BANDA ACEH | SAGOE TV – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Stella Christie memberikan motivasi kepada ratusan mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Universitas Syiah Kuala.
Kehadiran Wamendiktisaintek Stella Christie dalam kegiatan Diktisaintek Menyapa Penerima Beasiswa KIP Kuliah Tahun 2026 di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK, Darussalam, Kota Banda Aceh, Jumat (8/5).
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Stella menegaskan bahwa pemerintah sangat memprioritaskan sektor pendidikan, khususnya akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Ia menyebutkan, pemerintah telah menginvestasikan anggaran sebesar Rp15,3 triliun untuk program KIP Kuliah pada 2026 dengan sasaran mencapai satu juta mahasiswa di seluruh Indonesia.
“Pemerintah Indonesia sangat mengutamakan pendidikan. Anggaran untuk KIP Kuliah yang telah diinvestasikan mencapai Rp15,3 triliun,” ujarnya.
Menurut dia, para penerima KIP Kuliah merupakan mahasiswa-mahasiswa terpilih yang tidak hanya beruntung, tetapi juga memiliki prestasi akademik yang baik sehingga mampu menembus perguruan tinggi negeri.
“Kalian termasuk mahasiswa yang bukan saja beruntung, tetapi juga sangat pintar. Prestasi akademik kalian yang membawa kalian bisa hadir di sini,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Stella Christie juga menjelaskan bahwa jumlah penerima KIP Kuliah terus meningkat setiap tahun. Pemerintah, katanya, terus melakukan perbaikan dalam pelaksanaan program agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh mahasiswa yang layak.
Ia turut meluruskan berbagai informasi yang berkembang terkait isu pemotongan anggaran pendidikan. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar.
“Satu rupiah pun tidak terpotong. Saya ulangi, satu rupiah pun tidak terpotong pada tahun 2024, 2025, maupun 2026,” ucapnya.
Karena itu, Wamendiktisaintek meminta mahasiswa penerima KIP Kuliah menjadi duta informasi yang benar di tengah masyarakat. Ia berharap mahasiswa dapat menyampaikan bahwa kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi tetap terbuka bagi anak-anak dari keluarga ekonomi terbatas.
“Kalau ada kekurangan tentu harus diperbaiki. Tetapi kalau hal-hal baik tidak disampaikan, banyak anak-anak lain bisa kehilangan harapan sebelum mereka mencoba,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sejak 2025, siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dapat memperoleh KIP Kuliah secara otomatis apabila telah terdata dalam sistem sosial ekonomi pemerintah.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan negara terhadap pelajar berprestasi agar tidak terhalang kondisi ekonomi untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Wamendiktisaintek turut mengingatkan para mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan pendidikan tersebut dengan sebaik-baiknya serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.
“Kesempatan itu ada. Karena itu kami berharap adik-adik bisa menjadi duta bagi anak-anak lain agar tetap semangat mengejar pendidikan tinggi,” ujarnya.
Selain mahasiswa USK, kegiatan ini turut dihadiri pula para penerima beasiswa KIP Kuliah dari sejumlah perguruan tinggi Aceh lainnya. Termasuk pula para pimpinan perguruan tinggi Aceh.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK Prof. Mustanir mengatakan, pada semester genap tahun akademik 2025/2026 ini, jumlah mahasiswa penerima KIP Kuliah di USK mencapai 6.776 mahasiswa.
“Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari ribuan harapan dari anak-anak bangsa yang diberi kesempatan untuk mengubah masa depan mereka melalui pendidikan,” kata Mustanir.
Untuk itulah, USK berupaya agar para penerima beasiswa KIP Kuliah ini bisa belajar secara optimal dan mampu menuntaskan studinya dengan baik. Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Mustanir, USK telah menjalankan sejumlah program pembinaan bagi mahasiswa KIP Kuliah.
Di antaranya adalah, USK mengambil langkah strategis dengan mengasramakan seluruh mahasiswa penerima KIP Kuliah pada tahun pertama mereka, selama dua semester penuh.
Kebijakan ini untuk memastikan mahasiswa dapat mencapai prestasi akademik yang optimal. Sebagaimana ketentuan yang berlaku, mahasiswa penerima KIP Kuliah harus mempertahankan Indeks Prestasi minimal 2,75. Jika tidak, maka pembiayaan berpotensi dihentikan.
“Dengan sistem asrama yang terstruktur, kami menciptakan lingkungan belajar yang kondusif agar mereka mampu menjaga bahkan meningkatkan capaian akademiknya,” ujarnya. []




















