BANDA ACEH | SAGOE TV – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhuan Gizi (SPPG) atau dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan Aceh Selatan, Aceh, ikut terdampak akibat belum masuknya dana operiosional dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.
Sebanyak 11 dapur MBG dari dua kabupaten bertetangga itu menghentikan operasional akibat kendala yang sama, yaitu dana operasional dari BGN Pusat belum dicairkan ke rekening akun virtual atau virtual account (VA).
Koordinator Wilayah SPPG Aceh Selatan, Yona Violiska, mengatakan untuk Aceh Selatan per Selasa (9/6/2026) terdapat penambahan SPPG yang menghentikan sementara operasional layanan MBG.
“Per Senin 8 Juni 2026 ada 7 SPPG, dan per hari ini Selasa 9 Juni 2026 terdapat tambahan SPPG lainnya karena dana operasional via virtual account hanya cukup sampai Senin kemarin,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).
Sementara SPPG yang dananya masih cukup, kata Yona, tetap beroperasi normal melayani penerima manfaat. Saat ini proses pencairan dana untuk seluruh SPPG terdampak sudah masuk tahap finalisasi di BGN Pusat.
“Setelah dana masuk ke rekening SPPG, dapur memerlukan waktu 1-2 hari untuk proses pemesanan dan pengadaan bahan baku sesuai SOP,” ujarnya.
Yona mengaku, pihaknya memahami betul kekhawatiran di lapangan terutama bagi penerima manfaat dari SPPG terdampak, sehingga menyebabkan mereka belum menerima layanan MBG sesuai jadwal.
“Dampak yang kami terima di lapangan adalah kegiatan makan bergizi di sekolah/posyandu di wilayah SPPG terdampak harus ditunda sementara,” katanya.
Namun demikian, pihaknya memastikan situasi ini tidak akan berlangsung lama atau jangka panjang karena penyaluran MBG sudah diatur berkelanjutan. Saat ini proses pencairan dana untuk seluruh SPPG terdampak sudah masuk tahap finalisasi.
“Setelah dana masuk dan bahan baku tersedia sesuai SOP, operasional dapur akan segera dipulihkan. Kami berkomitmen layanan MBG dapat berjalan kembali optimal sesegera mungkin,” tuturnya.
Sementara itu menurut Koordinator Wilayah SPPG Abdya, Raissa Ardilla, mengatakan di wilayahnya jumlah dapur terdampak hanya 4 dari 19 SPPG. Keempat dapur itu sudah tidak beroperasi sejak Senin (8/6/2026), dan saat ini sedang menunggu proses administrasi pencairan dana kembali dari BGN Pusat.
“Terkait kendala ini SPPG sudah melaporkan menipisnya saldo di Virtual Account kepada tim keuangan di BGN. Mudah-mudahan minggu ini dana masuk kembali, sehingga SPPG dapat beroperasional seperti biasa,” katanya.
Akibat kondisi ini, sebut Raissa, pihaknya sudah sudah mengarahkan SPPG terdampak untuk menginformasikan kepada penanggung jawab di sekolah dan posyandu.
“Insyaallah semua sedang dalam proses, dan kami telah melaporkan ke pusat dan terus berkoordinasi secara intensif,” ujarnya.[]



















