• Tentang Kami
Monday, July 20, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

16 Tahun Damai Aceh; Kokohkan Persatuan dan Persaudaraan

SAGOE TV by SAGOE TV
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Rahasia Allah Dibalik Tsunami Aceh
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Juanda Djamal
Ketua Fraksi Partai Aceh, DPRK Aceh Besar (2019-2024).

Pembangunan perdamaian Aceh telah berjalan 16 tahun, tentunya banyak keadaan telah berkontribusi atas proses transformasi pergerakan politik Aceh dari bersenjata ke politik/diplomasi.

Wali Tgk Muhammad Hasan di Tiro menegaskan bahwa perjuangan rakyat Aceh untuk mencapai kemerdekaan dan kemakmuran dapat ditempuh melalui beberapa strategi perjuangan, antara lain bersenjata, propaganda, diplomasi/politik, dan  ekonomi. Mengikuti kerangka strategi tersebut, era bersenjata dan propaganda telah dilalui dari 1976-2005. Dimana awal pergerakan hanya kelompok kecil, maka atas berbagai perkembangan dan propaganda, kemudian meluas sampai ke seluruh Aceh.  Namun, perundingan politik telah melahirkan kesepakatan politik dan berakhir dengan perjanjian damai Helsinki, 15 Agustus 2005, dan diatur secara hukum perundang-udangan Negara Republik Indonesia melalui Undang-undang No11/2006 tentang penyelenggaraan pemerintahan Aceh.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Maka, sejak 15 Agustus 2005, era baru perjuangan dimulai, yaitu era perjuangan politik. UU No/11/2006 mengatur alat perjuangan yaitu partai politik. Terbentuklah Partai Aceh, PNA, SIRA, dan banyak lagi partai politik lainnya, diharapkan dapat mewarnai dalam merekonstruksi struktur politik baru untuk memperjuangkan agenda keadilan dan kesejahteraan di masa depan.

Transformasi Kultur Politik
Meskipun GAM tidak dibubarkan secara resmi, namun langkah transfromasinya ditandai dengan pembentukan Komite Peralihan Aceh (KPA) yang menjadi tempat untuk mengelola dan menindaklanjuti aspirasi politik maupun pemulihan ekonomi dan sosial-budaya. Terbentuknya KPA menandakan transformasi kultur perjuangan dimulai, “bersenjata ke politik”. Selanjutnya, dikuatkan dengan pembentukan Partai Aceh (PA),  PA dapat menjadi media politik atau struktur perjuangan di era diplomasi/politik.

Namun, disebabkan arena demokrasi demikian terbuka, maka beragam pandangan, perilaku dan kepentingan politik berlangsung. Bahkan, kepentingan nasional, regional dan global dapat masuk mempengaruhi arena tersebut. Makanya, sejauh ini kita masih berjibaku menghadapi berbagai keadaan yang membuat kita terpecah belah, saling menertawakan sesama, menunjukkan ego dan fanatisme  yang berlebihan, saling merebut dan mempengaruhi kepentingan sempit dan instan, dan sulit membangun diskursus untuk menciptakan cita-cita besar perjuangan kita, “Kemandirian dan Kemakmuran”.

Sebagai contoh, awalnya dinamika politik menjelang pilkadasung (2007) yang menunjukkan tarik menarik politik antara pasangan H2O dengan IRNA. Dinamika tersebut berimbas ke pembentukan partai politik, dimana lahir dua partai yaitu Partai Aceh dan Partai Nasional Aceh (PNA) dari tubuh KPA. Dinamika demikian  terus berlangsung sampai hari ini, bahkan kontek hari ini (2021) kontradiksi politik antara legislatif dengan eksekutif Aceh semakin merusak keadaan pembangunan Aceh. Semua dinamika tersebut karena kita kurang dapat membangun harapan besar, cita-cita politik yang strategis sebagaimana pernah dibangun awalnya oleh wali Hasan Tiro.

Semestinya, dalam konteks era perjuangan politik, terbukanya ruang maka lebih leluasa dalam membangun strategi perjuangan. Kita dapat mempersiapkan kerangka transformasi pergerakan dengan kerangka dan perencanaan yang tepat. Salah satunya adalah transformasi kapasitas kepemimpinan Aceh. Platform politik “Aceh national interest” yang mulai terbangun saat perumusan UUPA semestinya dapat terus kita jaga dan pupuk bersama agar segala agenda politik tidak berlangsung secara liar seperti dalam beberapa momentum sebelumnya.

Hasilnya, tiga kali momentum politik yang sudah berlangsung, diskursus politik pembangunan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) masih belum dapat keluar dari kultur politik masa lalu, dan bahkan hari ini kultur politik kita terjebak dalam pusaran rutinitas kegiatan legislatif, baik ditingkat Aceh maupun Kabupaten/Kota. Hasilnya, meskipun dana otsus sudah terealisasi mencapai Rp 72 triliun (2019), namun angka kemiskinan turun tidak signifikan.

Kultur politik saat ini juga belum mampu mendobrak birokrasi Aceh, kultur birokrasi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) juga terjebak dalam rutinitas dan sangat dipengaruhi oleh segala ketentuan dan regulasi hirarki pemerintahan nasional.  Sehingga kultur birokrasi juga tidak berubah sebagaimana yang diharapkan dalam struktur baru, yaitu UU No.11/2006.

Struktur Baru Perjuangan
UU No.11/2006 adalah legal standing yang semestinya kita gunakan untuk membangun struktur baru perjuangan Aceh. Pembagian kewenangan dan kekuasaan (the power sharing) Aceh-Jakarta yang diatur didalamnya harus dapat kita gunakan secara maksimal. Kalaupun masih ada isu dan agenda pembangunan kita yang masih harus dibicarakan  lebih lanjut, maka pemerintah Aceh dan juga institusi GAM/KPA dapat terus melakukan berbagai langkah diplomasi/komunikasi politik untuk memastikan segala kekuasaan yang dimiliki Aceh dapat dijalankan.

GAM/KPA dapat tetap mengelola para “diplomat-diplomat” nya untuk terus menjaga dan membangun komunikasi politik agar sumbatan dapat lebih lancar. Termasuk, pandangan dan sikap semua insitusi di pemerintah nasional agar pandangannya dalam melihat semua momentum seperti milad GAM/milad PA dan bahkan peringatan Mou Helsinki tidak melihatnya secara ekstrim. Tidak perlu melakukan aksi-aksi yang dapat berdampak menjadi pemicu baru berubahnya suasana damai ini.

Untuk itu, momentum peringatan damai Aceh yang ke-16 ini, saatnya pemerintahan Aceh melihat dirinya sebagai entitas yang bertanggung jawab penuh bangunan yang dinamakan “Aceh”, sepatutunya pemerintah Aceh bersama dengan DPRA dan kelembagaan Wali nanggro dapat menumbuhkan kembali agenda “Persatuan Aceh”. Begitu pula, kita memiliki komponen ulama, akademisi, mahasiswa, tokoh perempuan dan budaya, bangunlah kembali “Persaudaraan Aceh” agar kita dapat secara bersama “Inklusif” membangun kembali harapan dan cita-cita yang sama dalam memperkuat struktur baru perjuangan Aceh, demi mewujudkan keadilan, kesejahteraan, kemandirian dan kemakmuran Aceh.[]

Tags: 16 Tahun Perdamaian AcehMoU RI-GAMPendidikan PolitikPersatuanStruktur Baru PerjuanganTransformasi Kultur Politik
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

July 14, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak Analisis Postur Anggaran Terhadap Janji Visi & Program Muzakir Manaf-Fadhlullah

Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak

July 11, 2026

EDITOR'S PICK

Kepala Kanwil Bea dan Cukai Aceh, Safuadi, ST., M.Sc., Ph.D.

Menghidupkan Dua Mesin Ekonomi Aceh: Saatnya Likuiditas Menjadi Strategi Pembangunan

April 16, 2026
25.767 Peserta Ikut Tes SKD CPNS Kemenag di Aceh, Ujian Digelar di 4 Titik Lokasi

25.767 Peserta Ikut Tes SKD CPNS Kemenag di Aceh, Ujian Digelar di 4 Titik Lokasi

October 20, 2024
Basarnas Perluas Operasi SAR di Aceh, Minta Warga Laporkan Korban yang Butuh Evakuasi

Basarnas Perluas Operasi SAR di Aceh, Minta Warga Laporkan Korban yang Butuh Evakuasi

December 5, 2025
Munas PB IKASI 2026 Agus Suparmanto Terpilih Lagi Jadi Ketua Umum, Sekda Aceh Hadir

Munas PB IKASI 2026: Agus Suparmanto Terpilih Lagi Jadi Ketua Umum, Sekda Aceh Hadir

June 14, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.