• Tentang Kami
Tuesday, September 15, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Menyalakan Jalan Pulang bagi Kebudayaan Aceh

Catatan Mantan Pelaksana Program Dana Indonesiana 2022

SAGOE TV by SAGOE TV
May 23, 2025
in Analisis
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Menyalakan Jalan Pulang bagi Kebudayaan Aceh

Ilustrasi. (AI)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ari J. Palawi

Aceh adalah tanah yang dipenuhi oleh warisan budaya, tapi warisan itu sering dibiarkan menunggu di ambang perhatian. Di tengah banyaknya ekspresi, narasi, dan nilai tradisi yang hidup dalam masyarakat, posisi Aceh dalam Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) nasional masih tergolong rendah. Ini bukan sekadar soal peringkat, melainkan cerminan jarak antara kekayaan yang dimiliki dan keberpihakan yang nyata dalam kebijakan.

BACA JUGA

Kedermawanan di Atas Tanah Rebutan: Ketika Oligarki Berjubah Welas Asih

Membongkar Utang Indonesia dan Ilusi “Masih Aman”

Kini, hadir kembali sebuah ruang yang patut kita sambut secara kolektif, bijak, dan menyeluruh: Program Dana Indonesiana 2025. Program ini bukan sekadar tentang anggaran atau proyek, tapi tentang bagaimana negara memberi ruang pada masyarakat untuk bicara dan bekerja atas nama kebudayaan yang mereka hidupi.

Sebagai salah satu pelaksana program Dana Indonesiana tahun 2022, saya tahu bahwa proses itu bukanlah perkara teknis semata. Ketika menjalankan program Dokumentasi Karya Pengetahuan Maestro (DKPM), saya menyaksikan betapa kebudayaan adalah ruang perjumpaan: antara generasi, antara ingatan dan masa kini, antara suara yang nyaris padam dan semangat yang ingin menyalakan kembali. Kebudayaan bukan hanya sesuatu yang disimpan di rak arsip, tetapi yang hidup di dapur-dapur, ladang, panggung, masjid, dan ruang-ruang warga.

Aceh Tidak Kekurangan Warisan, yang Dibutuhkan Adalah Ruang dan Kesempatan

Dana Indonesiana 2025 adalah upaya negara untuk membuka ruang itu. Melalui kebijakan yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan 2025–2045, program ini menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan adalah tugas bersama, antara negara dan masyarakat. Namun program sebaik apa pun tak akan berarti jika tidak kita sambut dengan niat baik, kesiapan, dan keberanian untuk mencoba.

Sayangnya, jumlah proposal dari Aceh dalam pelaksanaan Dana Indonesiana sebelumnya masih terbilang sedikit. Bukan karena kita tidak punya gagasan, tapi mungkin karena masih ada rasa ragu, terbatasnya akses informasi, atau kebiasaan menunggu. Saatnya pola ini diubah. Kita tidak perlu menunggu sempurna. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memulai dengan gagasan yang jujur, berakar, dan relevan.

Apa Saja yang Bisa Diusulkan?

Inisiatif bisa berangkat dari hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan:

• Bahasa Ibu yang Terancam Punah
Misalnya, bahasa Devayan di Simeulue atau Jamee di pantai Barat-Selatan. Dokumentasi, pelatihan bahasa, dan penguatan fungsi sosial bahasa lokal adalah bentuk pemulihan identitas.

• Regenerasi Seniman Tradisi
Banyak maestro tarian, sastra lisan, dan musik tradisi di Aceh menua tanpa sempat mentransfer ilmunya. Ini bukan sekadar kehilangan keterampilan, tapi kehilangan cara kita memandang dunia. Lokakarya, residensi, dan dokumentasi hidup adalah langkah sederhana namun berdampak besar.

• Pemetaan Lanskap Budaya dan Ruang Sakral
Gunong, meunasah, taman pemakaman kuno, aliran sungai yang diyakini sakral, semua ini menyimpan jejak dan narasi lokal yang berharga. Digitalisasi dan pemetaan partisipatif bisa membuka kembali ruang kesadaran kolektif atas nilai-nilai yang pernah hidup.

• Kurikulum Budaya di Sekolah dan Dayah
Anak-anak kita punya hak untuk mengenali sejarahnya sendiri. Dengan kolaborasi antar guru, seniman, dan ulama, nilai-nilai budaya lokal dapat masuk ke ruang belajar formal dan informal.

• Pengetahuan Perempuan di Ruang Domestik dan Komunitas
Ramuan pengobatan, tenun, cerita rakyat, dan upacara keseharian yang dijaga oleh para perempuan di dapur-dapur Aceh menyimpan banyak kearifan. Program dokumentasi dan revitalisasi bukan hanya pelestarian, tetapi juga pemberdayaan.

• Karya Seni Lintas Generasi dan Disiplin
Banyak seniman muda Aceh yang sudah bekerja di wilayah teater, musik eksperimental, film, atau teknologi media baru. Menghubungkan mereka dengan komunitas adat atau tradisi bisa menghasilkan karya yang bukan hanya estetis, tetapi juga memulihkan rasa keterhubungan.

Semua bentuk usulan ini tidak menuntut kemewahan. Tidak perlu gedung megah atau alat mahal. Yang dibutuhkan adalah kejelasan: apa yang ingin kita pulihkan? Siapa yang akan kita libatkan? Apa dampaknya untuk kehidupan bersama?

Menulis Proposal dengan Niat yang Jernih

Dalam pengalaman saya, proposal yang paling menyentuh bukanlah yang paling rumit, melainkan yang paling jujur. Yang tahu dengan pasti di mana masalahnya, apa potensinya, dan siapa yang punya suara. Fokus tidak harus sempit, tapi harus tajam. Jangan tergoda menampilkan banyak hal jika belum tentu bisa dilaksanakan dengan baik.

Menulis proposal juga bukan soal meyakinkan juri, tapi soal menyatakan tanggung jawab kepada masyarakat tempat kita bekerja. Ketika kita bisa menunjukkan bahwa program ini akan mempertemukan, memberdayakan, atau memperpanjang umur suatu praktik budaya, itu sudah cukup kuat sebagai alasan.

Bukan Sekadar Lolos, Tapi Memberi Jalan untuk Kebudayaan Hidup

Saya tidak sedang mengajak semua orang menjadi pemilik proyek. Saya hanya ingin membuka satu pintu kesadaran, bahwa: jalan kebudayaan akan panjang jika kita tidak menyalakannya bersama. Pemerintah daerah, kampus, seniman, ulama, tokoh adat, guru, jurnalis, dan warga biasa, serta semua punya tempat dan tanggung jawab dalam hal ini.

Kalau bukan kita yang memelihara dan memperkuat budaya Aceh, siapa lagi? Dan kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Mungkin kita tidak bisa menyelamatkan semua yang telah hilang. Tapi kita bisa memilih untuk tidak membiarkan yang masih ada ikut lenyap.

Mari kita menulis. Mari kita bergerak.

Bukan demi program semata, tetapi demi menyambung hidup kebudayaan yang sudah terlalu lama berdiri sendiri. []

Penulis adalah Pendiri Geunta Seni Jauhari (yayasan). Ia menulis, meneliti, dan mencipta karya yang menghubungkan penciptaan artistik, pengabdian budaya, dan kebijakan publik. Fokusnya banyak pada wilayah-wilayah non-sentral dan suara komunitas.

Tags: AcehAnalisisArtikelIndonesianaKebudayaanProgram
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Kedermawanan di Atas Tanah Rebutan: Ketika Oligarki Berjubah Welas Asih
Analisis

Kedermawanan di Atas Tanah Rebutan: Ketika Oligarki Berjubah Welas Asih

by SAGOE TV
September 9, 2026
Calvin Ho
Analisis

Membongkar Utang Indonesia dan Ilusi “Masih Aman”

by SAGOE TV
August 16, 2026
Calvin Ho
Analisis

Paradoks Aceh: Mengapa Kekayaan Alam Tidak Menjadi Kemakmuran?

by SAGOE TV
August 7, 2026
Calvin Ho
Analisis

Pariwisata Tanpa Kedaulatan: Skandal Struktural dari Bali dan Pelajaran bagi Aceh

by SAGOE TV
July 30, 2026
Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa
Analisis

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

by SAGOE TV
March 8, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

September 11, 2026
Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

September 11, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

September 10, 2026
Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

September 12, 2026
Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

September 12, 2026
Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

September 11, 2026
Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

September 12, 2026
Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

September 11, 2026
Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

September 14, 2026

EDITOR'S PICK

PPIH Temui Kemenhaj Arab Saudi, Ini Arahan Penting untuk Persiapan Haji 2026

PPIH Temui Kemenhaj Arab Saudi, Ini Arahan Penting untuk Persiapan Haji 2026

June 27, 2025
Wagub Aceh Turun Tangan, Pemkab-DPRK Aceh Singkil Sepakat soal APBK 2026

Wagub Aceh Turun Tangan, Pemkab-DPRK Aceh Singkil Sepakat soal APBK 2026

April 19, 2026
OJK Aceh Temui Gubernur Muzakir Manaf, Undang Buka FKIJK Aceh Run 2025

OJK Temui Gubernur Muzakir Manaf, Undang Buka FKIJK Aceh Run 2025

March 18, 2025
Wakil Gubernur Aceh Naik Haji, Dilepas dengan Prosesi Peusijuek oleh Ulama

Wakil Gubernur Aceh Naik Haji, Dilepas dengan Prosesi Peusijuek oleh Ulama

June 2, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.