• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Saat Anak Belajar Apa Arti Bencana

Risnawati binti Ridwan by Risnawati binti Ridwan
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Sepeda Lipat dan Berkebun Bunga saat Pandemi? Kalau Aku sih Yess!!!
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Risnawati binti Ridwan
Penulis adalah Alumnus STKS Bandung dan ASN Pemko Banda Aceh.

Tahun 2004 merupakan tahun yang menjadi periode batasan waktu bagi Indonesia terutama bagi kami yang tinggal di ujung barat Pulau Sumatera. Pada saat itu wilayah tempat kami tinggal terjadi bencana besar, gempa dan tsunami, yang menyebabkan banyaknya korban jiwa. Dampak bencana tersebut meninggalkan cerita dan informasi yang dulu tidak pernah didengar.

Berdasarkan pengalaman itulah makanya diperlukan pendidikan dan pengetahuan tentang bencana terutama bagi anak-anak yang saat terjadi gempa tidak berada di rumah dalam jangkauan pengamatan orang tuanya.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Beberapa waktu yang lalu saya terlibat dalam kegiatan edukasi mitigasi bencana bagi anak-anak sekolah jenjang SD, SMP dan SMA. Tentunya kegiatan ini merupakan kegiatan yang disponsori oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial RI dan Dinas Sosial. Kegiatan ini dinamakan dengan Tagana Masuk Sekolah (TMS).

Tujuan kegiatan ini adalah meemberikan  pengetahuan mitigasi bencana tingkat dasar, meningkatkan kesadaran orang dewasa dan anak-anak tentang bencana dan dampaknya serta memberitahukan tindakan apa yang perlu dilakukan saat terjadinya bencana.

Kami tiba di sekolah dengan kondisi sekolah belum aktif 100%. Murid yang bersekolah tatap muka hanya 50% dari jumlah total murid yang ada karena sistem hadir di sekolah berlaku shift dan bergantian.  Hari pertama kami mendapatkan giliran di salah satu sekolah dasar  dan kami diarahkan untuk melakukan kegiatan sosialisasi untuk murid kelas 6. Pemilihan kelas 6 ini mempunyai alasan tersendiri, salah satunya adalah anak-anak kelas 6 sudah lebih paham dan mengerti dengan instruksi-instruksi dalam simulasi yang diberikan.

Kami memulai kegiatan dengan pemberian materi pengertian bencana, jenis bencana, dampak dari bencana, tindakan pertama saat bencana dan yang menjadi  fokus materi adalah bencana gempa. Karena gempa adalah salah satu bencana yang tidak dapat diprediksi kapan terjadinya dan gempa juga yang paling berdampak terhadap kerusakan. Gempa merupakan bencana yang sering terjadi di wilyah kami.

Pertama-tama kami mengajari anak-anak  bernyanyi yel-yel sebagai pemberi semangat kepada anak-anak, bernyanyi dan liriknya adalah tindakan yang dilakukan saat bencana.

             Kalau ada gempa lindungi kepala
            Kalau ada gempa jauhi kaca-kaca
            Jangan lupa berdoa, bersiaplah hati
            Berbaris keluar kumpul di lapangan
            Berbaris keluar kumpul di lapangan

Anak-anak terlihat semangat dan mengikuti kegiatan dengan lebih berenergi. Anak-anak juga ditunjukkan rambu-rambu proses evakuasi seperti rambu jalur evakuasi, titik kumpul dan arah evakuasi. Sebenarnya rambu-rambu ini sudah banyak terdapat di simpang dan perempatan jalan. Namun tanpa adanya penjelasan maka sulit dipahami terutama oleh anak-anak.

Kami juga menjelaskan arti dari simbol tempat/titik berkumpul/assembly point yang berfungsi sebagai tanda area berkumpul sementara saat kondisi darurat. Tempat berkumpul harus cukup menampung personil yang ada di sekitar area bencana. Lokasi tempat berkumpul harus aman dari pengaruh penyebab bencana dan bebas dari kemungkinan adanya bahaya lain. Selain itu tempat berkumpul juga tidak boleh terlalu jauh sehingga akan mempercepat proses evakuasi.

Rambu lainnya adalah jalur evakuasi, simbol ini menjelaskan arah jalan atau alur yang menuju ke titik kumpul. Dengan mengikuti jalur evakuasi  ini memudahkan orang-orang berjalan sehingga lebih terarah.

Wilayah kami yang berada di pesisir pantai membutuhkan juga rambu-rambu yang menyajikan sebagai kawasan tsunami. Rambu berbentuk gelombang air yang tingginya melebihi tinggi pohon kelapa dan rumah mengartikan bahwa gelombang tsunami merupakan air yang berasal dari laut yang mencapai daratan sebagai akibat gempa yang terjadi di dasar laut.

Rambu lainnya adalah petunjuk jalur evakuasi gempa bumi   berupa gambaran tanah yang terbelah. Rambu ini biasanya dipasang di wilayah rawan bencana gempa bumi dan digunakan untuk memberikan petunjuk arah jalur evakuasi menuju tempat yang aman jika bencana gempa bumi itu terjadi.

Pada saat ini  pemateri harus memberikan bahasa yang lebih mudah dipahami anak dan memberikan contoh melalui gerakan tubuh. Misalnya saat menjelaskan bahwa gempa itu disebabkan oleh gelombang seismik di kulit bumi, maka pemateri memberi contoh gerakan dengan mengajak petugas lainnya berdiri berdampingan, saling memegang tangan, dan membuat gerakan tangan seperti gelombang.

Anak-anak juga diperkenalkan dengan petugas TAGANA. Taruna Siaga Bencana disingkat TAGANA adalah relawan sosial atau Tenaga Kesejahteraan Sosial berasal dari masyarakat yang memiliki kepedulian dan aktif dalam penanggulangan bencana.

Banyak anak-anak mengira bahwa TAGANA seperti tentara karena memakai pakaian dan sepatu PDL. Anak-anak kelas tinggi juga bertanya tentang keberadaan TAGANA di sekitar lingkungan mereka tinggal dan bagaimana menghubungi petugas tersebut saat bencana terjadi.

Anak-anak diperkenalkan juga tentang bencana non alam yang sedang terjadi saat ini yaitu penyebaran wabah penyakit atau yang lebih dikenal Corona Virus Deseases 2019 (Covid-19). Dampak dari penyebaran wabah ini sehingga untuk mencegah semakin besar dampak yang terjadi maka harus mengikuti himbauan pemerintah seperti mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

Anak-anak antusias menerima pengetahuan dari materi yang disampaikan secara sederhana dan sambil bermain. Simulasi saat gempa terjadi, melindungi kepala dan merunduk  di bawah meja, berbaris teratur keluar untuk menuju titik kumpul mengajarkan anak-anak untuk tidak panik dan berlatih aktivitas yang benar saat bencana terjadi. Bukan tidak mungkin bencana terjadi saat anak-anak berada di sekolah sehingga anak-anak dapat melakukan tindakan pertama sebelum bertemu dengan keluarga sendiri dan terhindar dari kerusakan dan luka-luka.

Pada akhir pertemuan, anak-anak juga dijelaskan bahwa setiap bencana adalah kehendak Yang Maha Kuasa, Allah SWT pemilik alam semesta. Bencana diberikan agar manusia sadar bahwa tidak ada kuasa manusia selain kuasa-Nya. Semoga langkah sedikit ini memberikan ilmu kepada anak-anak bermanfaat dan anak-anak dapat mengajarkan anak-anak lain dan ibarat gelombang, setiap gerakan dan tindakan berharap ada kebermanfaatannya bagi manusia disekitar kita. Karena adakalanya tidak diperlukannya suara namun tindakan nyata lebih utama. (RbR) []

 

Tags: acehbencanamitagasi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Risnawati binti Ridwan

Risnawati binti Ridwan

Penulis adalah Alumnus STKS Bandung dan Penyuluh Sosial Ahli Muda di Dinas Sosial Kota Banda Aceh

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026

EDITOR'S PICK

Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Pidie Jaya, Berpusat di Darat

Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Pidie Jaya, Berpusat di Darat

June 15, 2025
Gol Spektakuler Antar Rizky Ridho ke Nominasi FIFA Puskas Award 2025, Yuk Dukung Lewat Voting di Link Berikut

Gol Spektakuler Antar Rizky Ridho ke Nominasi FIFA Puskas Award 2025, Yuk Dukung Lewat Voting di Link Berikut

November 16, 2025
Begini Kondisi Anak-Anak Aceh di Tengah Bencana: Cerita dari Lapangan

Begini Kondisi Anak-Anak Aceh di Tengah Bencana: Cerita dari Lapangan

December 27, 2025
Rumah Relawan PMI di Aceh Tamiang Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

Rumah Relawan PMI di Aceh Tamiang Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

April 20, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.