BANDA ACEH | SAGOE TV – Koalisi Masyarakat Sipil Aceh menggelar aksi massa dengan pengibaran bendera putih di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (18/12/2025). Aksi ini menjadi bentuk seruan darurat atas bencana banjir yang melanda wilayah Sumatra.
Pengibaran bendera putih tersebut merupakan simbol keprihatinan Masyarakat Sipil Aceh sekaligus tuntutan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah nyata dan terbuka dalam menangani bencana banjir di Sumatra.
Dalam aksi itu, terlihat sejumlah spanduk yang berisi tuntutan kepada pemerintah pusat untuk menetapkan status darurat bencana nasional atas bencana ekologis yang melanda Sumatra.
Adapun tuntutan utama yang disuarakan dalam aksi ini meliputi:
pertama, segera menetapkan status darurat bencana nasional untuk banjir dan longsor di Sumatra,
kedua, membuka akses bagi komunitas internasional untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan, dan
ketiga, penegakan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan.
Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Rahmat Maulidin, menegaskan bahwa pemerintah pusat harus hadir melalui kebijakan yang konkret.
“Pemerintah pusat harus hadir dengan kebijakan nyata. Jangan abaikan ribuan nyawa yang melayang. Kami mendesak agar status bencana nasional segera ditetapkan untuk bencana Sumatra,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa jumlah korban jiwa telah melampaui seribu orang, dengan jumlah pengungsi mencapai 514.200 jiwa yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Selain itu, kerugian material dinilai sangat besar, wilayah terdampak semakin luas, serta terjadi kerusakan fasilitas umum yang mengganggu pelayanan publik.
Menurutnya, kehadiran pemerintah tidak cukup hanya dengan kunjungan ke lokasi pengungsian dan pernyataan seremonial. Pemerintah dinilai perlu menunjukkan keseriusan melalui langkah-langkah kebijakan yang berpihak kepada korban bencana.
“Kami mendesak pemerintah untuk membuka akses seluas-luasnya bagi komunitas nasional dan internasional guna mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan,” tegas Rahmat.
Masyarakat berharap, suara yang disampaikan melalui aksi ini tidak hanya didengar, tetapi juga segera ditindaklanjuti demi keselamatan dan nilai-nilai kemanusiaan.[]




















