SAGOETV – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa pada tahun 2019, Provinsi Aceh menduduki peringkat tiga nasional untuk angka stunting, di bawah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Barat (Sulbar).
Berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesdas) Kemenkes RI, angka prevalensi stunting pada bayi di bawah dua tahun (baduta) di Aceh cukup tinggi yaitu sebanyak 37,9 persen, sementara prevalensi rata-rata nasional sebesar 30,8 persen.
UNICEF Aceh mengungkapkan bahwa tingginya angka stunting di Aceh disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Butuh upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengatasi stunting melalui edukasi gizi, perbaikan layanan kesehatan, serta peningkatan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat demi masa depan anak-anak Aceh yang lebih baik.
Apa penyebab stunting anak-anak Aceh? Simak podcast bersama Child Protection Officer UNICEF-Aceh, Suratman, dalam video di bawah ini!