• Tentang Kami
Monday, June 15, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Bu Prang dan Artikel Scopus

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Pandai Merasa Bukan Merasa Pandai

Dr. Sulaiman Tripa. Foto: Dok Bandar Publishing

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sulaiman Tripa
Dosen FH Unsyiah, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Saat melakukan perjalanan ke Lhokseumawe, saya secara khusus menikmati bu prang (nasi perang) bersama segelas kopi sanger. Perjalanan ini sudah lama berlalu. Catatan saya, termasuk Anda yang melewati jalur utara, adalah melewati kawasan bu prang. Mungkin tidak semua orang merasakannya, karena tidak semua angkutan berhenti. Di jalur ini, saya kira salah satu kuliner yang unik dan lahirnya tidak dikondisikan, adalah bu prang ini.

Saya beberapa kali menelusuri keberadaan dan sejarah bu prang, belum saya temukan secara utuh. Lewat persebaran lisan, saya dengar istilah bu prang lahir dari satu tempat pemberhentian angkutan. Samping tempat pengisian bahan bakar Ulee Gle (Bandar Dua, Pidie Jaya), ada warung yang menyediakan nasi seukuran mini.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Dari mulut ke mulut, disebut bu prang, karena nasi bungkus yang dijual di sana mirip seukuran nasi yang disiapkan saat konflik dulu. Maksudnya kebutuhan nasi cukup hanya untuk mengganjal perut. Mereka yang kuliah di Jawa (terutama Jawa Tengah dan Yogyakarta), nasi ukuran mini ini juga tidak asing. Di sana disebut dengan istilah nasi kucing.

Setiap lewat kawasan Ulee Gle, saya selalu ingat nasi kucing ketika berada di Semarang, Jawa Tengah, atau sebagian kawasan Jawa. Ada satu kesamaan penting bagi saya, dalam hal kreativitas menyediakan nasi bungkus. Ulee Gle memperkenalkan bu prang. Semarang sebagai salah satu kota yang memperkenalkan nasi kucing. Kedua jenis nasi ini bukan benar-benar seperti yang digambarkan pada namanya, melainkan pada ukurannya. Jika bu prang digambarkan sebagai nasi yang bisa dimakan cepat dalam suasana terjepit, maka nasi kucing juga demikian. Kedua jenis nasi ini digunakan oleh komponen yang berbeda. Awalnya, bu prang dimakan oleh para sopir dan penumpang yang tidak memiliki banyak waktu. Sementara nasi kucing dimakan mahasiswa, yang awalnya berdasarkan kemampuan kantong mereka.

Spirit bu prang ini terkait dengan tujuan kepergian saya ke Lhokseumawe. Saya mendapat tugas dari pimpinan, untuk membagikan pengalaman dalam mempersiapkan artikel sekaligus proses mengirimkannya ke jurnal internasional. Khususnya bidang hukum. Tempatnya di Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, kampus Buket Indah, Lhokseumawe. Karena ini tugas, saya tidak bisa mengelak. Semampu saya, apa yang pernah saya lakukan, pengalaman itu saya bagikan kepada kolega saya yang sebagian juga sudah pernah menulis artikel scopus.

Jurnal memiliki sejumlah klaster. Jurnal internasional, berbeda dengan jurnal internasional bereputasi. Demikian juga dengan jurnal nasional, posisinya berbeda dengan jurnal yang sudah terakreditasi. Selama ini dosen berusaha menulis artikel yang diperuntukkan ke jurnal internasional bereputasi itu. Tujuan workshop di Buket Indah, berkaitan dengan target jurnal internasional bereputasi ini.

Kegiatan lain, bersamaan dengan agenda workshop, adalah mempersiapkan isi jurnal yang selama ini semua aktivitas jurnal sudah harus dioperasionalkan melalui open journal system (OJS). Setelah workshop penulisan jurnal internasional, saya kemudian diskusi dengan pengelola Jurnal Reusam dan Jurnal Suloh yang menjadi kebanggaan keluarga besar Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh.

Inti dari kegiatan adalah workshop artikel jurnal internasional. Khususnya jurnal internasional bereputasi, antara lain berindeks scopus. Sejumlah kalangan, scopus ini diperdebatkan. Secara nasional, banyak kritik yang dilontarkan. Kebijakan wajib pada jurnal bereputasi, muncul dari kementerian. Niatnya adalah berkompetisi secara global terkait artikel pada jurnal bereputasi.

Sejumlah dosen kampus ini, sudah memiliki artikel scopus. Hal ini jadi meringankan tugas saya. Sejumlah pengalaman dari saya, kemudian bertemu dengan pengalaman yang sama dari yang dialami mereka. Tetapi ada keinginan lain yang menurut saya luar biasa dari pimpinan kampus ini, terkait dengan usaha memperbanyak artikel scopus. Diharapkan semua dosen menulis dan bersaing pada jurnal internasional bereputasi.

Saya ingin klarifikasi bahwa maksud artikel scopus adalah artikel yang terbit pada jurnal internasional bereputasi. Dalam tiga tahun terakhir, di negara tercinta ini, kebutuhan terhadap jenis artikel ini sangat tinggi. Scopus pada dasarnya pangkalan data terkait jurnal akademik. Di dalamnya lebih 20 ribu judul artikel jurnal tertelaah dan prosiding, dengan ribuan penerbit. Pangkalan data ini dimiliki Elsevier dengan pola berlangganan.

Selain artikel jurnal, artikel prosiding juga bisa diindeksasi scopus. Kondisi ini turut dimanfaatkan pula berbagai event organizer yang memfasilitasi proses indeksasi ini. Terkait dengan proses, banyak kalangan menduga terjadi proyeksasi dan bisnis dunia ilmiah. Di samping penyerahan hak cipta yang sepenuhnya menjadi milik publisher.

Kebijakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, scopus menjadi ukuran standar karya ilmiah bereputasi. Tidak hanya bagi pengurusan pangkat dan jabatan fungsional dosen, syarat ini juga diperuntukkan bagi mahasiswa magister dan doktoral. Selain scopus, yang dibolehkan indeks yang lain adalah web of science yang pernah dikelola Thomson Reuters.

Tugas yang diberikan pimpinan saya, berdasarkan undangan Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, tak lepas dari kepentingan di atas. Tugas yang saya jalankan termasuk dalam kategori berat yang harus dipikul. Saat makan bu prang di Ulee Gle, saya membayangkan tugas berat ini, bukan hanya untuk saya, melainkan dosen dan mahasiswa lanjutan.

Perjalanan dari Banda Aceh menuju Lhokseumawe, butuh perjuangan tersendiri. Saya pribadi, untuk setiap perjalanan selalu membutuhkan waktu khusus. Ada orang yang bisa memanfaatkan kesempatan dalam perjalanan ini untuk melakukan aktivitas lain, misalnya membaca, atau bahkan menulis lewat telepon pintar. Teman saya, ada yang mengerjakan tugas rutinnya saat dalam perjalanan. Untuk hal ini, saya tidak bisa. Bukan saja untuk acara workshop jurnal ini. Bahkan untuk semua kegiatan, seperti penelitian yang sering saya lakukan, saya tidak bisa melakukan apa-apa, kecuali melihat kanan kiri berbagai pemandangan. Memanggil atau menerima telepon. Itu saja.

Alasan ini pula, saya sering tidak ambil bagian untuk perjalanan yang sangat jauh, misalnya naik kendaraan terus-menerus lebih dari 10 jam. Perjalanan panjang yang bisa jadi sejumlah tugas tidak bisa diselesaikan.

Ketika tugas berat saya harus saya terima dari pimpinan saya, untuk membagi pengalaman menulis di jurnal internasional bereputasi, saya membayangkan sedang berjuang. Seperti nama bu prang yang digunakan orang yang menjual nasi sebagai pengganjal perut.

Siapapun bisa makan enak dalam suasana yang menyenangkan, walau hanya untuk mengganjal perut. Tetapi ketika dalam suasana tertekan, makanan enak pun terasa hambar di lidah. Saya menyarankan, saat Anda berjuang menulis artikel, buatlah suasana menyenangkan, biar terasa enak walau itu seukuran bu prang. []

Tags: acehArtikelbu prangDr Sulaiman TripaScopus
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia: Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

June 10, 2026
Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

June 10, 2026
Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

June 8, 2026
Banda Aceh Kota Kolaborasi Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

Banda Aceh Kota Kolaborasi: Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

June 13, 2026
Dari Meja yang Sama

Ketika Darussalam Kehilangan Keberanian Mencari yang Terbaik

June 13, 2026
Mungkin yang kurang bukan acara Catatan tentang Banda Aceh, ruang perjumpaan, dan hal-hal yang terus dimulai dari awal

Mungkin Yang Kurang Bukan Acara

June 10, 2026
Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais 'Aam dan Ketua Umum PBNU

Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU

June 9, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026

EDITOR'S PICK

Refleksi Haul Abon Aziz: Sosok Istiqamah Beut Seumeubeut (1)

Refleksi Haul Abon Aziz: Sosok Istiqamah Beut Seumeubeut (1)

March 24, 2025
FTK UIN Ar-Raniry FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Konsulat KBRI Thailand Bahas Program PPKPM Internasionaldan Konsulat KBRI Thailand Bahas Program PPKPM Internasional

FTK UIN Ar-Raniry dan Konsulat KBRI Thailand Bahas Program PPKPM Internasional

February 8, 2026
Pemantauan Hilal Awal Ramadhan Aceh

Pemantauan Hilal Awal Ramadhan Digelar di 125 Titik, Berikut Daftar Lokasinya

February 22, 2025
Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.