• Tentang Kami
Thursday, September 17, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Gerakan Aceh Berwakaf untuk Optimalkan Potensi Ekonomi Umat

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
March 26, 2025
in Podcast
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Gerakan Aceh Berwakaf untuk Optimalkan Potensi Ekonomi Umat
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH – Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, bersama Wakil Gubernur, H. Fadhlullah SE, resmi meluncurkan Gerakan Aceh Berwakaf (GAB) sebagai upaya mengoptimalkan potensi wakaf produktif melalui Baitul Mal Gampong (BMG). Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat gampong sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian Aceh secara keseluruhan.

Kepala Baitul Mal Aceh (BMA), Mohammad Haikal, ST, MIFP mengatakan dalam mendukung implementasi GAB, Baitul Mal Aceh (BMA) telah mengambil sejumlah langkah strategis, antara lain memberikan stimulus kepada nadzir yang amanah dan berkompeten serta menyelenggarakan pelatihan terkait pengelolaan wakaf. Selain itu, BMA juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama, Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna memastikan perlindungan aset wakaf agar dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

BACA JUGA

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia

Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri

“Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam bidang wakaf, BMA berencana menggelar Aceh Wakaf Summit.” ujar Mohammad Haikal, dalam diskusi Podcast Sagoetv, Kamis, 20 Maret 2025 kamarin. Forum ini kata Haikal, akan melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk menyusun rencana induk dan peta jalan wakaf Aceh dalam lima tahun ke depan. Dengan adanya forum ini, diharapkan tercipta keselarasan visi dan strategi dalam pengelolaan wakaf di Aceh.

Tata Kelola Wakaf

Acara diskusi dipandu Host Dr Mukhlisuddin Ilyas, M.Pd tersebut mengungkapkan bhq Dalam pengelolaan wakaf, tata kelola yang baik menjadi kunci utama, terutama dalam aspek transparansi keuangan. Wakaf, sebagaimana zakat dan infak, memerlukan sistem yang dapat dipercaya dan dikelola oleh individu yang tidak hanya memiliki amanah, tetapi juga kompetensi dalam pengelolaan dana. “Tanpa keseimbangan antara kedua aspek ini, dana wakaf berpotensi disalahgunakan atau tidak dikelola secara profesional,” Papar Haikal yang juga Tenaga Pengajar Universitas Alwasliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh.

Di Aceh, kata Haikal, regulasi terkait wakaf telah diatur dalam Kanun Baitul Mal. Namun, dalam praktiknya, tata kelola wakaf masih perlu ditingkatkan agar lebih efektif. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah peran Baitul Mal Gampong, di mana kepala Baitul Mal secara eks officio dijabat oleh Imum Gampong. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas kelembagaan dan pelatihan bagi para pengelola wakaf agar sistem ini dapat berjalan lebih optimal.

Untuk itu, lanjut Haikal, Gubernur Aceh menekankan bahwa Gerakan Aceh Berwakaf harus mampu memberikan solusi nyata bagi permasalahan sosial dan ekonomi masyarakat. Salah satu indikator keberhasilan tata kelola wakaf adalah sejauh mana sistem ini dapat menjawab tantangan yang ada di lapangan. “Jika ekosistem dan manajemen tidak dibangun dengan baik, lembaga pengelola wakaf berisiko mengalami degradasi, sebagaimana kayu yang dimakan rayap dari dalam,” ungkapnya.

Ekosistem Wakaf Berkelanjutan

Ekosistem yang kuat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pengelolaan wakaf. Wakaf tidak hanya membutuhkan regulasi yang jelas, tetapi juga sistem yang mampu mengelola dana secara profesional dan berkelanjutan. Jika ekosistem pengelolaan tidak siap, maka potensi wakaf tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Saat ini, jumlah nadzir wakaf di Aceh masih terbatas, sementara literasi masyarakat tentang wakaf uang masih rendah. Untuk itu, salah satu strategi yang akan diterapkan adalah membangun sistem crowdfunding wakaf yang berkelanjutan, sehingga dana wakaf dapat terus dikelola dan berkembang. Selain itu, penguatan ekosistem wakaf juga harus mencakup keterlibatan diaspora Aceh yang berada di luar negeri, seperti di Malaysia, Jakarta, dan Qatar, agar mereka memiliki wadah yang jelas dalam berwakaf.

Ekosistem yang kuat ibarat struktur tubuh manusia yang memiliki kerangka, organ, dan sistem yang bekerja secara harmonis. Tanpa ekosistem yang memadai, potensi wakaf yang ada tidak akan berkembang dengan optimal. Oleh karena itu, pembangunan ekosistem wakaf menjadi salah satu prioritas utama dalam Gerakan Aceh Berwakaf.

Sebagai langkah konkret dalam memperbaiki tata kelola wakaf, Aceh Wakaf Summit atau Kongres Wakaf akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Forum ini bertujuan untuk memetakan kondisi wakaf di Aceh saat ini serta menentukan arah kebijakan ke depan. Dengan memahami posisi awal wakaf di Aceh, strategi pengelolaan yang lebih efektif dapat dirumuskan secara lebih terarah.

Dikatakan, kongres ini akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk nadzir, akademisi, serta praktisi wakaf dari luar Aceh. Dengan partisipasi luas, gerakan wakaf di Aceh dapat berkembang menjadi inisiatif besar yang memiliki dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Solusi Sosial dan Ekonomi

Menurut Haikal, potensi wakaf dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial, terutama di sektor pendidikan dan ekonomi, sangatlah besar. Sejumlah lembaga pendidikan dan pesantren di Aceh telah membuktikan bahwa wakaf dapat menjadi sumber pendanaan yang berkelanjutan. Salah satu contoh sukses adalah Universitas Almuslim yang dibangun dari dana wakaf dan hingga kini tetap bertahan sebagai lembaga pendidikan yang mandiri.

Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam wakaf, diharapkan lebih banyak institusi pendidikan yang dapat memperoleh manfaat dari dana wakaf. Gerakan Aceh Berwakaf menjadi langkah awal untuk memastikan bahwa potensi wakaf di Aceh dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat.

Pengelolaan wakaf yang efektif membutuhkan regulasi yang jelas, sistem yang transparan, serta kapasitas sumber daya manusia yang memadai. Gerakan wakaf harus didukung oleh tata kelola yang amanah dan profesional agar dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui Kongres Wakaf yang akan datang, diharapkan dapat terbangun kesepahaman mengenai arah pengelolaan wakaf di Aceh. Jika sistem ini berjalan dengan baik, maka wakaf akan menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan ekonomi masyarakat Aceh. []

Tags: AcehEkonomigerakanWakaf
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia
Podcast

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia

by SAGOE TV
August 3, 2026
Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri
Podcast

Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri

by SAGOE TV
June 30, 2026
Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan Pageu Gampong dan Benteng Keluarga
Podcast

Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan ‘Pageu Gampong’ dan Benteng Keluarga

by SAGOE TV
June 30, 2026
Darurat Predator Digital dan Lonjakan HIV di Banda Aceh
Podcast

Darurat Predator Digital dan Lonjakan HIV di Banda Aceh

by SAGOE TV
June 30, 2026
Jangan Asal Pamer KTP dan Paspor! Diskominfotik Banda Aceh Ingatkan Ancaman Pencurian Data
Podcast

Jangan Asal Pamer KTP dan Paspor! Diskominfotik Banda Aceh Ingatkan Ancaman Pencurian Data

by SAGOE TV
June 26, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

September 11, 2026
Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

September 11, 2026
Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

September 12, 2026
Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

September 12, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

September 10, 2026
Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

September 11, 2026
Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

September 12, 2026
Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

September 14, 2026
104 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Perdana Kedokteran UIN Ar-Raniry

104 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Perdana Kedokteran UIN Ar-Raniry

September 15, 2026

EDITOR'S PICK

Fadhil Ilyas Kembali Jadi Plt Dirut Bank Aceh Syariah, Mualem Kajeut Kerja Aju

Fadhil Ilyas Kembali Jadi Plt Dirut Bank Aceh Syariah, Ini Pesan Mualem

March 17, 2025
Pj Gubernur Aceh Ajak Orang Tua Lindungi dan Penuhi Hak Anak

Pj Gubernur Aceh Ajak Orang Tua Lindungi dan Penuhi Hak Anak

February 8, 2026
Dana Otsus Aceh Bisa Hilang Jika Revisi UUPA Tidak Masuk Prioritas Prolegnas 2026

Dana Otsus Aceh Bisa Hilang Jika Revisi UUPA Tidak Masuk Prioritas Prolegnas 2026

May 23, 2025
Siswa SIT Fajar Hidayah Aceh Ikuti Program Student Exchange ke Malaysia

Siswa SIT Fajar Hidayah Aceh Ikuti Program Student Exchange ke Malaysia

February 26, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.