BANDA ACEH | SAGOE TV – Sebanyak 1.050 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) resmi dilepas untuk mengikuti Program Mahasiswa Berdampak di tujuh kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh. Selama 20 hari, para mahasiswa itu akan terjun langsung ke tengah masyarakat untuk menjalankan pengabdian, membantu pemulihan pascabencana, sekaligus mengasah empati dan kepedulian sosial sebagai bagian dari pembelajaran di luar kampus.
Dalam sambutan pada acara pelepasan yang berlangsung di halaman Gedung Rektorat USK, Jumat (30/1/2026), Rektor USK Prof Marwan menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen atas komitmen mereka dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa capaian USK dalam program ini merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus tanggung jawab besar untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita patut bangga karena USK berhasil memperoleh 21 proposal yang didanai. Capaian ini menempatkan USK sebagai perguruan tinggi dengan jumlah program terbanyak yang didanai dari 82 institusi pengusul. Namun yang lebih penting, kehadiran mahasiswa harus mampu memberikan dampak positif, membantu masyarakat, dan tidak menjadi beban bagi lingkungan sekitar,” ujar Marwan.
Rektor juga mengingatkan bahwa mahasiswa akan ditempatkan langsung di wilayah bencana dengan berbagai keterbatasan, termasuk kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih. Oleh karena itu, mahasiswa diminta mempersiapkan diri secara fisik, mental, serta menjaga kesehatan sebelum terjun ke lapangan, sekaligus mengutamakan keselamatan selama menjalankan program.
Kegiatan pengabdian ini akan berlangsung selama 20 hari dan bertepatan dengan bulan Ramadhan. Rektor berpesan agar mahasiswa tetap menjaga semangat pengabdian serta menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran berharga dalam membangun empati, kepedulian sosial, dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Prof Mudatsir, menjelaskan bahwa Program Mahasiswa Berdampak merupakan program yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Program ini dirancang untuk mendorong mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, mulai dari tahap pengusulan proposal hingga implementasi di lapangan.
Mudatsir menyampaikan bahwa sebanyak 609 proposal diajukan secara nasional dan 203 proposal dinyatakan lolos pendanaan. Dari jumlah tersebut, USK berhasil memperoleh 21 proposal hibah, menjadikannya sebagai perguruan tinggi dengan proposal didanai terbanyak.
“Capaian ini merupakan hasil sinergi antara mahasiswa dan dosen pembimbing yang difasilitasi LPPM, dengan mahasiswa sebagai aktor utama pelaksana program di lapangan,” jelasnya.
Melalui program ini, setiap mahasiswa akan mendapatkan dukungan biaya hidup harian serta pengakuan akademik berupa konversi dua satuan kredit semester (SKS). Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam membantu menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.
Mahasiswa peserta program itu disebar ke tujuh kabupaten/kota di Aceh, yaitu Aceh Tengah (2 kelompok), Aceh Timur (1), Aceh Utara (1), Bener Meriah (2), Bireuen (6), Gayo Lues (1), dan Pidie Jaya (8). []



















