BANDA ACEH | SAGOE TV – Merespons dinamika geopolitik global, Universitas Syiah Kuala (USK) menerapkan kebijakan Work From Home (WFH), Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), serta pembatasan penggunaan energi kampus sebagai langkah strategis menjaga efisiensi dan keberlanjutan operasional.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 2 Tahun 2026, yang merujuk pada arahan nasional mengenai percepatan tata kelola pemerintahan yang efisien.
Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, menekankan bahwa seluruh civitas akademika harus memiliki kesadaran kolektif terhadap efisiensi sumber daya. Mulai April 2026, USK menerapkan pola kerja Work From Office (WFO) pada Senin hingga Kamis, dan WFH pada hari Jumat bagi pegawai. Penyesuaian ini dirancang agar produktivitas tetap terjaga meski mobilitas fisik dikurangi.
“Kita harus bergerak cepat merespons kondisi dunia. Kebijakan ini adalah cara kita berkontribusi pada ketahanan energi nasional. Dengan mengurangi mobilitas yang tidak mendesak dan beralih ke layanan digital, kita tidak hanya bekerja lebih cerdas, tapi juga lebih efisien dalam penggunaan energi kampus,” ujar Mirza dalam keterangannya, Jumat (24/4).
Sebagai langkah konkret, Rektor USK menginstruksikan pembatasan penggunaan kendaraan dinas untuk urusan yang tidak mendesak serta pengaturan suhu pendingin ruangan (AC) paling rendah pada 25°C di seluruh unit kerja.
“Untuk mendukung penghematan energi tersebut, USK mengoptimalkan platform digital bagi mahasiswa semester 5 ke atas dan pascasarjana melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang proporsional,” ujarnya.
Meski demikian, kegiatan yang memerlukan kehadiran fisik seperti praktikum laboratorium, klinik, dan praktik lapangan tetap dilaksanakan secara tatap muka dengan protokol efisiensi yang ketat.
Layanan administrasi, bimbingan tugas akhir, hingga rapat akademik kini relatif diarahkan melalui platform daring, untuk meminimalkan pergerakan fisik yang tidak perlu.[]




















