerdekaan pers di Indonesia. Dari Januari hingga Agustus 2024, tercatat ada 40 kasus kekerasan terhadap jurnalis dan media. Pada bulan September, angka ini diperkirakan akan meningkat, terutama karena adanya demonstrasi terkait RUU Pilkada. Namun, ini bukan hanya soal angka, ini adalah tentang orang dan kepentingan publik yang harus dijaga. Saya sangat menghargai inisiatif AJI Banda Aceh untuk berkolaborasi menjaga kemerdekaan pers dan kepentingan publik,” ujar Erick.

Di tingkat nasional, KKJ pertama kali dideklarasikan pada April 2019. Sejak saat itu, inisiatif membentuk KKJ di provinsi-provinsi lainnya di Indonesia terus digalakkan. Aceh, menurut Erick, terhitung sebagai wilayah ketujuh yang telah mendeklarasikan KKJ. Sebelum Aceh, daerah lain yang lebih dahulu membentuk KKJ yakni Ambon, Sumatera Utara, Papua Barat Daya, NTT, NTB, dan Jawa Timur.

Direktur LBH Banda Aceh Aulianda Wafisa menyambut baik pembentukan KKJ di Aceh. Menurut dia pembentukan KKJ di Aceh menjadi momentum untuk membangun konsolidasi kekuatan sipil untuk menjaga kemerdekaan pers dan hak publik dalam memperoleh informasi yang kadang kala dikooptasi oleh kepentingan yang berseberangan dengan kepentingan publik.

”Kebenaran tidak boleh ditutup-tutupi, dan informasi tidak bisa dimonopoli. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang sebenarnya. Hal ini menjadi salah satu alasan ketertarikan kami dalam kolaborasi ini. Kami juga mengusulkan agar melibatkan rekan-rekan lain, misalnya lembaga yang fokus pada isu anggaran, agar KKJ memiliki amunisi yang cukup untuk melakukan advokasi secara paralel,” tegas Aulianda, dalam kesempatan yang sama dengan Erick.

Senada dengan Aulianda, Koordinator MaTA Alfian berharap KKJ Aceh tidak hanya berhenti pada deklarasi saja. Tidak distarter hanya ketika terjadi kasus kekerasan yang menimpa jurnalis. Namun, ia juga dapat dimanfaatkan sebagai forum dengan tingkat komunikasi yang jauh lebih intens antar sesama anggotanya.

“Harapan kami, KKJ bukan hanya sekadar deklarasi, tapi menjadi ruang gagasan dan ide, serta pusat advokasi dan pertukaran informasi,” harap Alfian.

Perihal kolaborasi antar organisasi, Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin menyambut baik pembentukan KKJ di Aceh karena menandakan adanya kekuatan yang jauh lebih besar. PWI Aceh, kata dia, siap berkomitmen.

”Orang menganggap kita tidak memiliki kekuatan. Dengan adanya KKJ ini, berbagai persoalan bisa kita hadapi bersama. PWI prinsipnya siap untuk berkolaborasi agar kita semakin kuat dalam menghadapi berbagai bentuk teror dan intimidasi yang membuat pekerja pers merasa tidak nyaman,” kata Nasir Nurdin.

Ketua IJTI Pengda Aceh Munir Noer mengatakan bahwa komite semacam KKJ Aceh seharusnya sudah diinisiasi jauh hari. Ini karena teror yang menjadikan jurnalis sebagai target sudah ada sejak zaman baheula. Selain itu, ia berharap para jurnalis dibekali dengan pengetahuan advokasi yang cukup. Setidaknya untuk diri sendiri.

“Sehingga, apabila ada ancaman dari luar, mereka (jurnalis) sudah tahu apa yang harus dilakukan dan ke mana harus melapor,” kata Munir.

Untuk diketahui, sepanjang 2023, tercatat sebanyak 89 kasus serangan terhadap jurnalis dan media berdasarkan catatan Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Jika ditarik sejak 2018, maka jumlah ini menjadi yang tertinggi dalam rentang waktu satu dekade terakhir.

AJI mencatat bahwa serangan mulai fisik, teror, digital, kriminalisasi dan kekerasan seksual tersebut telah menargetkan 83 individu jurnalis, 5 kelompok jurnalis, dan 15 media. Jumlah kekerasan tertinggi yang menimpa jurnalis dan media ini dapat dibagi ke dalam tiga kelompok isu. Yakni akuntabilitas dan korupsi yakni sebanyak 33 kasus; isu-isu sosial dan kriminalitas sebanyak 25 kasus serta isu lingkungan dan konflik agraria mencapai 14 kasus.

Pelaku kekerasan sebagian besar berasal dari aktor negara dengan jumlah sebanyak 36 kasus, aktor non-negara sebanyak 29 kasus, dan terakhir tidak teridentifikasi sebanyak 24 kasus. Selain itu, terdapat lima narasumber yang menjadi target kriminalisasi menggunakan UU ITE, KUHP dan gugatan perdata. Mirisnya, pelaku kekerasan yang dijatuhi hukuman di pengadilan sejauh ini tercatat baru dua kasus dari total 89 kasus.

Menurut Koordinator KKJ Aceh Rino Abonita, jika ditarik dari tahun 2018, berdasarkan pendataan cepat setidaknya terdapat belasan kasus kekerasan yang menimpa jurnalis dan media di Aceh. Dua di antaranya merupakan ancaman pembunuhan secara lisan. Satu diintimidasi dengan benda yang diduga kuat senjata api.

Selanjutnya pengusiran dua kasus, pengrusakan alat kerja satu kasus, penghapusan hasil liputan dua kasus, pembakaran rumah satu kasus, penghalang-halangan tugas jurnalistik satu kasus, take down berita satu kasus, pengeroyokan satu kasus, dan serangan digital satu kasus.

“Namun, yang harus kita garis bawahi di sini, kasus kekerasan yang menimpa jurnalis juga mirip fenomena gunung es. Yang tampak di permukaan tak menunjukkan jumlah riil,” ujar Rino, Senin (15/9/2024).

Menurut Rino berdasarkan prosedur operasional standar KKJ di tingkat nasional, komite bertujuan untuk melindungi dan membela jurnalis dalam menjalankan profesi dan kegiatan jurnalistiknya. Selanjutnya, juga mendorong jurnalis dan atau media melakukan kegiatan jurnalistik yang profesional, beretika, bermartabat dan sepenuhnya berpihak kepada kepentingan publik.

“KKJ Aceh ini juga bukan hanya mengetengahkan solidaritas, tetapi juga upaya kita untuk memupuk soliditas. Ia seperti mengumpulkan kekuatan yang selama ini diaspora atau tercerai-berai,” ujar Rino.[]

Tags: AcehJurnalisKKJPers
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Realisasi TKD Aceh Capai Rp498,25 Miliar, Baru 30,16 Persen dari Pagu Rp1,65 Triliun
News

Realisasi TKD Aceh Capai Rp498,25 Miliar, Baru 30,16 Persen dari Pagu Rp1,65 Triliun

by SAGOE TV
September 27, 2026
Dek Fadh Hadiri Maulid dan Muzakarah Ulama Aceh ke-15 di Dayah Bustanul Huda
News

Dek Fadh Hadiri Maulid dan Muzakarah Ulama Aceh ke-15 di Dayah Bustanul Huda

by SAGOE TV
September 27, 2026
Curanmor di Banda Aceh Terungkap, Dua Pelajar Diamankan dan 2 Motor Ditemukan
News

Curanmor di Banda Aceh Terungkap, Dua Pelajar Diamankan dan 2 Motor Ditemukan

by SAGOE TV
September 27, 2026
Wagub Aceh Hadiri Haul Ummi Arongan, Perkuat Silaturahmi dengan Ulama dan Dayah
News

Wagub Aceh Hadiri Haul Ummi Arongan, Perkuat Silaturahmi dengan Ulama dan Dayah

by SAGOE TV
September 26, 2026
UIA Kini Punya 2 Prodi Akreditasi Unggul, S1 Ekonomi Syariah Terbaru
News

UIA Kini Punya 2 Prodi Akreditasi Unggul, S1 Ekonomi Syariah Terbaru

by SAGOE TV
September 26, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pesan Rektor UIN Ar-Raniry kepada Kaprodi Layani Mahasiswa, Jangan Persulit

Pesan Rektor UIN Ar-Raniry kepada Kaprodi: Layani Mahasiswa, Jangan Persulit

September 25, 2026
UIN Ar-Raniry Kukuhkan 9 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini 65 Orang

UIN Ar-Raniry Kukuhkan 9 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini 65 Orang

September 23, 2026
150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

September 23, 2026
Dari Percakapan ke Meja Ngopi Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

Dari Percakapan ke Meja Ngopi: Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

September 25, 2026
Sjamsul Kahar Berpulang, Pendiri Serambi Indonesia dan Tokoh Pers Aceh Tutup Usia 80 Tahun

Sjamsul Kahar Berpulang, Pendiri Serambi Indonesia dan Tokoh Pers Aceh Tutup Usia 80 Tahun

September 24, 2026
FH USK Edukasi Hukum Pornografi bagi Siswa

FH USK Edukasi Hukum Pornografi bagi Siswa

September 23, 2026
Momentum Baru bagi Universitas Syiah Kuala: Menata Kembali Tempat Seni dalam Ekosistem Akademik

Literasi dan Apresiasi Seni: Menghidupkan yang Nyaris Terbiasa Dilupakan

March 27, 2026
Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

September 15, 2026
Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

February 24, 2025

EDITOR'S PICK

Mualem Lantik 3 Kepala SKPA, Gamal Abdul Nasir Jabat Kepala Biro Umum Setda Aceh

Mualem Lantik 3 Kepala SKPA, Gamal Abdul Nasir Jabat Kepala Biro Umum Setda Aceh

April 10, 2026
Revolusi Nasabah Dari Ketergantungan ke Kesadaran Finansial Syariah

Revolusi Nasabah: Dari Ketergantungan ke Kesadaran Finansial Syariah

June 3, 2025
Aksi Donor Darah Yayasan Hakka Aceh Himpun 175 Kantong Darah

Aksi Donor Darah Yayasan Hakka Aceh Himpun 175 Kantong Darah

April 27, 2026
Sanlat yang Beda: Menaker Bekali Pramuka agar Siap Kerja di Era AI

Sanlat yang Beda: Menaker Bekali Pramuka agar Siap Kerja di Era AI

March 14, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.