MEUREUDU | SAGOE TV – Kementerian Agama menargetkan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya di Seunong dapat kembali beroperasi dalam tiga bulan ke depan. target tersebut menjadi prioritas setelah madrasah terdampak bencana dan kini dalam proses pembangunan kembali.
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof M Arskal Salim, mengatakan pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya menjadi prioritas untuk memastikan madrasah dapat kembali digunakan oleh murid setelah terdampak banjir.
Hal tersebut disampaikan Arskal saat meninjau langsung progres pembangunan MIN 5 Pidie Jaya, Jumat, 25 September 2026.
“Kami berharap, insyaallah, dalam tiga bulan ke depan MIN 5 Pidie Jaya sudah bisa beroperasi kembali. Target pertama kita adalah memulihkan kembali madrasah ini seperti kondisi sebelumnya,” ujar Arskal, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag RI, Sabtu, 26 September 2026.
Menurut Arskal, pembangunan yang tengah berlangsung mencakup sejumlah fasilitas utama, antara lain ruang kantor, ruang guru, dan fasilitas pendukung lainnya. Bangunan dirancang dua lantai dengan konstruksi yang memungkinkan dilakukan pengembangan pada tahap berikutnya.
“Kalau melihat kondisi lahannya, pondasinya juga cukup kuat. Artinya, ke depan masih memungkinkan untuk dilakukan pengembangan, termasuk penambahan bangunan apabila dibutuhkan,” katanya.
Arskal menambahkan, pengembangan MIN 5 Pidie Jaya menjadi madrasah unggulan sebelumnya telah dicanangkan Menteri Agama. Gagasan tersebut akan dilakukan secara bertahap setelah kebutuhan pemulihan dan pembangunan dasar madrasah terpenuhi.
“Cita-cita menjadikan MIN 5 Pidie Jaya sebagai madrasah unggulan sudah dicanangkan Menteri Agama. Kita mulai pelan-pelan. Yang paling penting sekarang, madrasah ini terbangun dan dapat kembali digunakan,” tuturnya.
Menurutnya, kondisi lahan yang masih memungkinkan untuk dikembangkan juga membuka peluang bagi pengembangan kawasan pendidikan secara lebih terintegrasi. Ke depan, kawasan tersebut dapat diarahkan untuk mendukung keberadaan jenjang pendidikan lain, mulai dari RA, madrasah ibtidaiyah, hingga madrasah tsanawiyah.
“Tetapi tahap pertama tetap pemulihan. Setelah itu selesai, baru kita pikirkan pengembangannya secara bertahap,” jelas Arskal.
Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama telah mengusulkan pembangunan sejumlah fasilitas melalui anggaran yang tersedia. Untuk fasilitas lainnya, koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum akan dilakukan agar perencanaan dan pembiayaan tidak tumpang tindih.
“Kita ingin memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik. Dukungan sudah diberikan dan kita ingin melihat langkah-langkah nyata di lapangan. Setelah ini tentu akan kita laporkan dan kita kawal tindak lanjutnya,” ujarnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie Jaya, Mulyadi MPd, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya.
Menurutnya, madrasah tersebut mengalami kerusakan berat akibat banjir hingga bangunannya hanyut. Kini, pembangunan kembali telah mulai dilaksanakan.
“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melihat pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya sudah mulai berjalan. Kami berharap pembangunan ini dapat segera selesai sehingga pada Januari 2027 anak-anak sudah dapat kembali belajar di madrasah ini,” ujarnya.
Ia berharap, keberadaan kembali MIN 5 Pidie Jaya dapat memberikan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi murid. “Kami ingin anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman sehingga ke depan tumbuh menjadi generasi terbaik yang memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara,” katanya.
Ketua Tim Kerja Sarana dan Prasarana, Syafrizal, menyampaikan bahwa progres pembangunan MIN 5 Pidie Jaya saat ini telah mencapai sekitar 18 persen.
“Progres pembangunan sendiri sudah mencapai 18 persen dan setiap minggu akan dilaporkan perkembangannya kepada Kasubdit Sarpras,” ujarnya.




















