SAGOE TV | ACEH BESAR – Suasana ceria tampak di Sentra Darussa’adah Aceh Besar, Minggu (9/11/2025), ketika sejumlah teman disabilitas dengan penuh semangat menggoreskan pensil dan menggambar imajinasi mereka. Kegiatan bertajuk “Carong Meusapat Disabilitas” atau Pintar Bersama Disabilitas itu menjadi wadah pembelajaran sekaligus sarana ekspresi diri bagi penyandang disabilitas.
Program ini tidak hanya menghadirkan ruang kreativitas, tetapi juga menjadi wujud nyata kolaborasi lintas lembaga dalam upaya meningkatkan kesetaraan dan inklusivitas.
Kegiatan yang digagas oleh Sentra Darussa’adah ini terlaksana berkat kerja sama dengan SLB Bukesra Aceh Besar, SLB Yapdi, serta melibatkan rekan disabilitas sebagai instruktur. Dilaksanakan setiap Minggu selama satu bulan penuh di Sentra Darussa’adah, program ini menjadi ajang bagi peserta untuk mengasah bakat, membangun rasa percaya diri, dan mempererat kebersamaan dalam suasana yang penuh semangat dan kehangatan.
“Senang karena bisa bertemu teman-teman dan semuanya semangat,” ujar Abi, salah satu siswa SLB Bukesra, sambil menunjukkan hasil karyanya.
Bagi para peserta, kegiatan ini bukan hanya mengisi waktu luang, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan bakat dan menumbuhkan rasa percaya diri.
Kesetaraan dalam pengetahuan dan keterampilan merupakan salah satu tonggak utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif. Melalui program ini, Sentra Darussa’adah berupaya membuka ruang belajar yang terbuka tanpa diskriminasi, sehingga semua individu termasuk penyandang disabilitas dapat berkontribusi dan berkarya secara setara.
Nurhayati, salah satu orang tua peserta, menyampaikan apresiasi dan harapannya agar kegiatan serupa terus berlanjut.
“Semoga acaranya berkelanjutan. Jadi anak-anak di rumah nggak sibuk main HP saja, ada kegiatan di hari Minggu yang bermanfaat seperti belajar melukis,” ujarnya.
“Manfaatnya luar biasa. Anak-anak bisa mengisi waktu dengan kegiatan positif. Bahkan anak saya walaupun kurang sehat tetap minta ikut karena senang ketemu teman-teman dan bisa melukis,” kata Nurhayati.
Kegiatan Carong Meusapat Disabilitas atau Pintar Bersama Teman Disabilitas menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara lembaga sosial, sekolah luar biasa, dan masyarakat mampu menghadirkan ruang tumbuh yang inklusif dan berkelanjutan bagi teman-teman disabilitas.
Dengan semangat kebersamaan, Sentra Darussa’adah berharap program ini dapat terus menjadi wadah bagi para penyandang disabilitas untuk belajar, berkreasi, dan meneguhkan kesetaraan di tengah masyarakat. []




















